alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Mentik: JKN-KIS itu Manfaatnya Besar, Iurannya Sangat Terjangkau

PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua peserta dengan manfaat yang sangat luar biasa. Seperti kisah Mentik Rohimah (33) yang setia merawat ayahnya karena menderita sakit jantung sejak 2017. Selain itu, ayahnya juga pernah dirawat 2 kali karena hipotensi pada 2014. Selama pengobatan sampai saat ini, Ayah Mentik sudah dijamin oleh JKN-KIS dan ia sangat bersyukur karena ada program tersebut. Mentik menjelaskan, antara manfaat yang diterima dengan iuran yang ia bayarkan setiap bulannya itu sangat jauh berbeda. Manfaatnya dirasa sangat besar dan iuran yang ia bayarkan sangat terjangkau.

“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya program JKN-KIS ini, bersyukur sekali. Setiap bulan ayah saya harus mengonsumsi obat agar jantungnya tetap normal dan hal itu tidak sebanding dengan iuran yang kita bayarkan setiap bulannya. Kita iuran satu bulannya 140 ribu untuk 4 orang, jadi satu orangnya itu cuman 35 ribu dan itu tidak sebanding dengan manfaat besar yang kita terima selama mendapatkan pelayanan kesehatan,” ucap Mentik.

Baca Juga :  Antisipasi Muntah, Ibu Hamil Perlu Makan Porsi Kecil

Mentik menceritakan, bahwa ayahnya sudah 2 kali dirawat di rumah sakit dan selama perawatannya, ia tidak mengeluarkan biaya apapun lagi. Saat ini ayahnya hanya menjalani rawat jalan ke poli jantung dan harus rutin mengonsumsi obat yang sudah diberikan oleh dokter. Dari pengalamannya, Ia selalu menyampaikan kepada orang-orang sekitarnya tentang besarnya manfaat dari program JKN-KIS ini. Bahkan, ia selalu berpesan agar jangan menunggu sakit baru mendaftar, tapi daftarlah dahulu dan nantinya kita akan terjamin ketika sakit.

“Ayah saya sudah masuk rumah sakit 2 kali dan harus rawat inap, selama dirawat itu, tidak ada biaya apa-apa lagi. Kalau sekarang alhamdulillah hanya rawat jalan aja ke poli jantung dan itu pun untuk obatnya tidak ada biaya apa-apa lagi. Sering saya sampaikan kepada yang lainnya, manfaat dari JKN-KIS ini sangat besar sekali. Kita tidak mengharapkan sakit, tapi jika kita sakit terus kita sudah terdaftar JKN-KIS, rasanya sangat senang dan yang pasti tenang ketika dalam perawatan,” ucapnya.

Sedia payung sebelum hujan adalah peribahasa yang sering Mentik terapkan dikehidupannya. Saat BPJS Kesehatan hadir pada 2014, mentik dan keluarganya langsung mendaftar di kelas 3. Hal itu ia lakukan karena ingin berjaga-jaga jika suatu saat dirinya atau keluarganya tiba-tiba sakit, karena sakit itu tidak ada yang tahu kapan terjadinya. Diakhir, Mentik berpesan kepada peserta lainnya agar membayar iuran setiap bulannya dan selalu menjaga kesehatan. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah menjalankan program JKN-KIS ini dengan baik dan tidak membeda-bedakan siapa pun.

Baca Juga :  PMI Banyuwangi Kirim Relawan Pengungsi Gunung Agung

“Sebelum sakit pun, kita sudah daftar BPJS Kesehatan yang kelas 3 pada Januari 2014. Kita daftar karena khawatir jika suatu saat terjadi sakit. Ternyata benar, ayah saya harus diopname pada akhir 2014 karena hipertensi. Untungnya kita sudah terdaftar di BPJS Kesehatan. Terima kasih banyak buat BPJS Kesehatan, selama ini saya tidak melihat yang dibeda-bedakan. Terima kasih juga buat yang udah bayar iuran tiap bulannya, semoga kita semua sehat selalu,” ucapnya. (*)

PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua peserta dengan manfaat yang sangat luar biasa. Seperti kisah Mentik Rohimah (33) yang setia merawat ayahnya karena menderita sakit jantung sejak 2017. Selain itu, ayahnya juga pernah dirawat 2 kali karena hipotensi pada 2014. Selama pengobatan sampai saat ini, Ayah Mentik sudah dijamin oleh JKN-KIS dan ia sangat bersyukur karena ada program tersebut. Mentik menjelaskan, antara manfaat yang diterima dengan iuran yang ia bayarkan setiap bulannya itu sangat jauh berbeda. Manfaatnya dirasa sangat besar dan iuran yang ia bayarkan sangat terjangkau.

“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya program JKN-KIS ini, bersyukur sekali. Setiap bulan ayah saya harus mengonsumsi obat agar jantungnya tetap normal dan hal itu tidak sebanding dengan iuran yang kita bayarkan setiap bulannya. Kita iuran satu bulannya 140 ribu untuk 4 orang, jadi satu orangnya itu cuman 35 ribu dan itu tidak sebanding dengan manfaat besar yang kita terima selama mendapatkan pelayanan kesehatan,” ucap Mentik.

Baca Juga :  Sudah 83 Persen Anak Suntik Vaksin Covid-19

Mentik menceritakan, bahwa ayahnya sudah 2 kali dirawat di rumah sakit dan selama perawatannya, ia tidak mengeluarkan biaya apapun lagi. Saat ini ayahnya hanya menjalani rawat jalan ke poli jantung dan harus rutin mengonsumsi obat yang sudah diberikan oleh dokter. Dari pengalamannya, Ia selalu menyampaikan kepada orang-orang sekitarnya tentang besarnya manfaat dari program JKN-KIS ini. Bahkan, ia selalu berpesan agar jangan menunggu sakit baru mendaftar, tapi daftarlah dahulu dan nantinya kita akan terjamin ketika sakit.

“Ayah saya sudah masuk rumah sakit 2 kali dan harus rawat inap, selama dirawat itu, tidak ada biaya apa-apa lagi. Kalau sekarang alhamdulillah hanya rawat jalan aja ke poli jantung dan itu pun untuk obatnya tidak ada biaya apa-apa lagi. Sering saya sampaikan kepada yang lainnya, manfaat dari JKN-KIS ini sangat besar sekali. Kita tidak mengharapkan sakit, tapi jika kita sakit terus kita sudah terdaftar JKN-KIS, rasanya sangat senang dan yang pasti tenang ketika dalam perawatan,” ucapnya.

Sedia payung sebelum hujan adalah peribahasa yang sering Mentik terapkan dikehidupannya. Saat BPJS Kesehatan hadir pada 2014, mentik dan keluarganya langsung mendaftar di kelas 3. Hal itu ia lakukan karena ingin berjaga-jaga jika suatu saat dirinya atau keluarganya tiba-tiba sakit, karena sakit itu tidak ada yang tahu kapan terjadinya. Diakhir, Mentik berpesan kepada peserta lainnya agar membayar iuran setiap bulannya dan selalu menjaga kesehatan. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah menjalankan program JKN-KIS ini dengan baik dan tidak membeda-bedakan siapa pun.

Baca Juga :  Cegah Kecurangan Dalam Pelayanan, BPJS Kesehatan Gandeng Banyak Pihak

“Sebelum sakit pun, kita sudah daftar BPJS Kesehatan yang kelas 3 pada Januari 2014. Kita daftar karena khawatir jika suatu saat terjadi sakit. Ternyata benar, ayah saya harus diopname pada akhir 2014 karena hipertensi. Untungnya kita sudah terdaftar di BPJS Kesehatan. Terima kasih banyak buat BPJS Kesehatan, selama ini saya tidak melihat yang dibeda-bedakan. Terima kasih juga buat yang udah bayar iuran tiap bulannya, semoga kita semua sehat selalu,” ucapnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/