alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Resmikan Shelter Gojek untuk Gancang Aron

BANYUWANGI – Lekas sembuh. Semboyan yang dalam bahasa Oseng diterjemahkan menjadi Gancang Aron itulah yang coba diaplikasikan dalam program antar obat langsung ke rumah pasien. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah daerah Banyuwangi yang memiliki gagasan itu mengembangkannya dalam bingkai digital bernama Go-Jek. 

Mendukung program Gancang Aron tersebut, Pemkab Banyuwangi meresmikan shelter pengiriman obat yang ada di RSUD Blambangan kemarin. Program ini menjadi pilot project di Banyuwangi yang dilaksanakan di dua rumah sakit yakni RSUD Blambangan dan RSUD Genteng. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meresmikan penggunaan shelter khusus itu secara langsung.

Bupati tidak sendiri dalam peresmian halte bagi pengendara Go-Jek di rumah sakit ini. Beberapa pihak juga turut serta dalam kegiatan ini seperti kepala dinas terkait di Banyuwangi, Ketua HIPMI Jatim Mufti Anam, serta CEO Gojek Nadiem Makarim dan krunya hadir dalam acara tersebut. Usai peresmian Bupati Anas dan Nadiem Makarim sempat memberikan helm Go-Jek secara simbolis kepada pengendara ojek online tersebut.

Baca Juga :  Kasus Nol, Ruang Isolasi Covid-19 Kini untuk Pasien Umum

”Ini merupakan inovasi sosial yang dipandu teknologi informasi ini berangkat dari masalah. Sebelumnya, pasien harus mengantre untuk mendapatkan obat. Kan kasihan, sudah sakit, masih harus antre,” ujar Bupati Anas.

Melalui program ini, pasien yang dalam kondisi tidak fit bisa langsung pulang setelah pemeriksaan dilakukan. Selanjutnya, untuk obatnya akan diantar langsung oleh driver Go-Jek. Mereka secara khusus telah diberikan pelatihan terutama untuk pengiriman obat yang aman.

Untuk mewujudkan terobosan dalam pemberian layanan kesehatan ini, Anas menegaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan teman-teman apoteker. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga turut dilibatkan untuk sukses kembangnya program ini.

Bupati Anas menambahkan kolaborasi menjadi hal wajib yang harus dilakukan pemerintah untuk mempercepat penyelesaian masalah di masyarakat. Selama ini, pemerintah dan swasta cenderung jalan sendiri. Padahal bila keduanya berkolaborasi, solusi untuk memudahkan masyarakat bisa semakin cepat dan efisien. ”Ini adalah wujud pemerintahan kolaboratif. Pemerintah merangkul inovasi sosial di masyarakat untuk memudahkan warga. Sudah tidak zamannya jalan sendiri-sendiri. Zaman now harus kolaborasi,” ujar Anas.

Baca Juga :  Periksa Kehamilan Minimal Tiga Kali

BANYUWANGI – Lekas sembuh. Semboyan yang dalam bahasa Oseng diterjemahkan menjadi Gancang Aron itulah yang coba diaplikasikan dalam program antar obat langsung ke rumah pasien. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah daerah Banyuwangi yang memiliki gagasan itu mengembangkannya dalam bingkai digital bernama Go-Jek. 

Mendukung program Gancang Aron tersebut, Pemkab Banyuwangi meresmikan shelter pengiriman obat yang ada di RSUD Blambangan kemarin. Program ini menjadi pilot project di Banyuwangi yang dilaksanakan di dua rumah sakit yakni RSUD Blambangan dan RSUD Genteng. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meresmikan penggunaan shelter khusus itu secara langsung.

Bupati tidak sendiri dalam peresmian halte bagi pengendara Go-Jek di rumah sakit ini. Beberapa pihak juga turut serta dalam kegiatan ini seperti kepala dinas terkait di Banyuwangi, Ketua HIPMI Jatim Mufti Anam, serta CEO Gojek Nadiem Makarim dan krunya hadir dalam acara tersebut. Usai peresmian Bupati Anas dan Nadiem Makarim sempat memberikan helm Go-Jek secara simbolis kepada pengendara ojek online tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Banyuwangi Gelar Career Expo 2019, Sediakan 5000 Lowongan Kerja

”Ini merupakan inovasi sosial yang dipandu teknologi informasi ini berangkat dari masalah. Sebelumnya, pasien harus mengantre untuk mendapatkan obat. Kan kasihan, sudah sakit, masih harus antre,” ujar Bupati Anas.

Melalui program ini, pasien yang dalam kondisi tidak fit bisa langsung pulang setelah pemeriksaan dilakukan. Selanjutnya, untuk obatnya akan diantar langsung oleh driver Go-Jek. Mereka secara khusus telah diberikan pelatihan terutama untuk pengiriman obat yang aman.

Untuk mewujudkan terobosan dalam pemberian layanan kesehatan ini, Anas menegaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan teman-teman apoteker. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga turut dilibatkan untuk sukses kembangnya program ini.

Bupati Anas menambahkan kolaborasi menjadi hal wajib yang harus dilakukan pemerintah untuk mempercepat penyelesaian masalah di masyarakat. Selama ini, pemerintah dan swasta cenderung jalan sendiri. Padahal bila keduanya berkolaborasi, solusi untuk memudahkan masyarakat bisa semakin cepat dan efisien. ”Ini adalah wujud pemerintahan kolaboratif. Pemerintah merangkul inovasi sosial di masyarakat untuk memudahkan warga. Sudah tidak zamannya jalan sendiri-sendiri. Zaman now harus kolaborasi,” ujar Anas.

Baca Juga :  Demi Level 1, Kejar Target 70 Persen Penduduk Tervaksin Covid-19

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/