alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Pemkab Banyuwangi Gencarkan Vaksinasi Booster

BANYUWANGI –  Pemkab Banyuwangi terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) bagi masyarakat. Beriringan dengan itu, Banyuwangi juga memacu penuntasan vaksinasi dosis satu dan dua serta vaksinasi anak.

Pemkab berupaya melakukan percepatan vaksinasi di kecamatan-kecamatan yang cakupan vaksinasinya masih di bawah rata-rata kabupaten, yakni Srono, Wongsorejo, Purwoharjo, dan Pesanggaran. 

Di empat kecamatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta forum pimpinan kecamatan (forpimka) setempat untuk memperkuat kolaborasi serta lebih aktif bergerak jemput bola menuntaskan target sasaran vaksinasi.

”Harus kolaborasi, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Para nakes (tenaga kesehatan), camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat harus saling bekerja sama menyukseskan vaksinasi di wilayahnya,” kata Ipuk saat audiensi secara virtual dengan empat kecamatan di sela-sela pelaksanaan vaksinasi di Balai Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Rabu (19/1). 

Ipuk menanyakan kendala-kendala yang dialami di empat kecamatan tersebut. Apa saja yang menyebabkan capaian vaksinasi masih di bawah rata-rata. ”Semuanya harus bergerak lebih aktif jemput bola vaksinasi agar aktivitas ekonomi bisa dilakukan lebih leluasa, untuk mendorong pemulihan ekonomi. Begitu juga sektor-sektor lainnya,” tegas Ipuk. 

Baca Juga :  RSU Bhakti Husada Tingkatkan Pemantauan Gizi

Dalam gelaran vaksinasi tersebut, turut hadir Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Ibnu Suhendra. Senada dengan Ipuk, Ibnu Suhendra juga mengimbau aparat kepolisian dan TNI untuk ikut mendukung pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya. 

”Kapolri dan Panglima TNI aktif safari ke daerah-daerah untuk memastikan vaksinasi berjalan dengan baik. Ini harus diimbangi oleh aparat di daerah. Maka, saya minta Kapolsek dan Danramil ikut mendukung para camat dan kepala desa, menyukseskan vaksinasi di wilayah tugas masing-masing,” ujar Ibnu. 

Banyuwangi sendiri telah diperbolehkan melakukan vaksinasi booster karena telah memenuhi ketentuan dari Kementerian Kesehatan. Persyaratan tersebut antara lain capaian vaksinasi dosis satu untuk masyarakat umum harus sudah melebihi 70 persen dan capaian vaksinasi lansia minimal 60 persen.

Sementara, capaian vaksinasi di Banyuwangi untuk masyarakat umum telah mencapai 88 persen dan lansia di angka 75 persen. Karena itu, Ipuk meminta agar vaksinasi dosis satu dan dua segera dituntaskan, karena booster hanya bisa dilakukan pada mereka yang telah divaksin dosis kedua.

Baca Juga :  Bela Diri Bekal Wajib Personil Polisi

Vaksinasi booster dilakukan beriringan dengan vaksinasi anak yang ditarget tuntas dosis satunya pada akhir Januari 2022. Saat ini, vaksinasi anak dosis satu sudah hampir mencapai 100 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, stok vaksin untuk keperluan booster sangat mencukupi. Pemkab menyiapkan beberapa jenis vaksin, seperti Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan jenis vaksin primer yang didapatkan warga sebelumnya. ”Vaksinasi booster menyasar 197.793 lansia dan 570.536 masyarakat rentan pada tahap awal,” kata Amir.

Adapun syarat penerima booster adalah telah menerima vaksin primer lengkap (dosis satu dan dua), dengan jarak penyuntikan vaksin tahap kedua minimal enam bulan. ”Yang jaraknya belum enam bulan tidak akan keluar tiketnya,” kata Amir. 

BANYUWANGI –  Pemkab Banyuwangi terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) bagi masyarakat. Beriringan dengan itu, Banyuwangi juga memacu penuntasan vaksinasi dosis satu dan dua serta vaksinasi anak.

Pemkab berupaya melakukan percepatan vaksinasi di kecamatan-kecamatan yang cakupan vaksinasinya masih di bawah rata-rata kabupaten, yakni Srono, Wongsorejo, Purwoharjo, dan Pesanggaran. 

Di empat kecamatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta forum pimpinan kecamatan (forpimka) setempat untuk memperkuat kolaborasi serta lebih aktif bergerak jemput bola menuntaskan target sasaran vaksinasi.

”Harus kolaborasi, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Para nakes (tenaga kesehatan), camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat harus saling bekerja sama menyukseskan vaksinasi di wilayahnya,” kata Ipuk saat audiensi secara virtual dengan empat kecamatan di sela-sela pelaksanaan vaksinasi di Balai Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Rabu (19/1). 

Ipuk menanyakan kendala-kendala yang dialami di empat kecamatan tersebut. Apa saja yang menyebabkan capaian vaksinasi masih di bawah rata-rata. ”Semuanya harus bergerak lebih aktif jemput bola vaksinasi agar aktivitas ekonomi bisa dilakukan lebih leluasa, untuk mendorong pemulihan ekonomi. Begitu juga sektor-sektor lainnya,” tegas Ipuk. 

Baca Juga :  Rekomendasi Ibas Yudhoyono Hadapi Covid 19

Dalam gelaran vaksinasi tersebut, turut hadir Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Ibnu Suhendra. Senada dengan Ipuk, Ibnu Suhendra juga mengimbau aparat kepolisian dan TNI untuk ikut mendukung pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya. 

”Kapolri dan Panglima TNI aktif safari ke daerah-daerah untuk memastikan vaksinasi berjalan dengan baik. Ini harus diimbangi oleh aparat di daerah. Maka, saya minta Kapolsek dan Danramil ikut mendukung para camat dan kepala desa, menyukseskan vaksinasi di wilayah tugas masing-masing,” ujar Ibnu. 

Banyuwangi sendiri telah diperbolehkan melakukan vaksinasi booster karena telah memenuhi ketentuan dari Kementerian Kesehatan. Persyaratan tersebut antara lain capaian vaksinasi dosis satu untuk masyarakat umum harus sudah melebihi 70 persen dan capaian vaksinasi lansia minimal 60 persen.

Sementara, capaian vaksinasi di Banyuwangi untuk masyarakat umum telah mencapai 88 persen dan lansia di angka 75 persen. Karena itu, Ipuk meminta agar vaksinasi dosis satu dan dua segera dituntaskan, karena booster hanya bisa dilakukan pada mereka yang telah divaksin dosis kedua.

Baca Juga :  Bertahan Zona Kuning Sejak November 2020

Vaksinasi booster dilakukan beriringan dengan vaksinasi anak yang ditarget tuntas dosis satunya pada akhir Januari 2022. Saat ini, vaksinasi anak dosis satu sudah hampir mencapai 100 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, stok vaksin untuk keperluan booster sangat mencukupi. Pemkab menyiapkan beberapa jenis vaksin, seperti Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan jenis vaksin primer yang didapatkan warga sebelumnya. ”Vaksinasi booster menyasar 197.793 lansia dan 570.536 masyarakat rentan pada tahap awal,” kata Amir.

Adapun syarat penerima booster adalah telah menerima vaksin primer lengkap (dosis satu dan dua), dengan jarak penyuntikan vaksin tahap kedua minimal enam bulan. ”Yang jaraknya belum enam bulan tidak akan keluar tiketnya,” kata Amir. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/