alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Bersama Posyandu, Ayo Cegah Stunting

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) se-Banyuwangi berkumpul di pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (23/7). Mereka berkumpul dalam ajang bertajuk “Festival Posyandu Kreatif” (FPK) yang kali ini mengangkat tema “Bersama Posyandu Cegah Stunting”.

FPK merupakan ajang yang digeber Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di bawah tanggung jawab dua instansi, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB) Banyuwangi.

Berbagai elemen hadir, mulai Bupati Ipuk Fiestiandani, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), hingga perwakilan kader Posyandu se-Banyuwangi. Bukan itu saja, publik figur yang juga menekuni parenting lebih dari 15 tahun, yakni Shahnaz Haque dihadirkan sebagai narasumber. Bahkan, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin juga hadir dan memberikan sambutan serta motivasi kepada seluruh kader Posyandu secara virtual.

Sementara itu, berbagai kegiatan digeber dalam rangkaian FPK yang bertujuan meningkatkan daya tarik kunjungan warga ke Posyandu mengingat selama sekitar dua tahun belakangan Posyandu berhenti beroperasi imbas pandemi Covid-19. Berbagai kegiatan dimaksud antara lain, lomba posyandu kreatif, lomba pemberian makanan tambahan (PMT) kreatif, lomba bercerita melalui panggung boneka, dan lomba bintang kader. Sedangkan puncak acara diwarnai kelas kader bertema “Peran Keluarga dalam mencegah Stunting”.

Menkes Budi Gunadi mengapresiasi mengapresiasi Festival Posyandu Kreatif tersebut. Menurut dia, festival ini merupakan bagian upaya untuk merevitalisasi Posyandu. Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang diamanatkan kepadanya. “Pak presiden menginginkan revitalisasi Posyandu. Dengan intervensi pemerintah, layanan Posyandu akan terstandardisasi. Sehingga nanti Posyandu menjadi garda terdepan untuk menyentuh seluruh rakyat Indonesia. Mulai dari bayi, anak, hingga ibu dan bapak, serta lansia,” ujarnya.

Baca Juga :  Keroyokan Tangani Stunting

Untuk bisa merevitalisasi Posyandu, lanjut Budi Gunadi, mensyaratkan para kader yang bersemangat, bekerja dengan baik, serta kreatif. “Nah, Posyandu kreatif di Banyuwangi yang telah berjalan tiga tahun ini, nanti bisa kita tiru,” kata dia.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyebutkan Tim Penggerak PKK dengan programnya menyelenggarakan Posyandu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi masa depan. “Lewat Posyandu ini, banyak permasalahan tentang ibu dan anak bisa diketahui lebih cepat sehingga dapat ditangani lebih dini,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Ipuk, pemkab terus menguatkan peran PKK, termasuk juga di dalamnya Posyandu dan kader-kader lainnya. “Berbagai penguatan terus kita lakukan. Mulai dari kebijakan hingga penganggaran, baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/ kelurahan,” paparnya.

Sementara itu, Shanaz Haq turut mengapresiasi kegiatan Festival Posyandu Kreatif. Dengan penguatan posyandu tersebut, akan memberikan perawatan pada balita dengan lebih maksimal. “Sehingga tumbuh kembang anak akan semakin optimal. Tidak ada stunting lagi. Mereka pun akan memiliki harapan masa depan yang lebih baik,” ujar perempuan yang kerap berkecimpung di kegiatan acara yang berkaitan dengan perempuan dan anak itu.

Lebih jauh, Shahnaz juga berpesan kepada para penggerak PKK dan kader Posyandu di Banyuwangi, untuk mengembangkan pola asuh berimbang. “Tidak bisa pengasuhan anak hanya dilakukan oleh salah satu orang tua. Tapi, harus dilakukan bersama antara ibu dan bapak. Ini akan mempengaruhi pertumbuhan anak,” ungkapnya di sesi kelas kader itu.

Baca Juga :  Hari Gizi Nasional 2022, BRI Salurkan Bantuan Pencegahan Stunting Anak

Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi Budi Sayekti Sugirah mengatakan, berbagai perlombaan digelar dalam rangkaian Festival Posyandu Kreatif, termasuk lomba posyandu kreatif, lomba PMT kreatif, lomba Bintang Kader, dan Panggung Boneka Dongeng Kreatif. “Lomba-lomba ini diselenggarakan dalam satu pekan terakhir yang diikuti oleh perwakilan PKK dan posyandu dari masing-masing kecamatan,” ujar Istri Wabup Sugirah tersebut.

Sejumlah peserta terbaik, lanjut Budi Sayekti, ditampilkan di puncak festival yang diselenggarakan di pendapa Sabha Swagata Blambangan tersebut. “Untuk penilaian final dan sekaligus penganugerahan pemenang,” imbuhnya.

Hasilnya, Posyandu Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo berhasil menyabet juara utama posyandu kreatif . Sedangkan juara dua dan tiga diraih oleh Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran; dan Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung. Untuk PMT Kreatif dimenangkan oleh Posyandu Desa Licin Kecamatan Licin. Selain itu, Kecamatan Srono meraih juara pertama dongeng kreatif bertema stunting. Sedangkan Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat menjuarai lomba PHBS. Adapun Bintang Kader disematkan kepada Aisyah Mahmudah dari Posyandu Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Ia mempunyai inovasi kripik daun katu untuk meningkatkan ASI eksklusif sehingga dapat mencegah stunting.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Amir Hidayat mengatakan, Festival Posyandu Kreatifd merupakan hasil kerja sama antara Dinkes dengan satuan kerja perangkat daerah lain (SKPD), mulai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinsos PPKB, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Dinas Perikanan. Tentu juga dengan TP-PKK Banyuwangi. “Sebagaimana semangat Banyuwangi Rebound, kita merajut harmoni untuk membangun Banyuwangi. Tidak terkecuali dalam hal pencegahan dan penanganan stunting,” pungkasnya. (sgt/afi)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) se-Banyuwangi berkumpul di pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (23/7). Mereka berkumpul dalam ajang bertajuk “Festival Posyandu Kreatif” (FPK) yang kali ini mengangkat tema “Bersama Posyandu Cegah Stunting”.

FPK merupakan ajang yang digeber Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di bawah tanggung jawab dua instansi, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB) Banyuwangi.

Berbagai elemen hadir, mulai Bupati Ipuk Fiestiandani, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), hingga perwakilan kader Posyandu se-Banyuwangi. Bukan itu saja, publik figur yang juga menekuni parenting lebih dari 15 tahun, yakni Shahnaz Haque dihadirkan sebagai narasumber. Bahkan, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin juga hadir dan memberikan sambutan serta motivasi kepada seluruh kader Posyandu secara virtual.

Sementara itu, berbagai kegiatan digeber dalam rangkaian FPK yang bertujuan meningkatkan daya tarik kunjungan warga ke Posyandu mengingat selama sekitar dua tahun belakangan Posyandu berhenti beroperasi imbas pandemi Covid-19. Berbagai kegiatan dimaksud antara lain, lomba posyandu kreatif, lomba pemberian makanan tambahan (PMT) kreatif, lomba bercerita melalui panggung boneka, dan lomba bintang kader. Sedangkan puncak acara diwarnai kelas kader bertema “Peran Keluarga dalam mencegah Stunting”.

Menkes Budi Gunadi mengapresiasi mengapresiasi Festival Posyandu Kreatif tersebut. Menurut dia, festival ini merupakan bagian upaya untuk merevitalisasi Posyandu. Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang diamanatkan kepadanya. “Pak presiden menginginkan revitalisasi Posyandu. Dengan intervensi pemerintah, layanan Posyandu akan terstandardisasi. Sehingga nanti Posyandu menjadi garda terdepan untuk menyentuh seluruh rakyat Indonesia. Mulai dari bayi, anak, hingga ibu dan bapak, serta lansia,” ujarnya.

Baca Juga :  Keroyokan Tangani Stunting

Untuk bisa merevitalisasi Posyandu, lanjut Budi Gunadi, mensyaratkan para kader yang bersemangat, bekerja dengan baik, serta kreatif. “Nah, Posyandu kreatif di Banyuwangi yang telah berjalan tiga tahun ini, nanti bisa kita tiru,” kata dia.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyebutkan Tim Penggerak PKK dengan programnya menyelenggarakan Posyandu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi masa depan. “Lewat Posyandu ini, banyak permasalahan tentang ibu dan anak bisa diketahui lebih cepat sehingga dapat ditangani lebih dini,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Ipuk, pemkab terus menguatkan peran PKK, termasuk juga di dalamnya Posyandu dan kader-kader lainnya. “Berbagai penguatan terus kita lakukan. Mulai dari kebijakan hingga penganggaran, baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/ kelurahan,” paparnya.

Sementara itu, Shanaz Haq turut mengapresiasi kegiatan Festival Posyandu Kreatif. Dengan penguatan posyandu tersebut, akan memberikan perawatan pada balita dengan lebih maksimal. “Sehingga tumbuh kembang anak akan semakin optimal. Tidak ada stunting lagi. Mereka pun akan memiliki harapan masa depan yang lebih baik,” ujar perempuan yang kerap berkecimpung di kegiatan acara yang berkaitan dengan perempuan dan anak itu.

Lebih jauh, Shahnaz juga berpesan kepada para penggerak PKK dan kader Posyandu di Banyuwangi, untuk mengembangkan pola asuh berimbang. “Tidak bisa pengasuhan anak hanya dilakukan oleh salah satu orang tua. Tapi, harus dilakukan bersama antara ibu dan bapak. Ini akan mempengaruhi pertumbuhan anak,” ungkapnya di sesi kelas kader itu.

Baca Juga :  Dinkes Sudah Alokasikan Jatah Vaksin

Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi Budi Sayekti Sugirah mengatakan, berbagai perlombaan digelar dalam rangkaian Festival Posyandu Kreatif, termasuk lomba posyandu kreatif, lomba PMT kreatif, lomba Bintang Kader, dan Panggung Boneka Dongeng Kreatif. “Lomba-lomba ini diselenggarakan dalam satu pekan terakhir yang diikuti oleh perwakilan PKK dan posyandu dari masing-masing kecamatan,” ujar Istri Wabup Sugirah tersebut.

Sejumlah peserta terbaik, lanjut Budi Sayekti, ditampilkan di puncak festival yang diselenggarakan di pendapa Sabha Swagata Blambangan tersebut. “Untuk penilaian final dan sekaligus penganugerahan pemenang,” imbuhnya.

Hasilnya, Posyandu Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo berhasil menyabet juara utama posyandu kreatif . Sedangkan juara dua dan tiga diraih oleh Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran; dan Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung. Untuk PMT Kreatif dimenangkan oleh Posyandu Desa Licin Kecamatan Licin. Selain itu, Kecamatan Srono meraih juara pertama dongeng kreatif bertema stunting. Sedangkan Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat menjuarai lomba PHBS. Adapun Bintang Kader disematkan kepada Aisyah Mahmudah dari Posyandu Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Ia mempunyai inovasi kripik daun katu untuk meningkatkan ASI eksklusif sehingga dapat mencegah stunting.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Amir Hidayat mengatakan, Festival Posyandu Kreatifd merupakan hasil kerja sama antara Dinkes dengan satuan kerja perangkat daerah lain (SKPD), mulai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinsos PPKB, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Dinas Perikanan. Tentu juga dengan TP-PKK Banyuwangi. “Sebagaimana semangat Banyuwangi Rebound, kita merajut harmoni untuk membangun Banyuwangi. Tidak terkecuali dalam hal pencegahan dan penanganan stunting,” pungkasnya. (sgt/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tugu Macan Dicat Ulang

Harga Daging Ayam Terus Turun

Harga Cabai Rawit mulai Pedas

/