BANYUWANGI – Baca aturan pakai menjadi aturan dasar bagi seseorang sebelum mengonsumsi obat. Sesuaikan dosis yang tertera di dalam kemasan untuk memastikan khasiat yang diinginkan dari penggunaan obat tersebut. Tidak ketinggalan yang perlu dibaca sebelum menggunakan obat yakni efek samping dari obat itu sendiri.
Efek samping sendiri merupakan respons obat yang merugikan dan tidak diharapkan yang terjadi karena penggunaan obat dengan dosis atau takaran normal. Tujuan yang ingin dicapai yakni proflaksis, diagnose, dan terapi. ”Baca seksama kemasan dengan efek samping yang mungkin timbul,” beber Ahmad Yunus Setiawan, perawat di RSUD Blambangan.
Tidak ada salahnya saat menerima obat dari apoteker, peminum obat bisa menanyakan dan mendapatkan informasi tentang efek samping obat. Ini penting agar pantangan selama mengonsumsi obat seperti menyetir atau menyalakan mesin bisa dihindari. Bisa jadi obat yang dikonsumsi menimbulkan kantuk.
Kenali juga aneka potensi efek samping obat yang bisa saja muncul. Efek samping bisa seperti reaksi alergi gatal, mengantuk, mual, ruam pada kulit, hingga lainnya. Di sisi lain, penggunaan obat dalam kondisi tertentu seperti ibu hamil, menyusui, lanjut usia, dan gagal ginjal juga patut diwaspadai. Penggunaan obat pada pasien tersebut dapat menimbulkan efek samping yang fatal bila menggunakan obat tanpa pengawasan apoteker maupun dokter. ”Komunikasikan dengan apoteker atau dokter terkait efek samping obat bila dalam kondisi seperti itu,” sarannya.