Rabu, 27 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Kunjungan Poli Rehabilitasi Pasca Stroke Meningkat

22 September 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Kunjungan Poli Rehabilitasi Pasca Stroke Meningkat

MODERN: Salah satu petugas medis RSU Bhakti Husada Krikilan melayani pasien rehabilitasi. (RSU Bhakti Husada for RadarBanyuwangi.id)

Share this      

GLENMORE – Serangan stroke bisa membuat kualitas hidup seseorang menurun. Karena pasca serangan stroke, bisa membuat beberapa anggota tubuh tidak berfungsi normal. Untuk mengatasi, pasien perlu diberi perawatan sedini mungkin.

Setelah terserang stroke, pasien biasanya mengalami berbagai gangguan seperti kelumpuhan, penurunan kemampuan komunikasi, perubahan mental, hingga depresi. Oleh karena itu, pasien stroke perlu menjalani proses rehabilitasi agar dapat mengembalikan fungsi tubuhnya.

Rehabilitasi stroke adalah proses pasien stroke menjalani perawatan untuk membantu pada kehidupan normal. Dalam masa rehabilitasi, penderita stroke belajar bergerak, berpikir, dan merawat diri sendiri. Rehabilitasi tidak dapat menyembuhkan efek-efek yang ditimbulkan akibat serangan stroke, tapi dapat membantu penderita mengoptimalkan fungsi tubuhnya. Pemilihan jenis terapi yang diperlukan, disesuaikan dengan kondisi pasien dan yang dibutuhkan agar pasien dapat mandiri.

Baca juga: Bergerak Bersama Untuk Vaksinasi dan Penghargaan Donor Darah

Masalah pemulihan pasca stroke, biasanya dimulai sejak enam  bulan pertama setelah stroke. Ini periode emas, sangat penting untuk latihan dan harus dilakukan sedini mungkin. “Setelah enam bulan dari serangan stroke, latihan yang diberikan pada pasien sudah bisa dikurangi,” kata dr. Wiwin Sri Niscahya Wati, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Bhakti Husada Krikilan, Kecamatan Glenmore.

Proses pemulihan, terang dia, bisa berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu, sangat penting untuk memulai rehabilitasi sedini mungkin dan berkesinambungan. “Di antara latihan yang diperlukan pasien pasca stroke itu latihan keseimbangan, ini yang penting karena saat salah satu sisi mengalami kelemahan, pasien masih dapat berjalan,” terangnya.

Menurut dr Wiwin, bagi pasien yang sudah pernah terkena serangan stroke, merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, pilihan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Praktiknya seperti berhenti merokok, diet rendah lemak atau kolesterol dan tinggi serat, berolahraga teratur, makan secukupnya dengan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, menjaga berat badan, dan mengatasi stres. “Poli rehabilitasi medik RSU Bhakti Husada Krikilan sangat berkomitment dalam membantu pemulihan pasien pasca stroke yang selesai di rawat inap, sehingga pasien dapat beraktifitas secara mandiri,” ujarnya.

RSU Bhakti Husada Krikilan, dapat melayani pasien pasca stroke di poli rehabilitasi medik, layanan setiap Senin sampai Sabtu pukul 08.00 hingga selesai. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi IGD RSU Bhakti Husada Krikilan nomor telephone (0333) 821118 atau poli spesialis rawat jalan handphone (HP) 085234126828.(abi)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia