alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Warga Terpapar Melonjak, Bed Ruang ICU RS Rujukan Covid Penuh

RadarBanyuwangi.id – Munculnya enam klaster baru penularan Covid-19 memicu rasio tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan. Hingga kemarin (22/6), 80 persen BOR untuk tempat tidur (bed) ruang ICU Covid dinyatakan penuh. Artinya, ada banyak pasien dengan kondisi berat sedang menjalani perawatan di enam rumah sakit rujukan Covid-19.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kemarin langsung mengecek kesiapan rumah sakit rujukan Covid. Salah satunya di RSUD Blambangan. Ipuk berkeliling RSUD Blambangan sembari meninjau segala fasilitas terkait penanganan Covid-19. Mulai dari ruang isolasi II yang menjadi tempat pasien bergejala sedang dan berat, lalu dilanjutkan ke ruang isolasi I yang merupakan ruang ICU bagi pasien Covid.

Ipuk juga melihat ruang isolasi III yang menjadi ruang isolasi bagi pasien dengan gejala ringan. Di sana Ipuk berbicara langsung dengan tenaga kesehatan (nakes) dan manajemen rumah sakit terkait kondisi terbaru ruang isolasi.

Ipuk mengatakan pemkab akan melakukan beberapa langkah sebagai upaya penangangan kasus Covid-19. Di antaranya menambah kapasitas tempat tidur. Ipuk mengungkapkan, untuk BOR non-ICU, saat ini di Banyuwangi berkisar 44 persen.

Sedangkan untuk unit perawatan intensif (intensive care unit/ICU) sudah mencapai 80 persen. Ipuk menjelaskan, di Banyuwangi saat ini kasus aktif Covid-19 mencapai 278 pasien per 21 Juni 2021. Lonjakan terjadi karena munculnya klaster keluarga, hajatan, hingga ziarah Wali Songo. ”BOR untuk ICU sudah 80 persen, kita siapkan tambahan. Sedangkan yang ruang perawatan non-ICU, meskipun BOR masih 44 persen, tetap kita siapkan tambahan,” imbuh istri Abdullah Azwar Anas tersebut.

Ipuk meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Ipuk khawatir jika kasus terus melonjak, fasilitas kesehatan akan kewalahan seperti yang terjadi di berbagai kabupaten/kota tanah air. Selain menyiapkan rumah sakit, Satgas Covid-19 kembali menyiapkan tempat isolasi terpusat non-rumah sakit bagi yang tidak memiliki gejala klinis (OTG). ”Tenaga kesehatan tidak bisa kerja sendirian, Pak Polisi dan TNI tidak bisa kerja sendirian. Mohon kesadaran bersama untuk tetap patuh prokes. Gedung Balai Diklat ASN telah kami siapkan. Tinggal menentukan skema teknis moving-nya saja. Hari ini detailnya kita bahas,” kata Ipuk kepada RadarBanyuwangi.id.

Kepala Dinas Kesehatan dr Widji Lestariono menyebutkan, akan ada penambahan unit bed di ruang ICU di RSUD Blambangan, sehingga total menjadi 10 bed. Penambahan bed juga akan dilakukan di rumah sakit rujukan lain. ”Untuk RSUD Genteng juga kita koordinasikan. Kami juga meminta rumah sakit rujukan lain untuk menginventarisasi ketersediaan sarana seperti ventilator, oksigen, dan sarana lainnya,” kata Rio

Kepala Ruang Isolasi RSUD Blambangan Inti Bawono mengungkapkan, saat ini ruang isolasi 1 dan 2 yang digunakan untuk merawat pasien Covid dengan kondisi sedang dan berat sudah penuh. Total ada 14 pasien dengan kondisi kesehatan yang buruk. ”Banyak pasien Covid yang datang kondisinya sudah parah. Rata-rata mereka menahan diri tidak berobat, begitu sudah parah baru datang ke rumah sakit,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus Covid di Banyuwangi terus melonjak. Saat ini muncul enam klaster baru penularan Covid-19. Ada klaster hajatan di Dusun Ringinasri, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo; klaster hajatan di Sumbersari, Grajagan, Purwoharjo; dan klaster Pondok Pesantren Darul Qur’an di Desa Watukebo, Blimbingsari. Selain itu klaster ziarah Wali Songo di Blimbingsari, klaster masjid di Desa Tegaldlimo, dan klaster keluarga di Pakis Jalio.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dr Widji Lestariono alias Rio mengatakan, sejak kali pertama ditemukan pada Maret 2020, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Banyuwangi hingga Minggu (20/6) mencapai 6.857 kasus. Sebanyak 5.902 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh, 256 orang dalam perawatan, sedangkan 699 orang meninggal dunia.

Komandan Kodim (Dandim) 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto mengatakan, dalam kurun sepekan terakhir setiap hari terjadi kasus konfirmasi di atas 30 orang. Bahkan, Kamis (17/6) lalu dalam sehari di atas 50 orang. ”Ini menjadi evaluasi Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dan Satgas Covid-19 di kecamatan serta pelaku PPKM Mikro di desa-desa. Jangan sampai terjadi ledakan kasus Covid-19,” kata dia. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Munculnya enam klaster baru penularan Covid-19 memicu rasio tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan. Hingga kemarin (22/6), 80 persen BOR untuk tempat tidur (bed) ruang ICU Covid dinyatakan penuh. Artinya, ada banyak pasien dengan kondisi berat sedang menjalani perawatan di enam rumah sakit rujukan Covid-19.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kemarin langsung mengecek kesiapan rumah sakit rujukan Covid. Salah satunya di RSUD Blambangan. Ipuk berkeliling RSUD Blambangan sembari meninjau segala fasilitas terkait penanganan Covid-19. Mulai dari ruang isolasi II yang menjadi tempat pasien bergejala sedang dan berat, lalu dilanjutkan ke ruang isolasi I yang merupakan ruang ICU bagi pasien Covid.

Ipuk juga melihat ruang isolasi III yang menjadi ruang isolasi bagi pasien dengan gejala ringan. Di sana Ipuk berbicara langsung dengan tenaga kesehatan (nakes) dan manajemen rumah sakit terkait kondisi terbaru ruang isolasi.

Ipuk mengatakan pemkab akan melakukan beberapa langkah sebagai upaya penangangan kasus Covid-19. Di antaranya menambah kapasitas tempat tidur. Ipuk mengungkapkan, untuk BOR non-ICU, saat ini di Banyuwangi berkisar 44 persen.

Sedangkan untuk unit perawatan intensif (intensive care unit/ICU) sudah mencapai 80 persen. Ipuk menjelaskan, di Banyuwangi saat ini kasus aktif Covid-19 mencapai 278 pasien per 21 Juni 2021. Lonjakan terjadi karena munculnya klaster keluarga, hajatan, hingga ziarah Wali Songo. ”BOR untuk ICU sudah 80 persen, kita siapkan tambahan. Sedangkan yang ruang perawatan non-ICU, meskipun BOR masih 44 persen, tetap kita siapkan tambahan,” imbuh istri Abdullah Azwar Anas tersebut.

Ipuk meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Ipuk khawatir jika kasus terus melonjak, fasilitas kesehatan akan kewalahan seperti yang terjadi di berbagai kabupaten/kota tanah air. Selain menyiapkan rumah sakit, Satgas Covid-19 kembali menyiapkan tempat isolasi terpusat non-rumah sakit bagi yang tidak memiliki gejala klinis (OTG). ”Tenaga kesehatan tidak bisa kerja sendirian, Pak Polisi dan TNI tidak bisa kerja sendirian. Mohon kesadaran bersama untuk tetap patuh prokes. Gedung Balai Diklat ASN telah kami siapkan. Tinggal menentukan skema teknis moving-nya saja. Hari ini detailnya kita bahas,” kata Ipuk kepada RadarBanyuwangi.id.

Kepala Dinas Kesehatan dr Widji Lestariono menyebutkan, akan ada penambahan unit bed di ruang ICU di RSUD Blambangan, sehingga total menjadi 10 bed. Penambahan bed juga akan dilakukan di rumah sakit rujukan lain. ”Untuk RSUD Genteng juga kita koordinasikan. Kami juga meminta rumah sakit rujukan lain untuk menginventarisasi ketersediaan sarana seperti ventilator, oksigen, dan sarana lainnya,” kata Rio

Kepala Ruang Isolasi RSUD Blambangan Inti Bawono mengungkapkan, saat ini ruang isolasi 1 dan 2 yang digunakan untuk merawat pasien Covid dengan kondisi sedang dan berat sudah penuh. Total ada 14 pasien dengan kondisi kesehatan yang buruk. ”Banyak pasien Covid yang datang kondisinya sudah parah. Rata-rata mereka menahan diri tidak berobat, begitu sudah parah baru datang ke rumah sakit,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus Covid di Banyuwangi terus melonjak. Saat ini muncul enam klaster baru penularan Covid-19. Ada klaster hajatan di Dusun Ringinasri, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo; klaster hajatan di Sumbersari, Grajagan, Purwoharjo; dan klaster Pondok Pesantren Darul Qur’an di Desa Watukebo, Blimbingsari. Selain itu klaster ziarah Wali Songo di Blimbingsari, klaster masjid di Desa Tegaldlimo, dan klaster keluarga di Pakis Jalio.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dr Widji Lestariono alias Rio mengatakan, sejak kali pertama ditemukan pada Maret 2020, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Banyuwangi hingga Minggu (20/6) mencapai 6.857 kasus. Sebanyak 5.902 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh, 256 orang dalam perawatan, sedangkan 699 orang meninggal dunia.

Komandan Kodim (Dandim) 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto mengatakan, dalam kurun sepekan terakhir setiap hari terjadi kasus konfirmasi di atas 30 orang. Bahkan, Kamis (17/6) lalu dalam sehari di atas 50 orang. ”Ini menjadi evaluasi Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dan Satgas Covid-19 di kecamatan serta pelaku PPKM Mikro di desa-desa. Jangan sampai terjadi ledakan kasus Covid-19,” kata dia. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/