alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Dinkes Kembali Distribusikan 48.000 Vaksin Sinovac

RadarBanyuwangi.id – Ribuan vaksin kemarin (21/6) kembali didistribusikan ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes). Sebanyak 48.000 vaksin jenis Sinovac tersebut tiba pekan lalu. Vaksin tersebut diperuntukkan bagi empat sasaran prioritas. Mereka adalah para lansia yang belum mendapatkan vaksinasi serta pra-lansia yang usianya 50 sampai 60 tahun. Kemudian kelompok penyandang disabilitas dan santri.

Rentang masa vaksinasi jenis Sinovac cukup pendek, yaitu 28 hari. Makanya, begitu datang langsung dialokasikan untuk vaksinasi dosis 1 dan 2. ”Hanya 24.000 sasaran yang nantinya bisa menggunakan vaksin tersebut. Menurut catatan Dinas Kesehatan, baru 88 persen lansia dari sasaran yang divaksin. Masih ada 9.847 orang lagi yang belum mendapatkan vaksinasi.       

”Kita bagi dua untuk dua dosis. Sinovac masa kedaluwarsanya lebih panjang, tapi dosisnya pendek. Jarak antara dosis satu dan dua maksimal 28 hari. Berbeda dengan AstraZeneca, masa kedaluwarsanya pendek, tapi rentang waktu antara dosisnya panjang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono, kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Sepuluh Klinik Belum Kantongi Izin Praktik

Dikatakan Rio, kemungkinan akan ada tambahan vaksin lagi yang datang pada awal bulan Juli nanti. Tambahan tersebut untuk mendukung program Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar target percepatan vaksinasi secara nasional tercapai. Rio optimistis target pemerintah bisa terakomodasi dengan mudah di Banyuwangi. Apalagi selama ini proses vaksinasi di Banyuwangi bisa dibilang berjalan cukup lancar.

Tak hanya itu, masyarakat juga cukup antusias untuk mendapatkan vaksinasi. Terbukti, vaksinasi dengan cara drive thru di GOR Tawangalun beberapa waktu lalu sempat ”diserbu” ribuan orang. ”Kita terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjangkau sasaran vaksinasi. Mereka telah membantu kami dengan mengerahkan personel di lapangan,” kata Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Banyuwangi tersebut.  

Baca Juga :  Cerita Ibu-Ibu Hamil yang Ikut Vaksin Booster di Grha Pena Banyuwangi

Sementara itu, Banyuwangi tampaknya masih membutuhkan banyak vaksin untuk vaksinasi tahap dua. Dari sasaran nakes, ada 79 orang yang belum tervaksinasi tahap dua. Selanjutnya, untuk sasaran pelayanan publik, masih ada 80.422 orang yang belum divaksin dosis kedua.

Untuk sasaran lansia ada 86.849 orang dan dari sasaran masyarakat rentan 4.071 orang. Sedangkan sasaran masyarakat umum ada 94.485 orang. Total masih ada 265.892 dosis vaksin yang dibutuhkan untuk tahap kedua. ”Untuk vaksinasi tahap dua dari yang memperoleh vaksinasi AstraZeneca semua sudah dialokasikan,” tandas Rio. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Ribuan vaksin kemarin (21/6) kembali didistribusikan ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes). Sebanyak 48.000 vaksin jenis Sinovac tersebut tiba pekan lalu. Vaksin tersebut diperuntukkan bagi empat sasaran prioritas. Mereka adalah para lansia yang belum mendapatkan vaksinasi serta pra-lansia yang usianya 50 sampai 60 tahun. Kemudian kelompok penyandang disabilitas dan santri.

Rentang masa vaksinasi jenis Sinovac cukup pendek, yaitu 28 hari. Makanya, begitu datang langsung dialokasikan untuk vaksinasi dosis 1 dan 2. ”Hanya 24.000 sasaran yang nantinya bisa menggunakan vaksin tersebut. Menurut catatan Dinas Kesehatan, baru 88 persen lansia dari sasaran yang divaksin. Masih ada 9.847 orang lagi yang belum mendapatkan vaksinasi.       

”Kita bagi dua untuk dua dosis. Sinovac masa kedaluwarsanya lebih panjang, tapi dosisnya pendek. Jarak antara dosis satu dan dua maksimal 28 hari. Berbeda dengan AstraZeneca, masa kedaluwarsanya pendek, tapi rentang waktu antara dosisnya panjang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono, kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Cerita Ibu-Ibu Hamil yang Ikut Vaksin Booster di Grha Pena Banyuwangi

Dikatakan Rio, kemungkinan akan ada tambahan vaksin lagi yang datang pada awal bulan Juli nanti. Tambahan tersebut untuk mendukung program Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar target percepatan vaksinasi secara nasional tercapai. Rio optimistis target pemerintah bisa terakomodasi dengan mudah di Banyuwangi. Apalagi selama ini proses vaksinasi di Banyuwangi bisa dibilang berjalan cukup lancar.

Tak hanya itu, masyarakat juga cukup antusias untuk mendapatkan vaksinasi. Terbukti, vaksinasi dengan cara drive thru di GOR Tawangalun beberapa waktu lalu sempat ”diserbu” ribuan orang. ”Kita terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjangkau sasaran vaksinasi. Mereka telah membantu kami dengan mengerahkan personel di lapangan,” kata Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Banyuwangi tersebut.  

Baca Juga :  90 Persen Siswa SMA/SMK Sudah Tervaksin

Sementara itu, Banyuwangi tampaknya masih membutuhkan banyak vaksin untuk vaksinasi tahap dua. Dari sasaran nakes, ada 79 orang yang belum tervaksinasi tahap dua. Selanjutnya, untuk sasaran pelayanan publik, masih ada 80.422 orang yang belum divaksin dosis kedua.

Untuk sasaran lansia ada 86.849 orang dan dari sasaran masyarakat rentan 4.071 orang. Sedangkan sasaran masyarakat umum ada 94.485 orang. Total masih ada 265.892 dosis vaksin yang dibutuhkan untuk tahap kedua. ”Untuk vaksinasi tahap dua dari yang memperoleh vaksinasi AstraZeneca semua sudah dialokasikan,” tandas Rio. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/