alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, June 25, 2022

Capaian Vaksinasi Booster Masih 23 Persen, Pemkab Gandeng PT dan SMA

RADAR BANYUWANGI – Perhatian bagi seluruh warga untuk mewaspadai penularan Covid-19. Sebab, setelah sempat melandai beberapa bulan terakhir, belakangan tren penularan penyakit yang disebabkan virus korona ini kembali meningkat di tanah air. Peningkatan kasus harian itu diindikasi merupakan imbas merebaknya Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Di sisi lain, saat Covid-19 subvarian baru tersebut merebak, masyarakat cenderung lengah dan ogah-ogahan mengakses layanan vaksinasi. Padahal, stok vaksin yang dimiliki pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini masih mencapai ratusan ribu dosis.

Tak hanya di Banyuwangi, tren serupa ternyata juga terjadi di tingkat nasional. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut puluhan juta vaksin Covid-19 masih tersedia di Indonesia. Namun, dia menyebut minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi saat ini rendah. ”Vaksinnya ada, masih ada puluhan juta. Saya sudah minta semuanya sekarang ini ingin melakukan booster, mencari pesertanya saja kesulitan,” ujarnya usai menghadiri acara silaturahmi dengan alumni Prakerja di Sentul, Bogor, Jumat (17/6).

Berkaitan kenaikan kasus Covid-19 beberapa hari belakangan, Jokowi meminta masyarakat untuk tetap waspada. Dia pun mendorong masyarakat yang belum vaksin agar segera mencari program tersebut di fasilitas kesehatan terdekat. ”Apa pun kita harus waspada. Sejak awal meski belum naik saya kan sudah sering ngomong enggak sekali dua kali tiga kali. Waspada, waspada, waspada. Baik yang Omicron maupun BA.4 dan BA.5,” kata dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, pihaknya diminta untuk meningkatkan capaian vaksinasi, terutama vaksinasi booster menjadi sebesar 50 persen. ”Dengan situasi seperti ini, ada subvarian BA.4 dan BA.5, harapannya vaksin booster bisa menjadi proteksi bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (20/6).

Amir mengakui, hingga kemarin capaian vaksinasi dosis 3 di Banyuwangi sebesar 23 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan capaian vaksinasi dosis tiga di tingkat Jatim yang baru mencapai 19 persen. Sedangkan di tingkat nasional, capaiannya sebesar 24 persen.

Amir pun menyatakan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan capaian vaksinasi di Banyuwangi. Dia mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan banyak pihak untuk memobilisasi warga melakukan vaksinasi booster. ”Terutama yang sasarannya mengumpul, seperti perguruan tinggi serta SMA/SMK,” kata dia.

Amir mencontohkan, pada Rabu besok akan digelar vaksinasi di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Banyuwangi dengan sasaran seluruh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta tenaga administrasi di perguruan tinggi tersebut. ”Di back-up teman-teman beberapa pihak untuk menggerakkan vaksinasi dosis 3. Meski demikian, jika ada yang kelewat, atau belum menjalani vaksinasi dosis satu dan/atau dosis dua, tetap dilayani,” terangnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan perguruan tinggi (PT) dan SMA yang relatif mudah untuk memobilisasi sasaran. ”Setelah itu, akan diperluas ke kelompok masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi profesi, dan masyarakat umum yang nanti secara keseluruhan akan kita cover,” bebernya.

Amir menambahkan, ketersediaan vaksin di Banyuwangi relatif aman. Saat ini stok yang tersedia mencapai 20 ribu dosis. ”Itu diharapkan tuntas pekan ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim siap back-up untuk kelanjutannya,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Perhatian bagi seluruh warga untuk mewaspadai penularan Covid-19. Sebab, setelah sempat melandai beberapa bulan terakhir, belakangan tren penularan penyakit yang disebabkan virus korona ini kembali meningkat di tanah air. Peningkatan kasus harian itu diindikasi merupakan imbas merebaknya Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Di sisi lain, saat Covid-19 subvarian baru tersebut merebak, masyarakat cenderung lengah dan ogah-ogahan mengakses layanan vaksinasi. Padahal, stok vaksin yang dimiliki pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini masih mencapai ratusan ribu dosis.

Tak hanya di Banyuwangi, tren serupa ternyata juga terjadi di tingkat nasional. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut puluhan juta vaksin Covid-19 masih tersedia di Indonesia. Namun, dia menyebut minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi saat ini rendah. ”Vaksinnya ada, masih ada puluhan juta. Saya sudah minta semuanya sekarang ini ingin melakukan booster, mencari pesertanya saja kesulitan,” ujarnya usai menghadiri acara silaturahmi dengan alumni Prakerja di Sentul, Bogor, Jumat (17/6).

Berkaitan kenaikan kasus Covid-19 beberapa hari belakangan, Jokowi meminta masyarakat untuk tetap waspada. Dia pun mendorong masyarakat yang belum vaksin agar segera mencari program tersebut di fasilitas kesehatan terdekat. ”Apa pun kita harus waspada. Sejak awal meski belum naik saya kan sudah sering ngomong enggak sekali dua kali tiga kali. Waspada, waspada, waspada. Baik yang Omicron maupun BA.4 dan BA.5,” kata dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, pihaknya diminta untuk meningkatkan capaian vaksinasi, terutama vaksinasi booster menjadi sebesar 50 persen. ”Dengan situasi seperti ini, ada subvarian BA.4 dan BA.5, harapannya vaksin booster bisa menjadi proteksi bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (20/6).

Amir mengakui, hingga kemarin capaian vaksinasi dosis 3 di Banyuwangi sebesar 23 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan capaian vaksinasi dosis tiga di tingkat Jatim yang baru mencapai 19 persen. Sedangkan di tingkat nasional, capaiannya sebesar 24 persen.

Amir pun menyatakan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan capaian vaksinasi di Banyuwangi. Dia mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan banyak pihak untuk memobilisasi warga melakukan vaksinasi booster. ”Terutama yang sasarannya mengumpul, seperti perguruan tinggi serta SMA/SMK,” kata dia.

Amir mencontohkan, pada Rabu besok akan digelar vaksinasi di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Banyuwangi dengan sasaran seluruh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta tenaga administrasi di perguruan tinggi tersebut. ”Di back-up teman-teman beberapa pihak untuk menggerakkan vaksinasi dosis 3. Meski demikian, jika ada yang kelewat, atau belum menjalani vaksinasi dosis satu dan/atau dosis dua, tetap dilayani,” terangnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan perguruan tinggi (PT) dan SMA yang relatif mudah untuk memobilisasi sasaran. ”Setelah itu, akan diperluas ke kelompok masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi profesi, dan masyarakat umum yang nanti secara keseluruhan akan kita cover,” bebernya.

Amir menambahkan, ketersediaan vaksin di Banyuwangi relatif aman. Saat ini stok yang tersedia mencapai 20 ribu dosis. ”Itu diharapkan tuntas pekan ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim siap back-up untuk kelanjutannya,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/