Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Tak Menentu, Gejala Influenza Merebak di Banyuwangi

S
Penulis: Salis Ali Muhyidin❯
Sejumlah warga saat mengantre layanan kesehatan di RSUD Genteng, Sabtu (12/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Sejumlah warga saat mengantre layanan kesehatan di RSUD Genteng, Sabtu (12/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI — Pancaroba membawa ancaman lain selain cuaca yang sulit ditebak. Perubahan suhu dan kondisi udara yang cepat berganti membuat daya tahan tubuh lebih mudah menurun. Dampaknya, keluhan bergejala mirip influenza dan infeksi saluran pernapasan mulai meningkat di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) Banyuwangi.

Kenaikan kunjungan juga mulai terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng. Pasien datang dengan keluhan yang relatif seragam, mulai demam, badan lemas, batuk hingga gangguan saluran pernapasan. Kendati demikian, rumah sakit memastikan kondisi saat ini masih terkendali.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Genteng dr Sugiyo MKes mengatakan, pihaknya memang melihat adanya kenaikan pasien dengan keluhan tersebut. Namun, jumlah pastinya belum dapat disebutkan karena data pasien dengan gejala spesifik masih dalam proses akumulasi.

Advertisement

"Ada kenaikan, tetapi tidak begitu signifikan," ujar Sugiyo saat dikonfirmasi Sabtu (12/9).

Menurut dia, sebagian besar masyarakat yang mengalami gejala influenza cenderung lebih dahulu mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama, terutama puskesmas. Pasien yang akhirnya datang ke RSUD Genteng umumnya merupakan mereka yang mengalami keluhan cukup lama atau belum kunjung pulih.

"Kondisi seperti ini biasanya banyak pasien yang berobat ke puskesmas. Yang datang ke RSUD umumnya yang sudah dua minggu tidak sembuh," terangnya.

Advertisement

Pancaroba Bikin Imun Mudah Drop

Perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang disoroti Sugiyo. Memasuki pancaroba, kondisi lingkungan berubah-ubah sehingga tubuh perlu beradaptasi dengan cepat.

Kondisi tersebut, menurut dia, dapat membuat daya tahan tubuh lebih mudah menurun. Ketika imunitas melemah, masyarakat menjadi lebih rentan terhadap paparan virus penyebab flu maupun infeksi saluran pernapasan.

"Saat pancaroba, perubahan cuaca yang tak menentu membuat imun tubuh gampang drop. Akibatnya, paparan virus flu dan infeksi saluran pernapasan lebih cepat menyebar di tengah masyarakat," jelasnya.

Keluhan yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, badan lemas, serta gangguan pernapasan. Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang menetap atau semakin berat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Flu Kembali Merebak, Mengapa Masih Kita Anggap Remeh?

Flu Kembali Merebak, Mengapa Masih Kita Anggap Remeh?

Flu kembali banyak dijumpai di masyarakat Banyuwangi. Meski kerap dianggap ringan, influenza dapat menimbulkan komplikasi. Kenali gejala, cegah penularan, gunakan obat secara bijak, dan segera periksa.

Sering Dilarang Saat Sakit, Benarkah Es Krim Bisa Memicu Batuk dan Flu?

Sering Dilarang Saat Sakit, Benarkah Es Krim Bisa Memicu Batuk dan Flu?

Benarkah es krim menyebabkan batuk dan flu? Simak penjelasan tentang penyebab flu, pemicu batuk, efek makanan dingin pada tenggorokan, serta batas aman konsumsi es krim agar tidak salah memahami mitos kesehatan.

Kenalkan Manul, Kucing Fluffy dari Asia Tengah yang Mukanya Selalu Cemberut

Kenalkan Manul, Kucing Fluffy dari Asia Tengah yang Mukanya Selalu Cemberut

Pallas’s cat atau manul adalah kucing liar Asia Tengah dengan tubuh gempal, bulu supertebal, telinga rendah, dan pupil bundar. Wajahnya yang terlihat judes menjadikannya satwa unik sekaligus simbol meme di internet kini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer