RADARBANYUWANGI.ID – Mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan Banyuwangi menyiapkan sistem kesiapsiagaan layanan kesehatan terpadu.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat, terutama para pemudik yang melintas di wilayah Banyuwangi sebagai salah satu jalur utama penghubung Jawa–Bali.
Banyuwangi Jadi Pintu Gerbang Strategis
Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor.
Mulai dari unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turut dilibatkan dalam pengamanan arus mudik.
“Banyuwangi merupakan pintu gerbang utama penyeberangan Jawa–Bali melalui Pelabuhan Ketapang serta memiliki jalur transportasi darat lintas provinsi dan bandara. Karena itu potensi pergerakan masyarakat saat mudik cukup tinggi,” ujarnya.
Sebanyak 10 Pos Kesehatan Disiagakan
Untuk mendukung layanan kesehatan selama periode mudik, Pemkab Banyuwangi menyiapkan 10 pos pelayanan terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis.
Pos tersebut terdiri dari tujuh Pos Pengamanan (Pos PAM), dua Pos Pelayanan (Pos Yan), serta satu Pos Terpadu.
Lokasi pos kesehatan meliputi wilayah Licin, Kalibaru, Genteng, Gambiran, Banyuwangi Kota, Rogojampi, Wongsorejo, area Bandara Banyuwangi, hingga kawasan Pelabuhan Ketapang.
“Di setiap pos terdapat tenaga kesehatan yang siap memberikan pelayanan medis awal bagi masyarakat maupun pemudik,” kata Amir.
Layanan Medis Lengkap dan Terintegrasi
Layanan yang disediakan di pos kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, hingga penanganan kegawatdaruratan.
Selain itu, petugas juga memberikan pertolongan pertama, stabilisasi pasien sebelum dirujuk, hingga proses rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat jika diperlukan.
Tenaga kesehatan yang bertugas berasal dari rumah sakit, puskesmas, serta klinik di Banyuwangi. Seluruh layanan ini terintegrasi dengan sistem darurat Public Safety Center 119 Banyuwangi yang siap memberikan respons cepat dalam kondisi darurat.
Dukungan Rumah Sakit dan Puskesmas Siaga
Tidak hanya pos kesehatan, layanan selama masa mudik juga diperkuat dengan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan lainnya.
Sebanyak 13 unit gawat darurat (UGD) rumah sakit dan 18 puskesmas rawat inap tetap beroperasi selama 24 jam penuh.
“Dengan dukungan tersebut, penanganan kegawatdaruratan kesehatan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” jelas Amir.
Selain itu, terdapat 13 rumah sakit dan puskesmas rawat jalan yang tetap membuka layanan selama libur Lebaran dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.
Komitmen Layanan Selama Mudik
Amir menegaskan, kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Banyuwangi dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
Dengan sistem layanan yang terintegrasi dan tersebar di berbagai titik, diharapkan pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan responsif selama perjalanan maupun saat berada di Banyuwangi,” pungkasnya.
Antisipasi Risiko di Jalur Mudik
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik, risiko gangguan kesehatan seperti kelelahan, dehidrasi, hingga kecelakaan lalu lintas juga meningkat.
Karena itu, keberadaan pos kesehatan menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam memberikan penanganan cepat di lapangan.
Melalui langkah ini, Banyuwangi berupaya memberikan rasa aman bagi para pemudik sekaligus memastikan kelancaran arus perjalanan di salah satu jalur tersibuk di Indonesia. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin