Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah Mbah Mis, ODGJ yang Kini Hidup Mandiri Berkat Terapi Unik Puskesmas Grajagan!

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 10 Oktober 2025 | 12:00 WIB
Kepala Puskesmas Grajagan, Sugiyanto bersama Kasi P2PM Dinkes Banyuwangi Achmad Yunus Setiawan berbincang dengan Miswati di rumah layanan khusus Puskesmas Grajagan, Kamis (9/10).
Kepala Puskesmas Grajagan, Sugiyanto bersama Kasi P2PM Dinkes Banyuwangi Achmad Yunus Setiawan berbincang dengan Miswati di rumah layanan khusus Puskesmas Grajagan, Kamis (9/10).

RADARBANYUWANGI.ID - Puskesmas Grajagan memiliki cara unik dalam memberikan perhatian kepada warga dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Pegawai setempat mendirikan rumah khusus untuk memberikan terapi langsung kepada ODGJ hingga sembuh.

Salah satu yang merasakan manfaat berdirinya rumah khusus adalah Miswati,53, warga Desa Grajagan.

Ibu satu anak itu kini bisa hidup mandiri setelah mendapat pendampingan rutin dari pihak Puskesmas.

Kepala Puskesmas Grajagan Sugiyanto menjelaskan, bahwa wanita yang akrab disapa Mbah Mis sudah menjadi pasien binaan selama empat tahun terakhir. 

Sebelum dibawa ke rumah khusus ODGJ, kondisinya sungguh memprihatinkan. Mbah Mis kerap marah dan tidak bisa diajak berkomunikasi.

Berkat pendampinagn dan perawatan intensif, kondisi Mbah Mis kini sudah jauh membaik.

“Selama ini kami menangani beliau seperti pasien biasa. Dulu sempat beberapa kali dirujuk ke RSJ Lawang untuk terapi dan pengobatan. Sekarang sudah stabil dan hanya sesekali saja minum obat,” kata Sugiyanto.

Tak hanya diberikan pengobatan, Mbah Mis juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan sekitar Puskesmas.

Wanita itu ikut menjaga kebersihan dan membantu petugas menjaga kawasan Puskesmas.

“Beliau sekarang aktif ikut bersih-bersih lingkungan dan kegiatan sosial. Warga sekitar juga ikut membantu dan menerima keberadaannya,” tambahnya.

Untuk kebutuhan sehari-hari, warga kerap memberikan bantuan kepada Mbah Mis. Sebaliknya, tak sedikit warga menggunakan jasa Mbah Mis untuk bersih-bersih rumah. 

"Banyak yang minta tolong mencuci dan lain lain. Mbah Mis orangnya ulet, sehingga tidak kesulitan mencari uang. Setiap ada kegiatan Jumat berkah, kita juga memberikan sesuatu kepada Mbah Mis. Kadang kalau pas belanja hari cantik, kita berikan sembako ke Mbah Mis," imbuhnya.

Kini, Mbah Mis mampu mencari penghasilan sendiri dan hidup mandiri. Perubahan ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, ODGJ bisa kembali produktif dan diterima di masyarakat.

”Selain mendapat pelayanan pemulihan kesehatan mental, pasien ODGJ juga dilatih dan diberdayakan sesuai dengan passion mereka,’’ kata Sugiyanto.

Beberapa waktu lalu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkesempatan melihat langsung keahlian para pasien ODGJ di Posyandu Jiwa, Puskesmas Benculuk, Cluring saat menjalankan program Bunga Desa. Mereka ada yang menjadi penabuh gamelan, ada juga yang menjadi penari jaranan buto.

“Ini program yang sangat baik. Selain kesehatan mentalnya dipulihkan, para pasien ODGJ juga diberdayakan, sehingga lebih mudah bagi mereka diterima masyarakat,” kata Ipuk kala itu.

Program posyandu kesehatan jiwa ini melibatkan masyarakat sekitar yang tergabung dalam relawan "Kader Jiwa" yang bertugas membantu tim kesehatan jiwa Puskesmas. 

Warga yang memang dinyatakan mengalami gangguan mental, akan dilakukan penanganan lanjutan. Seperti pemberian obat dan terapi mental oleh tenaga perawat jiwa.

Dalam terapi kami, selain ada obat yang harus diminum secara rutin, mereka juga kita beri kesibukan sesuai dengan bakat dan minatnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Puskesmas Grajagan #ODGJ Banyuwangi #kisah inspiratif