Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kolaborasi Unair–Griffith University Dorong Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Adat Osing Kemiren Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 16 Februari 2026 | 08:00 WIB

Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga menggandeng Griffith University Australia bersama Dinas Kesehatan di Desa Kemiren, Glagah, Rabu (11/2).
Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga menggandeng Griffith University Australia bersama Dinas Kesehatan di Desa Kemiren, Glagah, Rabu (11/2).

RADARBANYUWANGI.ID – Kolaborasi internasional turun langsung memperkuat kualitas kesehatan masyarakat di Banyuwangi.

Rabu (11/2), tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga menggandeng akademisi dari Griffith University Australia melakukan pengabdian masyarakat di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan akademik. Fokus utamanya menyasar isu krusial kesehatan ibu dan bayi di komunitas adat Osing.

Para akademisi dan tenaga kesehatan bertemu warga di Pendapa Desa Adat Osing untuk berdiskusi langsung seputar imunisasi, tuberkulosis (TB) anak, ASI eksklusif hingga mitos kesehatan yang masih hidup di tengah masyarakat.

Pendekatan Dialog, Bukan Ceramah

Dekan FKM Unair, Ratna Dwi Wulandari, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kampus hadir di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendekatan partisipatif ketimbang ceramah satu arah.

“Kami tidak ingin ilmu berhenti di jurnal. Ilmu harus menyentuh ibu dan anak sebagai fondasi generasi masa depan,” ujarnya.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk membangun kepercayaan warga sekaligus memahami konteks sosial budaya yang melatarbelakangi perilaku kesehatan di masyarakat adat Osing.

Fasilitator kegiatan, Nyoman Anita Damayanti, menambahkan bahwa persoalan kesehatan ibu dan bayi tidak bisa dilepaskan dari faktor sosial dan budaya.

“Kami berdiskusi, bukan menggurui. Justru dari masyarakat kami belajar konteks lokal yang harus dihormati,” katanya.

Literasi Kesehatan dan Cek Gratis

Selama dua hari kegiatan, warga mendapatkan literasi kesehatan mengenai pentingnya ASI eksklusif, imunisasi lengkap, pencegahan TB pada anak, serta pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Tak hanya edukasi, tim juga menggelar layanan cek kesehatan gratis. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, hingga skrining ibu hamil untuk deteksi dini risiko kehamilan.

Langkah preventif tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menilai kolaborasi lintas negara ini sejalan dengan transformasi layanan kesehatan primer yang tengah digenjot pemerintah.

“Deteksi dini adalah kunci. Banyak komplikasi bisa dicegah kalau faktor risiko dikenali lebih awal,” ujarnya.

Tanam TOGA, Simbol Komitmen Bersama

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif antara akademisi, tenaga kesehatan, dan warga. Sebagai simbol komitmen bersama, dilakukan pula penanaman TOGA di lingkungan desa.

Kolaborasi internasional ini tidak hanya memperluas jejaring global pendidikan kesehatan, tetapi juga menyentuh langsung denyut persoalan paling mendasar: keselamatan ibu dan masa depan anak-anak Banyuwangi.

Menurut Amir, Desa Kemiren memiliki potensi besar menjadi model literasi kesehatan berbasis budaya lokal.

Pendekatan yang menghargai kearifan masyarakat Osing dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran dan kepercayaan warga.

“Kesehatan dimulai dari rumah. Ibu adalah penggeraknya. Kalau ibu paham ASI, imunisasi, dan pola hidup sehat, dampaknya ke seluruh keluarga,” tegasnya.

Dengan kolaborasi akademik lintas negara yang menyentuh akar persoalan di tingkat desa, upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Banyuwangi diharapkan semakin terarah, inklusif, dan berkelanjutan. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Desa Adat Osing #kesehatan ibu dan anak #Unair #Griffith University #Kemiren Banyuwangi