alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Hanya Sepekan, Kasus Aktif Covid-19 di Banyuwangi Melonjak 80 Persen

BANYUWANGI Peringatan bagi warga untuk terus menaati protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penularan Covid-19. Sebab, “bayang-bayang” penularan penyakit yang disebabkan serangan virus korona itu masih terus mengintai.

Bahkan, perkembangan terbaru, lonjakan kasus konfirmasi baru Covid-19 terjadi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa selama beberapa hari terakhir. Tidak tanggung-tanggung, jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 dalam sepekan, tepatnya sejak Minggu dua pekan lalu (6/2) hingga sepekan kemudian (13/2) mencapai 1.020 orang.

Di sisi lain, selama periode yang sama, jumlah warga yang mengidap Covid-19 dan berhasil sembuh sebanyak 235 orang. Sedangkan dua orang lainnya meninggal dunia. Akibatnya bisa ditebak, jumlah kasus aktif Covid-19 di Bumi Blambangan ikut meroket. Jika pada Minggu dua pekan lalu kasus aktif di Banyuwangi “hanya” sebanyak 186, pada Minggu kemarin (13/2) jumlah kasus aktif mencapai 947 kasus. Artinya, jika dikalkulasi, hanya dalam tempo sepekan terjadi peningkatan kasus aktif Covid-19 sebesar 80,36 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat tidak menampik terjadinya lonjakan Covid-19 beberapa hari terakhir. Untuk itu, dia mengimbau warga untuk terus mematuhi protokol kesehatan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengetatkan prokes,” ujarnya.

Seruan serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Ruliyono. Dikatakan, akhir-akhir ini ada kecenderungan warga ketaatan warga terhadap prokes mulai mengendur. Contohnya banyak warga yang mulai enggan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. “Mari terus taati prokes. Mari sama-sama saling mengingatkan. Ini demi kebaikan kita bersama,” kata dia.

Ruliyono menuturkan, meskipun secara umum bahaya atau tingkat keparahan orang yang menderita Covid-19 varian Omicron tidak sebesar Covid-19 varian Delta, namun kewaspadaan mutlak diperlukan. Sebab, serangan Covid-19 varian Omicron juga berpotensi menimbulkan keparahan bahkan meninggal dunia, terutama bagi mereka yang memiliki komorbid alias penyakit penyerta.

Nah, berkaca dari fenomena sepekan terakhir, maka selain mengimbau warga untuk terus menaati prokes, Ruliyono juga mengajak masyarakat yang belum divaksin untuk segera mengakses layanan vaksinasi. Begitu pun bagi warga yang belum menjalani vaksinasi dosis lengkap. “Kalau ada undangan untuk menjalani vaksinasi, segera datang dan manfaatkan kesempatan itu. Vaksinasi menjadi ikhtiar kita untuk membentengi diri dari bahaya Covid-19,” pungkasnya. 

BANYUWANGI Peringatan bagi warga untuk terus menaati protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penularan Covid-19. Sebab, “bayang-bayang” penularan penyakit yang disebabkan serangan virus korona itu masih terus mengintai.

Bahkan, perkembangan terbaru, lonjakan kasus konfirmasi baru Covid-19 terjadi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa selama beberapa hari terakhir. Tidak tanggung-tanggung, jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 dalam sepekan, tepatnya sejak Minggu dua pekan lalu (6/2) hingga sepekan kemudian (13/2) mencapai 1.020 orang.

Di sisi lain, selama periode yang sama, jumlah warga yang mengidap Covid-19 dan berhasil sembuh sebanyak 235 orang. Sedangkan dua orang lainnya meninggal dunia. Akibatnya bisa ditebak, jumlah kasus aktif Covid-19 di Bumi Blambangan ikut meroket. Jika pada Minggu dua pekan lalu kasus aktif di Banyuwangi “hanya” sebanyak 186, pada Minggu kemarin (13/2) jumlah kasus aktif mencapai 947 kasus. Artinya, jika dikalkulasi, hanya dalam tempo sepekan terjadi peningkatan kasus aktif Covid-19 sebesar 80,36 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat tidak menampik terjadinya lonjakan Covid-19 beberapa hari terakhir. Untuk itu, dia mengimbau warga untuk terus mematuhi protokol kesehatan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengetatkan prokes,” ujarnya.

Seruan serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Ruliyono. Dikatakan, akhir-akhir ini ada kecenderungan warga ketaatan warga terhadap prokes mulai mengendur. Contohnya banyak warga yang mulai enggan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. “Mari terus taati prokes. Mari sama-sama saling mengingatkan. Ini demi kebaikan kita bersama,” kata dia.

Ruliyono menuturkan, meskipun secara umum bahaya atau tingkat keparahan orang yang menderita Covid-19 varian Omicron tidak sebesar Covid-19 varian Delta, namun kewaspadaan mutlak diperlukan. Sebab, serangan Covid-19 varian Omicron juga berpotensi menimbulkan keparahan bahkan meninggal dunia, terutama bagi mereka yang memiliki komorbid alias penyakit penyerta.

Nah, berkaca dari fenomena sepekan terakhir, maka selain mengimbau warga untuk terus menaati prokes, Ruliyono juga mengajak masyarakat yang belum divaksin untuk segera mengakses layanan vaksinasi. Begitu pun bagi warga yang belum menjalani vaksinasi dosis lengkap. “Kalau ada undangan untuk menjalani vaksinasi, segera datang dan manfaatkan kesempatan itu. Vaksinasi menjadi ikhtiar kita untuk membentengi diri dari bahaya Covid-19,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/