alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Puluhan Penyandang Disabilitas Kecamatan Glagah Divaksin Covid-19

RadarBanyuwangi.id – Jangkauan vaksinasi bagi masyarakat di Banyuwangi terus diperluas. Kemarin (26/8) puluhan  warga penyandang disabilitas di sekitar wilayah Kecamatan Glagah mendapat suntikan vaksin jenis sinopharm yang dilakukan  Satgas COVID-19 Kecamatan Glagah bersama aparat desa dan Puskesmas.

Untuk mempermudah vaksinasi, petugas dan vaksinator mendatangi rumah warga secara door to door. Salah satunya dilakukan di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Paspan yang didampingi oleh, staf desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas turun dari rumah ke rumah melakukan suntik vaksinasi terhadap warga disabilitas di wilayah tersebut. “Ada 20 orang disabilitas wicara di wilayah kami. Kita lakukan vaksinasi kepada mereka secara door to door,” ujar Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis,

Pendataan jumlah penyandang disabilitas sendiri dilakukan oleh pihak desa. Sementara untuk vaksinasi dilakukan oleh pihak Puskesmas Paspan. Sebelum dilakukan vaksinasi, mereka diberi pemahaman terkait dengan pentingnya vaksinasi COVID-19.  Pihak desa mendampingi seluruh proses vaksinasi dari rumah ke rumah. “Kita siapkan penerjemah untuk mempermudah. Yang pasti protap kita lakukan sesuai standart,” jelasnya.   

Vaksinasi kepada penyandang disabilitas dan ODGJ juga dilakukan di beberapa Desa lain di kecamatan Glagah seperti Paspan, Rejosari dan Banjarsari. Kepala Puskesmas Paspan, Yunus Setiawan menambahkan ada 104 orang penyandang disabilitas yang ada di seluruh wilayah Kecamatan Glagah. Kemarin, baru 30 orang penyandang disabilitas yang mendapatkan vaksinasi. Data sasaran vaksin sendiri didapat dari Dinas Kesehatan yang kemudian dibreakdown dengan data pihak Desa.

Baru setelah itu dipilih mana sasaran prioritas yang divaksin lebih awal. Karena harus menyesuaikan stok vaksin, vaksinasi dilakukan ke beberapa orang terlebih dahulu sebelum ke seluruh sasaran. “Semua tahapan vaksinasi sama saja dengan vaksinasi umum. Yang membedakan hanya kita door to door. Untuk skreening juga sama, yang penting secara fisik baik, riwayatnya juga sehat langsung kita vaksin. Rencananya besok (hari ini) kita vaksin lagi 15 orang penyandang disabilitas,”tegasnya.

Wakil Ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto menambahkan pihaknya  menginstruksikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mendata warga disabilitas yang belum di vaksinasi. Karena para penyandang disabilitas menjadi salah satu sasaran yang diprioritaskan dalam vaksinasi. “Tentu kita sangat mengapreasi langkah pemerintah desa dan puskesmas melakukan vaksinasi door to door terhadap warga penyandang disabilitas di Olehsari dan beberapa desa lainya. Kita perintahkan anggota desa untuk melakukan pendataan disabilitas yang belum di vaksinasi untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi COVID-19” ujarnya.

Sementara itu, Pendamping Penyandang Disabilitas Banyuwangi, Fajar Isnaini mengatakan, kegiatan ini sangat efektif untuk warga disabilitas. Pelayanan prima dengan vaksinasi jemput bola ini merupakan salah satu terobosan penting dalam mewujudkan herd immunity bagi masyarakat. “Sistem jemput bola di lakukan agar disabilitas juga mempunyai herd immunity dan terlayani dengan baik. Karena penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama untuk di perlakukan. Alhamdulillah kegiatan yang di lakukan oleh Puskesmas Paspan dan Pemdes Olehsari berjalan lancar,” pungkasnya. (fre)

RadarBanyuwangi.id – Jangkauan vaksinasi bagi masyarakat di Banyuwangi terus diperluas. Kemarin (26/8) puluhan  warga penyandang disabilitas di sekitar wilayah Kecamatan Glagah mendapat suntikan vaksin jenis sinopharm yang dilakukan  Satgas COVID-19 Kecamatan Glagah bersama aparat desa dan Puskesmas.

Untuk mempermudah vaksinasi, petugas dan vaksinator mendatangi rumah warga secara door to door. Salah satunya dilakukan di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Paspan yang didampingi oleh, staf desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas turun dari rumah ke rumah melakukan suntik vaksinasi terhadap warga disabilitas di wilayah tersebut. “Ada 20 orang disabilitas wicara di wilayah kami. Kita lakukan vaksinasi kepada mereka secara door to door,” ujar Kepala Desa Olehsari, Joko Mukhlis,

Pendataan jumlah penyandang disabilitas sendiri dilakukan oleh pihak desa. Sementara untuk vaksinasi dilakukan oleh pihak Puskesmas Paspan. Sebelum dilakukan vaksinasi, mereka diberi pemahaman terkait dengan pentingnya vaksinasi COVID-19.  Pihak desa mendampingi seluruh proses vaksinasi dari rumah ke rumah. “Kita siapkan penerjemah untuk mempermudah. Yang pasti protap kita lakukan sesuai standart,” jelasnya.   

Vaksinasi kepada penyandang disabilitas dan ODGJ juga dilakukan di beberapa Desa lain di kecamatan Glagah seperti Paspan, Rejosari dan Banjarsari. Kepala Puskesmas Paspan, Yunus Setiawan menambahkan ada 104 orang penyandang disabilitas yang ada di seluruh wilayah Kecamatan Glagah. Kemarin, baru 30 orang penyandang disabilitas yang mendapatkan vaksinasi. Data sasaran vaksin sendiri didapat dari Dinas Kesehatan yang kemudian dibreakdown dengan data pihak Desa.

Baru setelah itu dipilih mana sasaran prioritas yang divaksin lebih awal. Karena harus menyesuaikan stok vaksin, vaksinasi dilakukan ke beberapa orang terlebih dahulu sebelum ke seluruh sasaran. “Semua tahapan vaksinasi sama saja dengan vaksinasi umum. Yang membedakan hanya kita door to door. Untuk skreening juga sama, yang penting secara fisik baik, riwayatnya juga sehat langsung kita vaksin. Rencananya besok (hari ini) kita vaksin lagi 15 orang penyandang disabilitas,”tegasnya.

Wakil Ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto menambahkan pihaknya  menginstruksikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mendata warga disabilitas yang belum di vaksinasi. Karena para penyandang disabilitas menjadi salah satu sasaran yang diprioritaskan dalam vaksinasi. “Tentu kita sangat mengapreasi langkah pemerintah desa dan puskesmas melakukan vaksinasi door to door terhadap warga penyandang disabilitas di Olehsari dan beberapa desa lainya. Kita perintahkan anggota desa untuk melakukan pendataan disabilitas yang belum di vaksinasi untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi COVID-19” ujarnya.

Sementara itu, Pendamping Penyandang Disabilitas Banyuwangi, Fajar Isnaini mengatakan, kegiatan ini sangat efektif untuk warga disabilitas. Pelayanan prima dengan vaksinasi jemput bola ini merupakan salah satu terobosan penting dalam mewujudkan herd immunity bagi masyarakat. “Sistem jemput bola di lakukan agar disabilitas juga mempunyai herd immunity dan terlayani dengan baik. Karena penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama untuk di perlakukan. Alhamdulillah kegiatan yang di lakukan oleh Puskesmas Paspan dan Pemdes Olehsari berjalan lancar,” pungkasnya. (fre)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/