Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tidak sampai Alami Luka Bakar, Tiga Karyawan Gerai Ayam Geprek Shella Fried Chicken Tinggalkan RSUD Blambangan Banyuwangi

Bagus Rio Rohman • Jumat, 14 Maret 2025 | 10:00 WIB
Korban kebakaran gerai ayam geprek SFC di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, mulai membaik usai menjalani perawatan di RSUD Blambangan, Kamis (13/3).
Korban kebakaran gerai ayam geprek SFC di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, mulai membaik usai menjalani perawatan di RSUD Blambangan, Kamis (13/3).

RADAR BANYUWANGI - Kondisi ketiga korban kebakaran gerai ayam geprek Shella Fried Chicken (SFC) yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, berangsur membaik.

Korban sempat mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal akibat kebakaran.

Ketiga karyawan tersebut adalah Putri, 26, warga Sukowidi; Indah, 22, warga Pesucen; dan Shinta, 25, warga Desa Kemiren.

Ketiga karyawan tersebut diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Blambangan pada Rabu (12/3).

Biaya pengobatan ketiga karyawan tersebut ditanggung pemilik gerai Mudofar, warga Kecamatan Srono.

Bos SFC itu tidak hanya menanggung biaya pengobatan para karyawan, tetapi juga tidak menuntut karyawan ke ranah hukum.

Mudofar memilih untuk tidak melaporkan insiden tersebut ke kepolisian. Dia bisa menerima musibah kebakaran tersebut.

Kapolsek Giri AKP Budi Mujiono membenarkan kondisi korban sudah membaik dan sudah pulang dari RSUD Blambangan.

”Awalnya sesak napas, sekarang sudah lega. Tiga karyawan sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan,” katanya.

Budi mengatakan, tiga karyawan tersebut tidak ada yang mengalami luka bakar. Mereka melumuri badannya dengan air saat bersembunyi di kamar mandi.

”Tidak ada luka bakar, perawatannya cukup cepat,” sebutnya.

Dalam insiden tersebut, lanjut Budi, pemilik gerai tidak melaporkan ke polisi. Dengan demikian pihaknya tidak melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

”Semua biaya perawatan ditanggung pemilik SFC, termasuk biaya pengobatan para karyawannya,” ungkapnya.

Budi menambahkan, pihaknya tetap memasang polisi line di lokasi kebakaran. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya seseorang yang tidak dikenal masuk ke lokasi.

”Kami sudah memastikan bahwa kebakaran tersebut akibat adanya kebocoran tabung gas,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda gerai ayam geprek Shella Fried Chicken (SFC) yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Kamis (12/3) siang.

Gerai milik Mudofar, warga Kecamatan Srono tersebut, ludes dilalap si jago merah.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran yang terjadi pukul 12.15 tersebut. Hanya saja, empat orang yang merupakan warga dan karyawan SFC dilarikan ke RSUD Blambangan.

Sumber kebakaran diduga dari tabung gas elpiji melon yang bocor dan tersambar api dari kompor.

 

Begitu bocor, tabung elpiji terkena api dan langsung terlempar berputar-putar hingga mengenai tripleks.  

Tripleks yang terbakar kemudian jatuh mengenai tiga sepeda motor yang parkir di depan ruko pinggir jalan raya tersebut. Dengan cepat, api menjalar hingga meludeskan barang-barang berharga.

Saat api berkobar, ada tiga karyawan ayam geprek yang masih berada di dalam. Ketiganya adalah Putri, 26, warga Sukowidi; Indah, 22, warga Pesucen; dan Shinta, 25, warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Mereka terperangkap di dalam ruko. Evakuasi baru bisa dilakukan setelah petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) menjebol pintu sisi belakang ruko.

Saat dievakuasi petugas Damkarmat, para karyawan itu sudah dalam keadaan sesak napas hingga harus dilarikan ke RSUD Blambangan. (rio/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Gas Bocor #ayam geprek #mojopanggung #banyuwangi #kebakaran