alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

RSAH Layani Tes Antibodi Kuantitatif S-RBD

GAMBIRAN – Imunitas atau kekebalan tubuh secara alami akan terbentuk setelah tubuh menerima vaksin atau pernah terpapar Covid-19. Kekuatan imunitas tiap orang bisa berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh. Dan untuk mengetahuinya, perlu dilakukan pemeriksaan antibodi kuantitatif Spike-Receptor Binding Domain (S-RBD).

Dokter Ade Rochaeni SpPK, Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit Al Huda (RSAH) menyampaikan, perbedaan pemeriksaan antibodi kualitatif dan kuantitatif terletak pada target protein yang digunakan. Antibodi kualitatif mendeteksi antibodi terhadap protein nucleocapsid (N). Sedangkan antibodi kuantitatif ini mendeteksi antibodi terhadap protein S-RBD, dimana antibodi terhadap protein S-RBD ini diketahui memiliki daya neutralisasi terhadap virus SARS-CoV-2.”Tes kualitatif bertujuan untuk skrining Covid-19. Sementara tes kuantitatif bertujuan untuk mengukur seberapa besar kekebalan terhadap Covid-19 yang terbentuk,” jelasnya.

Baca Juga :  Insentif Jaspel Nakes Covid-19 Belum Terbayar

Metode S-RBD ini akan membantu memberikan hasil kadar antibodi seseorang secara akurat. Sehingga pasien bisa mengetahui bagaimana respons imun tubuhnya terhadap Covid-19.Pemeriksaan antibodi kuantitatif S-RBD ini disarankan bagi penyintas atau orang yang pernah terinfeksi Covid-19, pasca vaksinasi Covid-19, dan skrining pendonor terapi plasma konvalesens.

Pemeriksaan S-RBD ini dapat dilakukan setidaknya satu bulan setelah terinfeksi Covid-19, atau 14 hari setelah menerima vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Serta sebelum memberikan donor plasma konvalesens. ”Jika ingin terus memantau perkembangan kadar antibodi, dapat dilakukan pemeriksaan secara berkala setiap tiga bulan sampai enam bulan sekali,” beber Ade.

Dalam pelaksanaannya, kata Ade, pemeriksaan antibodi kuantitatif S-RBD ini dapat dikerjakan setiap hari. Sampel yang digunakan berupa sampel darah vena dan metode pengerjaannya dengan metode immunoassay. Untuk  info lebih lanjut, dapat menghubungi Instalasi Laboratorium RSAH. (*/bay/c1)

Baca Juga :  Peserta BPJS Gratis Cuci Darah

GAMBIRAN – Imunitas atau kekebalan tubuh secara alami akan terbentuk setelah tubuh menerima vaksin atau pernah terpapar Covid-19. Kekuatan imunitas tiap orang bisa berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh. Dan untuk mengetahuinya, perlu dilakukan pemeriksaan antibodi kuantitatif Spike-Receptor Binding Domain (S-RBD).

Dokter Ade Rochaeni SpPK, Dokter Spesialis Patologi Klinik Rumah Sakit Al Huda (RSAH) menyampaikan, perbedaan pemeriksaan antibodi kualitatif dan kuantitatif terletak pada target protein yang digunakan. Antibodi kualitatif mendeteksi antibodi terhadap protein nucleocapsid (N). Sedangkan antibodi kuantitatif ini mendeteksi antibodi terhadap protein S-RBD, dimana antibodi terhadap protein S-RBD ini diketahui memiliki daya neutralisasi terhadap virus SARS-CoV-2.”Tes kualitatif bertujuan untuk skrining Covid-19. Sementara tes kuantitatif bertujuan untuk mengukur seberapa besar kekebalan terhadap Covid-19 yang terbentuk,” jelasnya.

Baca Juga :  RSAH Siap Layani Vaksinasi Internasional

Metode S-RBD ini akan membantu memberikan hasil kadar antibodi seseorang secara akurat. Sehingga pasien bisa mengetahui bagaimana respons imun tubuhnya terhadap Covid-19.Pemeriksaan antibodi kuantitatif S-RBD ini disarankan bagi penyintas atau orang yang pernah terinfeksi Covid-19, pasca vaksinasi Covid-19, dan skrining pendonor terapi plasma konvalesens.

Pemeriksaan S-RBD ini dapat dilakukan setidaknya satu bulan setelah terinfeksi Covid-19, atau 14 hari setelah menerima vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Serta sebelum memberikan donor plasma konvalesens. ”Jika ingin terus memantau perkembangan kadar antibodi, dapat dilakukan pemeriksaan secara berkala setiap tiga bulan sampai enam bulan sekali,” beber Ade.

Dalam pelaksanaannya, kata Ade, pemeriksaan antibodi kuantitatif S-RBD ini dapat dikerjakan setiap hari. Sampel yang digunakan berupa sampel darah vena dan metode pengerjaannya dengan metode immunoassay. Untuk  info lebih lanjut, dapat menghubungi Instalasi Laboratorium RSAH. (*/bay/c1)

Baca Juga :  Lulus Akreditasi Tingkat Paripurna, RS Al Huda Raih Bintang Lima

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/