alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Cegah Omicron, Siswa TK Mulai Divaksin

BANYUWANGI – Ratusan siswa TK dan SD, Rabu (19/1) datang ke kantor Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi. Dinas Kesehatan, bersama Polresta Banyuwangi menggelar vaksinasi dengan sasaran anak yang belum ter-cover vaksin dari beberapa sekolah, di antaranya TK Pembina dan SDN 1 Mojopanggung.

Di lokasi tersebut, guru TK dan SD dibantu dengan anggota polisi, TNI AD, dan TNI AL bergantian menenangkan para siswa yang tidak berani berhadapan dengan jarum suntik. Ada beberapa siswa TK yang ketakutan begitu lengan bajunya disingsingkan. Dengan berbagai cara dan rayuan, akhirnya mereka mau disuntik.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Mojopanggung dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Banyuwangi pun dengan cepat menyuntikkan vaksin jenis Sinovac. Usia anak yang divaksin kemarin antara 6 sampai 7 tahun. ”Ternyata tidak begitu sakit, cuma sebentar rasanya,” ujar Farhu Abyan, siswa kelas 2 SD Mojopanggung, usai disuntik vaksin.

Baca Juga :  Jelang Dibukanya Kembali Pariwisata, PLN Salurkan CSR

Kepala Puskesmas Mojopanggung dr Endrawan mengatakan, ada 312 sasaran vaksinasi anak yang didatangkan ke Kelurahan Mojopanggung pagi itu. Mereka terdiri dari 4 TK dan 3 SD di sekitar Kelurahan Mojopanggung. Siswa yang mendapatkan vaksinasi yang usianya genap 6 tahun atau lebih dan dinyatakan sehat. ”Kita skrining seperti pasien biasanya. Kalau sudah dinyatakan sehat, baru bisa divaksin,” kata Endrawan.

Di wilayah Puskesmas Mojopanggung ada 2.678 anak yang tercatat sebagai sasaran vaksinasi. Sebanyak 2.069 siswa di antaranya sudah disuntik, sisanya 609 anak akan mendapatkan giliran vaksinasi berikutnya. Endrawan mengatakan, vaksinasi anak terus digencarkan agar proteksi terhadap virus korona bisa dirasakan semuanya.

Kebetulan untuk sasaran anak lebih mudah untuk dicapai karena Dinas Pendidikan juga ikut membantu melalui sekolah-sekolah. Puskesmas tidak perlu door to door mendatangi sasaran. ”Kita sudah menyasar anak TK  sejak tanggal 17 Januari. Secara umum tidak ada KIPI setelah vaksinasi berjalan. Vaksinasi ini diharapkan bisa memberikan perlindungan kepada siswa,” kata Endrawan.

Baca Juga :  Baru 14 Pesantren yang Terjangkau Vaksinasi

 Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu menambahkan, serbuan Vaksinasi Merdeka saat ini disasarkan kepada kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak. Polresta Banyuwangi bersama Pemkab, Kodim 0825, Lanal, dan Dinkes Banyuwangi berkolaborasi melakukan serbuan vaksinasi. ”Untuk mencapai target vaksinasi anak dan lansia, kita harus melakukan percepatan bersama-sama. Yang kita jalani ini sudah bagus. Polri bersama TNI dan Pemkab Banyuwangi bersama-sama secara kontinu, setiap hari menggeber vaksin untuk anak-anak maupun lansia,” kata Nasrun. 

BANYUWANGI – Ratusan siswa TK dan SD, Rabu (19/1) datang ke kantor Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi. Dinas Kesehatan, bersama Polresta Banyuwangi menggelar vaksinasi dengan sasaran anak yang belum ter-cover vaksin dari beberapa sekolah, di antaranya TK Pembina dan SDN 1 Mojopanggung.

Di lokasi tersebut, guru TK dan SD dibantu dengan anggota polisi, TNI AD, dan TNI AL bergantian menenangkan para siswa yang tidak berani berhadapan dengan jarum suntik. Ada beberapa siswa TK yang ketakutan begitu lengan bajunya disingsingkan. Dengan berbagai cara dan rayuan, akhirnya mereka mau disuntik.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Mojopanggung dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Banyuwangi pun dengan cepat menyuntikkan vaksin jenis Sinovac. Usia anak yang divaksin kemarin antara 6 sampai 7 tahun. ”Ternyata tidak begitu sakit, cuma sebentar rasanya,” ujar Farhu Abyan, siswa kelas 2 SD Mojopanggung, usai disuntik vaksin.

Baca Juga :  Nilai Saham yang Dicatat Tidak Sama, Dua Fraksi Pertanyakan Saham Emas

Kepala Puskesmas Mojopanggung dr Endrawan mengatakan, ada 312 sasaran vaksinasi anak yang didatangkan ke Kelurahan Mojopanggung pagi itu. Mereka terdiri dari 4 TK dan 3 SD di sekitar Kelurahan Mojopanggung. Siswa yang mendapatkan vaksinasi yang usianya genap 6 tahun atau lebih dan dinyatakan sehat. ”Kita skrining seperti pasien biasanya. Kalau sudah dinyatakan sehat, baru bisa divaksin,” kata Endrawan.

Di wilayah Puskesmas Mojopanggung ada 2.678 anak yang tercatat sebagai sasaran vaksinasi. Sebanyak 2.069 siswa di antaranya sudah disuntik, sisanya 609 anak akan mendapatkan giliran vaksinasi berikutnya. Endrawan mengatakan, vaksinasi anak terus digencarkan agar proteksi terhadap virus korona bisa dirasakan semuanya.

Kebetulan untuk sasaran anak lebih mudah untuk dicapai karena Dinas Pendidikan juga ikut membantu melalui sekolah-sekolah. Puskesmas tidak perlu door to door mendatangi sasaran. ”Kita sudah menyasar anak TK  sejak tanggal 17 Januari. Secara umum tidak ada KIPI setelah vaksinasi berjalan. Vaksinasi ini diharapkan bisa memberikan perlindungan kepada siswa,” kata Endrawan.

Baca Juga :  Mulai Muncul Pedagang Belalang

 Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu menambahkan, serbuan Vaksinasi Merdeka saat ini disasarkan kepada kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak. Polresta Banyuwangi bersama Pemkab, Kodim 0825, Lanal, dan Dinkes Banyuwangi berkolaborasi melakukan serbuan vaksinasi. ”Untuk mencapai target vaksinasi anak dan lansia, kita harus melakukan percepatan bersama-sama. Yang kita jalani ini sudah bagus. Polri bersama TNI dan Pemkab Banyuwangi bersama-sama secara kontinu, setiap hari menggeber vaksin untuk anak-anak maupun lansia,” kata Nasrun. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/