alexametrics
29 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

133 Pencatat Meteran PLN Ikut Divaksin

RadarBanyuwangi.id – Masyarakat yang selama ini kerap didatangi petugas PLN untuk mengecek angka meteran listrik kini bisa tenang. Kemarin (29/3) sebanyak  133 petugas pencatat meteran listrik yang selama ini door to door ke rumah warga, sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Mereka divaksin bersama ratusan petugas pelayanan PLN lainnya. Termasuk petugas bagian pelayanan teknik, tenaga penyambungan, petugas data induk jaringan, dan driver kendaraan PLN yang juga kerap berkeliling saat ada gangguan listrik.

”Total ada 566 petugas yang divaksin. Selain pegawai PLN ada petugas yang juga bertugas di lapangan. Jangkauan mereka satu kabupaten, jadi kita usulkan dalam pelayanan publik di tahap dua ini,” ujar Manager PLN UP3 Banyuwangi Krisantus Hendro Setyawan.

Baca Juga :  Vaksinasi Gelombang Dua Ditarget Tuntas Pertengahan Februari

Pendataan sasaran vaksinasi untuk petugas listrik sudah diberikan sejak bulan Februari lalu, tapi baru terealisasi pada akhir Maret. Alasannya, jatah vaksin menyesuaikan Dinkes Banyuwangi. Rencananya vaksinasi akan berjalan selama empat hari dengan rata-rata 150 sasaran per hari.

Dengan pemberian vaksinasi, Krisantus berharap masyarakat bisa merasa lebih aman ketika para petugas pelayanan mereka datang. Begitu juga untuk petugas yang berkeliling. Mereka menjadi lebih tenang saat bekerja karena setidaknya antibodi mereka sudah terbentuk.

Krisantus menceritakan, awal pandemi bulan Maret sampai April 2020 lalu, petugas PLN terutama bagian pencatatan meteran sempat tak turun langsung ke rumah warga. Mereka khawatir akan tertular Covid atau menjadi penular saat bertugas.

Baca Juga :  Jemput Bola Vaksinasi Lansia dan Difabel

Saat itu sempat terjadi kehebohan akibat banyak pelanggan yang merasa tagihan listrik mereka terlalu tinggi. Padahal PLN melakukan penghitungan dengan nilai rata-rata tagihan selama tiga bulan saat petugas pencatat meteran tidak turun ke rumah-rumah.

Sampai kemudian PLN mengoptimalkan aplikasi PLN Mobile agar warga bisa melaporkan sendiri angka meteran mereka. ”Sekarang petugas sudah kembali berkeliling, dengan menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat sebenarnya bisa melaporkan sendiri melalui aplikasi dengan memasukkan ID pelanggan,” pungkasnya.

RadarBanyuwangi.id – Masyarakat yang selama ini kerap didatangi petugas PLN untuk mengecek angka meteran listrik kini bisa tenang. Kemarin (29/3) sebanyak  133 petugas pencatat meteran listrik yang selama ini door to door ke rumah warga, sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Mereka divaksin bersama ratusan petugas pelayanan PLN lainnya. Termasuk petugas bagian pelayanan teknik, tenaga penyambungan, petugas data induk jaringan, dan driver kendaraan PLN yang juga kerap berkeliling saat ada gangguan listrik.

”Total ada 566 petugas yang divaksin. Selain pegawai PLN ada petugas yang juga bertugas di lapangan. Jangkauan mereka satu kabupaten, jadi kita usulkan dalam pelayanan publik di tahap dua ini,” ujar Manager PLN UP3 Banyuwangi Krisantus Hendro Setyawan.

Baca Juga :  Berjuang Melawan Penyakit Paru-paru, Suami Yuniati Dilindungi JKN-KIS

Pendataan sasaran vaksinasi untuk petugas listrik sudah diberikan sejak bulan Februari lalu, tapi baru terealisasi pada akhir Maret. Alasannya, jatah vaksin menyesuaikan Dinkes Banyuwangi. Rencananya vaksinasi akan berjalan selama empat hari dengan rata-rata 150 sasaran per hari.

Dengan pemberian vaksinasi, Krisantus berharap masyarakat bisa merasa lebih aman ketika para petugas pelayanan mereka datang. Begitu juga untuk petugas yang berkeliling. Mereka menjadi lebih tenang saat bekerja karena setidaknya antibodi mereka sudah terbentuk.

Krisantus menceritakan, awal pandemi bulan Maret sampai April 2020 lalu, petugas PLN terutama bagian pencatatan meteran sempat tak turun langsung ke rumah warga. Mereka khawatir akan tertular Covid atau menjadi penular saat bertugas.

Baca Juga :  Hidup Sebatang Kara, Mbah Rebi Dirawat RSI Fatimah

Saat itu sempat terjadi kehebohan akibat banyak pelanggan yang merasa tagihan listrik mereka terlalu tinggi. Padahal PLN melakukan penghitungan dengan nilai rata-rata tagihan selama tiga bulan saat petugas pencatat meteran tidak turun ke rumah-rumah.

Sampai kemudian PLN mengoptimalkan aplikasi PLN Mobile agar warga bisa melaporkan sendiri angka meteran mereka. ”Sekarang petugas sudah kembali berkeliling, dengan menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat sebenarnya bisa melaporkan sendiri melalui aplikasi dengan memasukkan ID pelanggan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/