alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, June 25, 2022

193 Warga Jalani Operasi Katarak Gratis

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi kembali menggelar pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis bagi warga Banyuwangi. Aksi sosial ini disambut antusias warga.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Dinkes Banyuwangi bersama PMI Banyuwangi dan Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) The John Fawcett Foundation (JFF). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama enam hari ke depan, yakni mulai Senin (21/6) hingga Sabtu (26/6).

Masyarakat yang telah mendaftar akan diperiksa secara bergiliran. Berbeda dengan tahun lalu, pada hari pertama dibuka pasien langsung bisa dioperasi. Kali ini, pada hari pertama hanya ada pemeriksaan atau skrining. ”Hasil skrining ada 193 orang yang layak dioperasi, targetnya satu hari kita operasi 60 orang,” ungkap Ketua PMI Banyuwangi Nurhadi.

Bagi pendaftar yang belum lolos skrining akan diberi kacamata, pengobatan, dan pemasangan bola mata palsu. Untuk pemasangan bola mata palsu dengan target 15 orang, baru ada 12 orang pendaftar dan yang bisa dikerjakan hanya delapan orang. ”Kita juga lakukan pemeriksaan dini bagi anak sekolah dasar untuk mengetahui gejala dini katarak,” jelasnya.

Senior Project Manager YKI JFF Nyoman Wardhana menyebutkan, baksos kali ini menyasar 300 orang. JFF terus berupaya menjaring orang-orang yang mengalami penyakit katarak selama berlangsungnya program ini.

Nyoman menyebut, pihaknya membawa enam dokter spesialis mata dan beberapa tenaga medis. Untuk operasi katarak dilakukan di dua tempat. Yang pertama di dalam sebuah bus yang ditempatkan di markas PMI Banyuwangi. Sedangkan lokasi lainnya ditempatkan di RSUD Blambangan. ”Untuk menambah operasi di rumah sakit, makin lebih banyak ruangan lebih banyak orang yang bisa dibantu,” jelasnya.

Masing-masing pasien menjalani operasi katarak selama 15 menit. Sementara untuk pemasangan bola mata, membutuhkan waktu agak lama karena bola mata tidak bisa langsung dipasang. Harus diukur dulu, baru kemudian dibuatkan dan dipasangkan ke pasien.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang membuka acara tersebut memberikan apresiasi kepada PMI dan Yayasan YKI JFF yang secara berkelanjutan menggelar kegiatan sosial ini. ”Ini adalah sinergi yang positif untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan warga, terutama warga kurang mampu,” ujar Ipuk.

Sebagai bentuk dukungan kegiatan tersebut, Dinkes Banyuwangi juga turut terlibat dengan mengerahkan tim medis dan paramedis untuk menyukseskan kegiatan operasi katarak gratis bagi masyarakat Banyuwangi tersebut.

Plt Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, selama ini penyakit katarak masih menjadi problem bagi dunia kesehatan Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, 50 persen kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. ”Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa membantu masyarakat Banyuwangi dalam mencegah kebutaan,” imbuhnya

Sekadar diketahui, kegiatan operasi katarak gratis ini digelar sejak 2014 lalu hingga saat ini. Kegiatan ini juga rencananya akan digelar kembali pada November mendatang. Calon peserta operasi bisa mendaftar melalui puskesmas di masing-masing desa. ”Penjaringan operasi katarak gratis ini kami lakukan di masing-masing desa dan kecamatan di seluruh Banyuwangi,” tandas Amir. (ddy/afi/c1)

 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi kembali menggelar pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis bagi warga Banyuwangi. Aksi sosial ini disambut antusias warga.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Dinkes Banyuwangi bersama PMI Banyuwangi dan Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) The John Fawcett Foundation (JFF). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama enam hari ke depan, yakni mulai Senin (21/6) hingga Sabtu (26/6).

Masyarakat yang telah mendaftar akan diperiksa secara bergiliran. Berbeda dengan tahun lalu, pada hari pertama dibuka pasien langsung bisa dioperasi. Kali ini, pada hari pertama hanya ada pemeriksaan atau skrining. ”Hasil skrining ada 193 orang yang layak dioperasi, targetnya satu hari kita operasi 60 orang,” ungkap Ketua PMI Banyuwangi Nurhadi.

Bagi pendaftar yang belum lolos skrining akan diberi kacamata, pengobatan, dan pemasangan bola mata palsu. Untuk pemasangan bola mata palsu dengan target 15 orang, baru ada 12 orang pendaftar dan yang bisa dikerjakan hanya delapan orang. ”Kita juga lakukan pemeriksaan dini bagi anak sekolah dasar untuk mengetahui gejala dini katarak,” jelasnya.

Senior Project Manager YKI JFF Nyoman Wardhana menyebutkan, baksos kali ini menyasar 300 orang. JFF terus berupaya menjaring orang-orang yang mengalami penyakit katarak selama berlangsungnya program ini.

Nyoman menyebut, pihaknya membawa enam dokter spesialis mata dan beberapa tenaga medis. Untuk operasi katarak dilakukan di dua tempat. Yang pertama di dalam sebuah bus yang ditempatkan di markas PMI Banyuwangi. Sedangkan lokasi lainnya ditempatkan di RSUD Blambangan. ”Untuk menambah operasi di rumah sakit, makin lebih banyak ruangan lebih banyak orang yang bisa dibantu,” jelasnya.

Masing-masing pasien menjalani operasi katarak selama 15 menit. Sementara untuk pemasangan bola mata, membutuhkan waktu agak lama karena bola mata tidak bisa langsung dipasang. Harus diukur dulu, baru kemudian dibuatkan dan dipasangkan ke pasien.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang membuka acara tersebut memberikan apresiasi kepada PMI dan Yayasan YKI JFF yang secara berkelanjutan menggelar kegiatan sosial ini. ”Ini adalah sinergi yang positif untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan warga, terutama warga kurang mampu,” ujar Ipuk.

Sebagai bentuk dukungan kegiatan tersebut, Dinkes Banyuwangi juga turut terlibat dengan mengerahkan tim medis dan paramedis untuk menyukseskan kegiatan operasi katarak gratis bagi masyarakat Banyuwangi tersebut.

Plt Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, selama ini penyakit katarak masih menjadi problem bagi dunia kesehatan Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, 50 persen kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. ”Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa membantu masyarakat Banyuwangi dalam mencegah kebutaan,” imbuhnya

Sekadar diketahui, kegiatan operasi katarak gratis ini digelar sejak 2014 lalu hingga saat ini. Kegiatan ini juga rencananya akan digelar kembali pada November mendatang. Calon peserta operasi bisa mendaftar melalui puskesmas di masing-masing desa. ”Penjaringan operasi katarak gratis ini kami lakukan di masing-masing desa dan kecamatan di seluruh Banyuwangi,” tandas Amir. (ddy/afi/c1)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/