Rabu, 27 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Sekarang Menyasar Tunawisma

25 September 2021, 12: 45: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Sekarang Menyasar Tunawisma

KEJAR HERD IMMUNITY: Seorang tunawisma mendapatkan giliran suntik vaksin di Polresta Banyuwangi (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this      

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sasaran vaksinasi Covid-19 terus diperluas. Setelah menyasar siswa sekolah dasar, kemarin giliran tunawisma atau warga yang tidak memiliki tempat tinggal tetap yang menjadi sasaran vaksinasi.

Mereka mengikuti vaksinasi di Polresta Banyuwangi. Selain melakukan vaksinasi, para tunawisma juga mendapatkan bantuan berupa sembako.

Kapolresta AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, kegiatan vaksinasi tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-66 Korps Lalu Lintas. Ada 29 orang tunawisma yang mengikuti vaksinasi kemarin (23/9). Jumlah ini akan terus bertambah karena anggotanya terus mencari tunawisma lain yang belum tervaksin. ”Bisa kita lakukan door to door untuk pelaksanaan vaksinasi,” kata Nasrun.

Baca juga: Puskesmas Ditarget Vaksinasi 250 Sasaran Per Hari

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ikut meninjau kegiatan vaksinasi tersebut. Dia mengatakan, hingga kemarin vaksinasi dosis pertama masih di angka 49,38 persen. Masih banyak kelompok sasaran vaksinasi yang belum tuntas seperti pondok pesantren dan pedagang pasar. ”Kemarin kita dapat dropping vaksin lagi dari provinsi. Akan kita akan habiskan dalam waktu seminggu ini,” tegasnya.

Ipuk optimistis target vaksinasi 250 orang per hari di masing-masing puskesmas bisa terpenuhi. Perluasan cakupan vaksin juga terus digenjot agar target Banyuwangi menyelesaikan 50 persen vaksinasi tahap 1 pada akhir pekan bisa terealisasi. ”Kalau vaksin datang lagi kita akan tambahkan lagi. Mungkin satu puskesmas bisa 500 vaksin per hari. Menyesuaikan ketersediaan vaksin. Tapi target 50 persen kita kejar,” kata Ipuk.

Salah seorang tunawisma, Sutana Handayani mengaku sudah sering diajak mengikuti vaksinasi. Namun, dirinya tidak mau karena merasa takut dan khawatir akan dampak vaksinasi. Sutana akhirnya memberanikan diri ikut vaksinasi. Dia juga mengaku senang karena mendapatkan bantuan sembako.

(bw/fre/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia