alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Vaksin Segera Expired, Dinkes Kebut Vaksinasi

RadarBanyuwangi.id – Masa kedaluwarsa 254.180 dosis vaksin AstraZeneca yang datang awal Mei lalu akan habis pada 30 Juni nanti. Dinas Kesehatan Banyuwangi berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong cakupan vaksinasi kepada seluruh masyarakat.

Hingga kemarin (27/5), dari 70.736 sasaran pelayanan publik baru tervaksin 74,55 persen atau 53.733 sasaran. Untuk lansia, dari 87.927 sasaran baru tervaksin 37,38 persen atau sekitar 32.863 orang. Jika ditotal dengan tenaga kesehatan di Banyuwangi, baru 164.743 sasaran yang sudah menerima vaksinasi atau 12 persen dari total 1,3 juta penduduk Banyuwangi yang menjadi sasaran vaksinasi secara umum.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, pihaknya akan mengejar target untuk bisa menuntaskan vaksinasi sampai akhir bulan Juni. Dia berharap tidak ada satu pun dari 254.180 dosis vaksin AstraZeneca yang dikembalikan karena melewati masa expired.

Baca Juga :  35.000 Jatah Vaksin untuk Tahap Dua

”Mengingat sasaran kumulatif Banyuwangi cukup besar, akan menjadi kerugian untuk kita jika sampai tidak digunakan. Jadi, harus kita maksimalkan,” kata pria yang akrab disapa Rio itu.

Setelah semua nakes tuntas divaksin pada tahap pertama, untuk tahap dua baru sekitar 37 persen lansia dan 74 persen petugas layanan publik yang mendapatkan vaksinasi. Rio mengakui ada kendala dalam proses vaksinasi terutama untuk kelompok lansia. Menurutnya, kelompok ini merupakan sasaran dengan kesulitan tersendiri. Sebab, banyak yang memang tidak memungkinkan untuk berangkat sendiri ke tempat-tempat layanan vaksinasi.

Untuk mendorong percepatan vaksinasi, mulai pekan ini Dinkes menggerakkan puskesmas melakukan langkah taktis. Caranya dengan berkoordinasi bersama semua komponen di wilayah seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas desa, kader posyandu dan kecamatan untuk proaktif turun melakukan vaksinasi. ”Langkah ini untuk mengatasi kendala tingkat kehadiran. Nantinya, vaksinasi tidak hanya dilakukan di puskesmas saja, bisa di balai desa, dusun, pustu, atau datang langsung ke rumah sasaran,” imbuhnya.

Baca Juga :  Puskesmas Genteng Gelar Gerebek Vaksinasi

Untuk memanfaatkan jumlah vaksin dan waktu yang sudah terbatas, Dinkes juga melakukan pengembangan sasaran. Selain lansia, vaksinasi juga menyasar ke staf desa, santri, takmir masjid, guru, dan semua kelompok sasaran yang datanya sudah siap. Puskesmas juga diminta untuk memperbanyak vaksinator agar percepatan vaksinasi bisa dilaksanakan dengan optimal.

Klinik-klinik juga diminta untuk menyiapkan vaksinator jika sewaktu-waktu ada data sasaran yang sudah siap untuk divaksinasi. Targetnya, semua vaksin AstraZeneca sudah disuntikkan sebelum akhir Juni nanti. ”Kita punya target satu tahun ini untuk menyelesaikan semua vaksinasi, baik yang tahap dua maupun tahap tiga,” pungkasnya. (fre/aif)

RadarBanyuwangi.id – Masa kedaluwarsa 254.180 dosis vaksin AstraZeneca yang datang awal Mei lalu akan habis pada 30 Juni nanti. Dinas Kesehatan Banyuwangi berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong cakupan vaksinasi kepada seluruh masyarakat.

Hingga kemarin (27/5), dari 70.736 sasaran pelayanan publik baru tervaksin 74,55 persen atau 53.733 sasaran. Untuk lansia, dari 87.927 sasaran baru tervaksin 37,38 persen atau sekitar 32.863 orang. Jika ditotal dengan tenaga kesehatan di Banyuwangi, baru 164.743 sasaran yang sudah menerima vaksinasi atau 12 persen dari total 1,3 juta penduduk Banyuwangi yang menjadi sasaran vaksinasi secara umum.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, pihaknya akan mengejar target untuk bisa menuntaskan vaksinasi sampai akhir bulan Juni. Dia berharap tidak ada satu pun dari 254.180 dosis vaksin AstraZeneca yang dikembalikan karena melewati masa expired.

Baca Juga :  Pacu Vaksinasi Lansia, Dinkes Siapkan 45 Puskesmas

”Mengingat sasaran kumulatif Banyuwangi cukup besar, akan menjadi kerugian untuk kita jika sampai tidak digunakan. Jadi, harus kita maksimalkan,” kata pria yang akrab disapa Rio itu.

Setelah semua nakes tuntas divaksin pada tahap pertama, untuk tahap dua baru sekitar 37 persen lansia dan 74 persen petugas layanan publik yang mendapatkan vaksinasi. Rio mengakui ada kendala dalam proses vaksinasi terutama untuk kelompok lansia. Menurutnya, kelompok ini merupakan sasaran dengan kesulitan tersendiri. Sebab, banyak yang memang tidak memungkinkan untuk berangkat sendiri ke tempat-tempat layanan vaksinasi.

Untuk mendorong percepatan vaksinasi, mulai pekan ini Dinkes menggerakkan puskesmas melakukan langkah taktis. Caranya dengan berkoordinasi bersama semua komponen di wilayah seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas desa, kader posyandu dan kecamatan untuk proaktif turun melakukan vaksinasi. ”Langkah ini untuk mengatasi kendala tingkat kehadiran. Nantinya, vaksinasi tidak hanya dilakukan di puskesmas saja, bisa di balai desa, dusun, pustu, atau datang langsung ke rumah sasaran,” imbuhnya.

Baca Juga :  12 Peserta Jalani Skrining Operasi Gratis Bibir Sumbing

Untuk memanfaatkan jumlah vaksin dan waktu yang sudah terbatas, Dinkes juga melakukan pengembangan sasaran. Selain lansia, vaksinasi juga menyasar ke staf desa, santri, takmir masjid, guru, dan semua kelompok sasaran yang datanya sudah siap. Puskesmas juga diminta untuk memperbanyak vaksinator agar percepatan vaksinasi bisa dilaksanakan dengan optimal.

Klinik-klinik juga diminta untuk menyiapkan vaksinator jika sewaktu-waktu ada data sasaran yang sudah siap untuk divaksinasi. Targetnya, semua vaksin AstraZeneca sudah disuntikkan sebelum akhir Juni nanti. ”Kita punya target satu tahun ini untuk menyelesaikan semua vaksinasi, baik yang tahap dua maupun tahap tiga,” pungkasnya. (fre/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/