alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Tumit Nyeri saat Berjalan? Periksakan ke RSUD Genteng

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng Plantar fasciitis atau nyeri pada tumit saat berjalan, bisa dialami oleh siapa saja. Biasanya, rasa sakit itu di antara lengkungan kaki dan tumit itu, dirasakan pada pagi hari saat bangun tidur. Hal itu terjadi ketika plantar fascia atau jaringan ikat yang membentang pada sepanjang bawah kaki, robek atau meregang.

Akibatnya, jaringan itu meradang hingga menimbulkan rasa sakit dan nyeri. ”Ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami plantar fasciitis,” kata penanggung jawab Poli Nyeri RSUD Genteng dr Yanuarningtyas SpAn FIP.

Faktor penyebab nyeri tersebut di antaranya yakni usia antara 40 tahun hingga 70 tahun, obesitas yang menyebabkan tekanan berlebih pada plantar fascia, jenis olahraga tertentu seperti lari jarak jauh, aerobik, dan balet. Selain itu, pekerjaan yang memerlukan posisi berdiri lama dalam waktu lama seperti guru, pekerja pabrik, tentara, atau atlet. Kemudian, masalah pada kaki seperti bentuk kaki rata atau terlalu melengkung dan penyakit tertentu seperti artritis reaktif dan ankylosing spondylitis. ”Jenis sepatu yang solnya tidak menopang kaki dengan baik juga termasuk faktornya,” ungkap dr Yanuar.

Baca Juga :  Dinas Kesehatan Kenalkan Silaju

Sakit tumit saat berjalan karena plantar fasciitis, imbuh dr Yanuar, bisa diatasi dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, mengompresnya dengan es, dan terapi fisik atau fisioterapi demi menguatkan otot-otot pergelangan kaki atau tumit. ”Jika pasien tidak mengalami perbaikan setelah mengonsumsi obat pereda nyeri dan melakukan fisioterapi, maka sebaiknya memeriksakan diri ke Poli Nyeri. Di RSUD Genteng ada Poli Nyeri,” saran dr Yanuar yang telah memiliki kompetensi di bidang nyeri intervensi ini.

Dalam pemeriksaan itu, tumit pasien akan diperiksa menggunakan USG. Selanjutnya, dokter akan menyuntikkan obat yang memiliki efek regeneratif atau perbaikan ke fascia yang mengalami cedera. ”Poli Nyeri RSUD Genteng melayani pasien setiap Senin hingga Kamis mulai pukul 07.00 hingga pukul 09.00, di luar jam itu bisa dilayani dengan perjanjian,” terang dr Yanuar.

Baca Juga :  RS Al Huda Genteng Siaga Layani Hemodialisa Traveling

Dengan visi terwujudnya Poli Nyeri yang unggul dan profesional, RSUD Genteng berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi. ”Ayo berobat ke RSUD Genteng,” pungkas dr Yanuar. (abi/c1)

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng Plantar fasciitis atau nyeri pada tumit saat berjalan, bisa dialami oleh siapa saja. Biasanya, rasa sakit itu di antara lengkungan kaki dan tumit itu, dirasakan pada pagi hari saat bangun tidur. Hal itu terjadi ketika plantar fascia atau jaringan ikat yang membentang pada sepanjang bawah kaki, robek atau meregang.

Akibatnya, jaringan itu meradang hingga menimbulkan rasa sakit dan nyeri. ”Ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami plantar fasciitis,” kata penanggung jawab Poli Nyeri RSUD Genteng dr Yanuarningtyas SpAn FIP.

Faktor penyebab nyeri tersebut di antaranya yakni usia antara 40 tahun hingga 70 tahun, obesitas yang menyebabkan tekanan berlebih pada plantar fascia, jenis olahraga tertentu seperti lari jarak jauh, aerobik, dan balet. Selain itu, pekerjaan yang memerlukan posisi berdiri lama dalam waktu lama seperti guru, pekerja pabrik, tentara, atau atlet. Kemudian, masalah pada kaki seperti bentuk kaki rata atau terlalu melengkung dan penyakit tertentu seperti artritis reaktif dan ankylosing spondylitis. ”Jenis sepatu yang solnya tidak menopang kaki dengan baik juga termasuk faktornya,” ungkap dr Yanuar.

Baca Juga :  Mahasiswa Target Imunisasi Difteri

Sakit tumit saat berjalan karena plantar fasciitis, imbuh dr Yanuar, bisa diatasi dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, mengompresnya dengan es, dan terapi fisik atau fisioterapi demi menguatkan otot-otot pergelangan kaki atau tumit. ”Jika pasien tidak mengalami perbaikan setelah mengonsumsi obat pereda nyeri dan melakukan fisioterapi, maka sebaiknya memeriksakan diri ke Poli Nyeri. Di RSUD Genteng ada Poli Nyeri,” saran dr Yanuar yang telah memiliki kompetensi di bidang nyeri intervensi ini.

Dalam pemeriksaan itu, tumit pasien akan diperiksa menggunakan USG. Selanjutnya, dokter akan menyuntikkan obat yang memiliki efek regeneratif atau perbaikan ke fascia yang mengalami cedera. ”Poli Nyeri RSUD Genteng melayani pasien setiap Senin hingga Kamis mulai pukul 07.00 hingga pukul 09.00, di luar jam itu bisa dilayani dengan perjanjian,” terang dr Yanuar.

Baca Juga :  Rustida Kenalkan Aplikasi Konsultasi Gizi

Dengan visi terwujudnya Poli Nyeri yang unggul dan profesional, RSUD Genteng berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi. ”Ayo berobat ke RSUD Genteng,” pungkas dr Yanuar. (abi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/