alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Masyarakat Diimbau Jaga Kesehatan Ginjal

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia (HGS) yang jatuh pada pekan kedua bulan Maret, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan memperingati dengan melakukan sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan ginjal.

Direktur RSUD Blambangan dr H Widji Lestariono MMKes mengatakan, peringatan HGS tahun ini mengusung tema Kidney Health for All. Melalui tema tersebut, pihaknya berupaya menyampaikan pentingnya organ ginjal, termasuk risiko yang harus dihadapi ketika gangguan ginjal tidak ditangani dengan baik.

Maka dari itu, masyarakat yang masih sehat diimbau untuk selalu menjaga ginjalnya dengan baik. Dengan cara selalu melakukan gerakan masyarakat hidup sehat. ”Seperti olahraga teratur, konsumsi buah dan sayur, serta selalu melakukan monitoring terhadap penyakit degeneratif yang bisa mengakibatkan komplikasi terhadap ginjal, yaitu tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol dan lain-lain,” jelas Rio, sapaan akrab dr Widji Lestariono.

Dokter Indah Reviati Kusuma SpPD menambahkan, penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Dokter spesialis penyakit dalam itu mengakui, diperkirakan 850 juta penduduk dunia memiliki penyakit ginjal karena berbagai sebab. Selain itu, Penyakit Ginjal Kronik (PGK) menyebabkan paling sedikit 2,4 juta kematian per tahun.

Saat ini, PGK menjadi penyebab kematian urutan keenam. Gangguan ginjal akut juga dapat berlanjut menjadi PGK. Hal ini memengaruhi sekitar 13 juta penduduk di seluruh dunia, dan 85 persen kasus ini ditemukan di negara berpenghasilan rendah dan sedang. ”Secara global, sekitar 1,7 juta orang penderitanya meninggal dunia setiap tahun,” tuturnya.

Sementara itu, kesehatan ginjal secara umum masih belum diperhatikan oleh masyarakat. Sehingga, beban penyakit ginjal semakin meningkat di seluruh dunia. Demi pentingnya kesehatan ginjal bagi seluruh masyarakat, The International Federation of Kidney Foundation (IFKF) mencanangkan HGS atau dalam istilah global disebut World Kidney Day (WKD) yang diperingati setiap 10 Maret.

Selain itu, unit Hemodialisa RSUD Blambangan turut berpartisipasi dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk WKD setiap tahun. ”HGS diselenggarakan untuk mengingatkan kita adanya PGK, yang merupakan penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dicegah,” ujar Indah.

Penyebaran informasi dan edukasi mengenai kesehatan ginjal menjadi hal yang sangat penting. Mengingat upaya pencegahannya harus dimulai sejak dini. Unit HD RSUD Blambangan menyelenggarakan peringatan WKD, Sabtu lalu (26/3). Kegiatan ini diikuti oleh pasien dan keluarganya.

Kegiatan tersebut dimulai dengan edukasi pentingnya menjaga kesehatan. Juga edukasi dan peragaan menggunakan masker yang baik. Disusul sesi tanya jawab dan pemberian door prize kepada pasien dan keluarga. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bingkisan kepada pasien yang sedang menjalani hemodialisis. Tali asih diserahkan dr Ayyub Erdianto selaku Kasi Pelayanan Medis. 

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia (HGS) yang jatuh pada pekan kedua bulan Maret, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan memperingati dengan melakukan sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan ginjal.

Direktur RSUD Blambangan dr H Widji Lestariono MMKes mengatakan, peringatan HGS tahun ini mengusung tema Kidney Health for All. Melalui tema tersebut, pihaknya berupaya menyampaikan pentingnya organ ginjal, termasuk risiko yang harus dihadapi ketika gangguan ginjal tidak ditangani dengan baik.

Maka dari itu, masyarakat yang masih sehat diimbau untuk selalu menjaga ginjalnya dengan baik. Dengan cara selalu melakukan gerakan masyarakat hidup sehat. ”Seperti olahraga teratur, konsumsi buah dan sayur, serta selalu melakukan monitoring terhadap penyakit degeneratif yang bisa mengakibatkan komplikasi terhadap ginjal, yaitu tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol dan lain-lain,” jelas Rio, sapaan akrab dr Widji Lestariono.

Dokter Indah Reviati Kusuma SpPD menambahkan, penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Dokter spesialis penyakit dalam itu mengakui, diperkirakan 850 juta penduduk dunia memiliki penyakit ginjal karena berbagai sebab. Selain itu, Penyakit Ginjal Kronik (PGK) menyebabkan paling sedikit 2,4 juta kematian per tahun.

Saat ini, PGK menjadi penyebab kematian urutan keenam. Gangguan ginjal akut juga dapat berlanjut menjadi PGK. Hal ini memengaruhi sekitar 13 juta penduduk di seluruh dunia, dan 85 persen kasus ini ditemukan di negara berpenghasilan rendah dan sedang. ”Secara global, sekitar 1,7 juta orang penderitanya meninggal dunia setiap tahun,” tuturnya.

Sementara itu, kesehatan ginjal secara umum masih belum diperhatikan oleh masyarakat. Sehingga, beban penyakit ginjal semakin meningkat di seluruh dunia. Demi pentingnya kesehatan ginjal bagi seluruh masyarakat, The International Federation of Kidney Foundation (IFKF) mencanangkan HGS atau dalam istilah global disebut World Kidney Day (WKD) yang diperingati setiap 10 Maret.

Selain itu, unit Hemodialisa RSUD Blambangan turut berpartisipasi dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan untuk WKD setiap tahun. ”HGS diselenggarakan untuk mengingatkan kita adanya PGK, yang merupakan penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dicegah,” ujar Indah.

Penyebaran informasi dan edukasi mengenai kesehatan ginjal menjadi hal yang sangat penting. Mengingat upaya pencegahannya harus dimulai sejak dini. Unit HD RSUD Blambangan menyelenggarakan peringatan WKD, Sabtu lalu (26/3). Kegiatan ini diikuti oleh pasien dan keluarganya.

Kegiatan tersebut dimulai dengan edukasi pentingnya menjaga kesehatan. Juga edukasi dan peragaan menggunakan masker yang baik. Disusul sesi tanya jawab dan pemberian door prize kepada pasien dan keluarga. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bingkisan kepada pasien yang sedang menjalani hemodialisis. Tali asih diserahkan dr Ayyub Erdianto selaku Kasi Pelayanan Medis. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/