alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

RSAH Upgrade Skill Tim ICU

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar BanyuwangiKomitmen Rumah Sakit Al Huda (RSAH) untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tidak main-main. Kali ini, RSAH melakukan upgrade skill tim Intensive Care Unit (ICU). Mereka digembleng dalam refreshing penggunaan alat canggih ventilator pada Jumat lalu (28/7).

Manajer Instalasi Rawat Intensif RSAH dr Julita Ramayani SpAn menjelaskan, alat bantu napas (ventilator) adalah alat canggih yang digunakan untuk membantu sebagian atau seluruh proses pernapasan. Ini untuk mempertahankan oksigenasi atau kecukupan oksigen dalam tubuh.

Seperti kita ketahui, kata Julita, sepanjang hidup manusia membutuhkan oksigen secara terus-menerus. Sel-sel tubuh akan rusak bahkan mati bila tidak mendapatkan oksigen dalam jangka waktu tertentu.

Menurut Julita, ada banyak faktor yang menyebabkan pasien jatuh dalam kondisi yang mengharuskan pemakaian ventilator. ”Seperti pasien dengan gagal napas, henti napas (apnea), maupun hipoksia yang tidak teratasi dengan pemberian oksigen dengan selang (canul) biasa,” ujar dokter lulusan Universitas Gajah Mada itu.

Baca Juga :  Bocah SD Tertimpa Ranting Pohon

Julita mengatakan, kondisi seperti itu banyak terjadi pada kasus kelainan di paru. Seperti penyumbatan jalan napas, edema paru, kelainan tulang iga, atau patah tulang iga. Bisa juga terjadi pada kondisi payah jantung dan gangguan kesadaran (disfungsi neurologis).

Sementara itu, ventilator berfungsi mengatasi ketidakseimbangan ventilasi dan perfusi yang disebabkan sistem pernafasan yang terganggu. ”Ini menjamin hantaran oksigen ke jaringan supaya adekuat, sehingga meningkatkan kenyamanan pasien saat bernapas,” jelasnya.

Julita menambahkan, ventilator juga diperlukan pada tindakan operasi yang berisiko gagal napas karena pemakaian anestesi dan sedative pada kasus seperti cedera otak berat dan stroke perdarahan. Tumor otak juga perlu mendapat intubasi dan pemasangan ventilator sebelum terjadi gagal napas yang sebenarnya.

Baca Juga :  Imunisasi Dasar Ciptakan Generasi Tangguh

Sementara itu, Asisten Manajer Ruang ICU RSAH Melisa Puspitasari AMdKep mengatakan, refreshing kali ini diikuti oleh seluruh perawat ICU. Semua peserta antusias mengikuti refreshing. Sebab, materi disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya.

Di tempat terpisah, Direktur RSAH dr Indiati MMRS menegaskan, kebutuhan masyarakat akan pelayanan bermutu dan berfokus pada keselamatan pasien menjadi suatu keniscayaan. Hal itu harus dipenuhi semua fasilitas kesehatan, termasuk RSAH. ”Maka, keberadaan alat canggih dan lengkap serta SDM yang semakin terlatih, menjadi kewajiban bagi RSAH untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang bermutu dan berbasis keselamatan pasien,” pungkasnya. (*/bay/c1)

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar BanyuwangiKomitmen Rumah Sakit Al Huda (RSAH) untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tidak main-main. Kali ini, RSAH melakukan upgrade skill tim Intensive Care Unit (ICU). Mereka digembleng dalam refreshing penggunaan alat canggih ventilator pada Jumat lalu (28/7).

Manajer Instalasi Rawat Intensif RSAH dr Julita Ramayani SpAn menjelaskan, alat bantu napas (ventilator) adalah alat canggih yang digunakan untuk membantu sebagian atau seluruh proses pernapasan. Ini untuk mempertahankan oksigenasi atau kecukupan oksigen dalam tubuh.

Seperti kita ketahui, kata Julita, sepanjang hidup manusia membutuhkan oksigen secara terus-menerus. Sel-sel tubuh akan rusak bahkan mati bila tidak mendapatkan oksigen dalam jangka waktu tertentu.

Menurut Julita, ada banyak faktor yang menyebabkan pasien jatuh dalam kondisi yang mengharuskan pemakaian ventilator. ”Seperti pasien dengan gagal napas, henti napas (apnea), maupun hipoksia yang tidak teratasi dengan pemberian oksigen dengan selang (canul) biasa,” ujar dokter lulusan Universitas Gajah Mada itu.

Baca Juga :  RS Al-Huda Gambiran Gelar Operasi Hernia Gratis Ke-3

Julita mengatakan, kondisi seperti itu banyak terjadi pada kasus kelainan di paru. Seperti penyumbatan jalan napas, edema paru, kelainan tulang iga, atau patah tulang iga. Bisa juga terjadi pada kondisi payah jantung dan gangguan kesadaran (disfungsi neurologis).

Sementara itu, ventilator berfungsi mengatasi ketidakseimbangan ventilasi dan perfusi yang disebabkan sistem pernafasan yang terganggu. ”Ini menjamin hantaran oksigen ke jaringan supaya adekuat, sehingga meningkatkan kenyamanan pasien saat bernapas,” jelasnya.

Julita menambahkan, ventilator juga diperlukan pada tindakan operasi yang berisiko gagal napas karena pemakaian anestesi dan sedative pada kasus seperti cedera otak berat dan stroke perdarahan. Tumor otak juga perlu mendapat intubasi dan pemasangan ventilator sebelum terjadi gagal napas yang sebenarnya.

Baca Juga :  RSU Bhakti Husada Gelar Jalan Sehat

Sementara itu, Asisten Manajer Ruang ICU RSAH Melisa Puspitasari AMdKep mengatakan, refreshing kali ini diikuti oleh seluruh perawat ICU. Semua peserta antusias mengikuti refreshing. Sebab, materi disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya.

Di tempat terpisah, Direktur RSAH dr Indiati MMRS menegaskan, kebutuhan masyarakat akan pelayanan bermutu dan berfokus pada keselamatan pasien menjadi suatu keniscayaan. Hal itu harus dipenuhi semua fasilitas kesehatan, termasuk RSAH. ”Maka, keberadaan alat canggih dan lengkap serta SDM yang semakin terlatih, menjadi kewajiban bagi RSAH untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang bermutu dan berbasis keselamatan pasien,” pungkasnya. (*/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/