RADARBANYUWANGI.ID - Di era digital, arus informasi bergerak tanpa henti. Berita baik maupun buruk dapat diakses dalam hitungan detik melalui berbagai platform media sosial dan portal daring. Namun, kemudahan ini juga membawa konsekuensi berupa kelelahan mental akibat paparan informasi yang berlebihan. Salah satu fenomena yang muncul adalah doom scrolling.
Pengertian Doom Scrolling
Doom scrolling adalah kebiasaan menggulir atau menjelajahi berita, terutama berita negatif, secara terus-menerus di media sosial atau internet. Aktivitas ini sering dilakukan tanpa disadari dan sulit dihentikan, meskipun konten yang dikonsumsi memicu rasa cemas, takut, atau tertekan.
Alih-alih memperoleh wawasan, seseorang justru terjebak dalam siklus membaca kabar buruk yang memperburuk kondisi emosional dan psikologis.
Dampak Doom Scrolling bagi Kesehatan Mental
Menurut Alodokter, kebiasaan membaca berita negatif secara berlebihan dapat menimbulkan rasa cemas dan ketakutan yang berlebihan. Paparan konten negatif yang terus-menerus membuat pikiran dipenuhi asumsi buruk, sehingga meningkatkan risiko:
- Stres berkepanjangan
- Perasaan tertekan
- Rasa kesepian dan terisolasi
- Paranoia terhadap lingkungan sekitar
- Gangguan kualitas tidur
Selain itu, doom scrolling dapat mengganggu produktivitas dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Cara Mengatasi Doom Scrolling
Agar tidak terjebak dalam kebiasaan ini, diperlukan langkah-langkah preventif dan pengendalian diri yang konsisten. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
1. Membatasi Penggunaan Media Sosial
Tetapkan batas waktu harian untuk menggunakan media sosial. Pengaturan waktu ini membantu mengurangi paparan informasi negatif secara berlebihan.
2. Melakukan Kegiatan Positif
Alihkan perhatian dengan aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti membaca buku, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan kerabat. Kegiatan positif dapat membantu menyegarkan pikiran dan memperbaiki suasana hati.
3. Memfilter Informasi yang Dikonsumsi
Selektiflah dalam memilih sumber berita. Utamakan informasi yang kredibel, edukatif, dan konstruktif. Hindari kebiasaan mencari kabar buruk hanya karena rasa penasaran.
4. Menjauhkan Ponsel Saat Tidur
Menurut Aditi Nerurkar, menjauhkan ponsel dari tempat tidur dapat membantu mengurangi stres akibat kebiasaan doom scrolling. Dengan tidak meletakkan ponsel dalam jangkauan, keinginan untuk memeriksa berita sebelum tidur dapat diminimalkan.
5. Mematikan Notifikasi yang Tidak Penting
Membangun batas antara diri sendiri dan perangkat digital sangatlah penting. Menonaktifkan notifikasi yang tidak mendesak dapat mencegah dorongan untuk terus membuka media sosial.
Artikel ini ditulis oleh Akbar Maulana Ilman, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang.
Editor : Lugas Rumpakaadi