Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegukan Lebih dari Dua Hari Tergolong Kronis, Ini Dampak yang Perlu Diwaspadai

N
Cegukan umumnya berlangsung singkat dan tidak berbahaya. Namun, cegukan yang bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari perlu diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya. (ChatGPT)
Cegukan umumnya berlangsung singkat dan tidak berbahaya. Namun, cegukan yang bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari perlu diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya. (ChatGPT)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI - Cegukan merupakan kondisi yang umum dialami hampir semua orang. Biasanya, gangguan ini hanya berlangsung beberapa menit dan kemudian menghilang tanpa memerlukan penanganan khusus.

Namun, kondisi berbeda perlu diperhatikan ketika cegukan muncul terus-menerus selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Dalam keadaan tersebut, cegukan tidak sebaiknya dianggap sebagai gangguan ringan semata karena bisa berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu.

Secara medis, cegukan atau singultus terjadi ketika otot diafragma mengalami kontraksi secara tiba-tiba. Diafragma merupakan lapisan otot yang berada di antara rongga dada dan perut serta berperan penting dalam proses pernapasan.

Advertisement

Kontraksi tersebut kemudian diikuti oleh penutupan pita suara secara refleks. Proses inilah yang menghasilkan suara khas yang terdengar saat seseorang mengalami cegukan.

Dokter umumnya membedakan cegukan berdasarkan lamanya berlangsung. Cegukan yang bertahan lebih dari tiga jam dapat dikategorikan sebagai cegukan persisten. Sementara itu, apabila berlangsung lebih dari dua hari, kondisi tersebut disebut sebagai cegukan kronis.

Semakin lama cegukan berlangsung, semakin penting pula penyebabnya untuk diketahui. Cegukan berkepanjangan dapat berhubungan dengan gangguan pada sejumlah bagian tubuh, termasuk tenggorokan, kerongkongan, lambung, paru-paru, hingga otak.

Advertisement

Beberapa kondisi medis juga disebut dapat berkaitan dengan cegukan yang berlangsung lama. Di antaranya gangguan pada sistem saraf pusat, gangguan pencernaan, diabetes, gagal ginjal, serta kondisi tertentu yang berhubungan dengan jantung.

“Cegukan yang berlangsung lama bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi perlu diperiksa untuk memastikan penyebabnya dan mencegah komplikasi yang lebih serius,” demikian pesan yang perlu menjadi perhatian ketika cegukan tidak kunjung berhenti.

Dampak cegukan berkepanjangan juga tidak sebatas rasa tidak nyaman. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat mengganggu pola tidur dan membuat seseorang mengalami kesulitan saat makan.

Dalam kondisi tertentu, cegukan kronis juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan malnutrisi. Refluks asam lambung ke kerongkongan pun dapat muncul sebagai salah satu masalah yang menyertai cegukan berkepanjangan.

Advertisement
Editor : Lugas Rumpakaadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ethereum Siapkan Kontrak Deposit Tahan Ancaman Komputer Kuantum, Apa Dampaknya?

Ethereum Siapkan Kontrak Deposit Tahan Ancaman Komputer Kuantum, Apa Dampaknya?

Ethereum mengusulkan kontrak deposit baru untuk menghadapi ancaman komputer kuantum. Desain ini membuka jalan migrasi dari tanda tangan BLS.

YouTube Bakal Hitung View Sejak Pemutaran Dimulai, Apa Dampaknya?

YouTube Bakal Hitung View Sejak Pemutaran Dimulai, Apa Dampaknya?

Mulai 24 Agustus 2026, YouTube menghitung view video sejak pemutaran dimulai. Perubahan ini berpotensi menaikkan angka tayangan, tetapi kreator tetap dapat melihat metrik keterlibatan melalui Analytics bagi kreator umum.

Rupiah Melemah ke Rp17.877 per Dolar AS, Pasar Cermati Negosiasi AS-Iran dan Dampaknya terhadap Harga Minyak Dunia

Rupiah Melemah ke Rp17.877 per Dolar AS, Pasar Cermati Negosiasi AS-Iran dan Dampaknya terhadap Harga Minyak Dunia

Rupiah melemah 16 poin menjadi Rp17.877 per dolar AS. Pasar mencermati negosiasi AS-Iran, harga minyak, inflasi AS, serta penunjukan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer