RadarBanyuwangi.id - Masih banyak keluarga yang menganggap menstruasi sebagai topik yang tabu, bahkan di dalam rumah sendiri.
Padahal, haid adalah proses biologis alami yang dialami perempuan, bukan sesuatu yang memalukan atau harus disembunyikan.
Justru, lingkungan keluarga, termasuk ayah dan kakak laki-laki, punya peran besar dalam membentuk pemahaman yang sehat soal ini.
Bangun Pemahaman Sejak di Rumah
Penting bagi ayah dan anggota keluarga laki-laki untuk mengerti bahwa menstruasi bukanlah hal kotor atau menjijikkan.
Bersikap terbuka terhadap topik ini di rumah bisa membuat anak perempuan merasa aman dan diterima saat mengalami menstruasi.
Ayah yang bersikap santai dan suportif bisa menjadi contoh bahwa haid bukanlah hal yang perlu ditutupi.
Jangan Malu, Jangan Menjauh
Ketika anak perempuan atau adik sedang haid, hindari menunjukkan sikap menjauh atau merasa tidak nyaman.
Misalnya, jangan langsung mengalihkan pembicaraan atau memarahi jika ada pembalut yang terlihat di meja.
Sikap seperti itu justru memperkuat rasa malu dan membuat anak merasa tubuhnya adalah sesuatu yang “aneh”.
Edukasi Anak Laki-laki Sejak Dini
Salah satu cara mencegah stigma adalah dengan mengenalkan anak laki-laki pada fakta menstruasi sejak usia dini.
Tidak perlu terlalu ilmiah, cukup ajarkan bahwa menstruasi adalah proses alami, bukan penyakit.
Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi laki-laki yang menghormati perempuan dan tidak membuat candaan tidak pantas soal haid.
Dengan membiasakan keluarga untuk berbicara terbuka dan menghormati proses tubuh perempuan, kita bisa menciptakan generasi yang lebih empatik, pengertian, dan bebas stigma. Karena sejatinya, haid adalah bagian dari kehidupan, bukan hal yang perlu disembunyikan. (*)
Editor : Ali Sodiqin