alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Sosialisasi Kesehatan Sekaligus Ketahanan Keluarga Di Tengah Pandemi

WONGSOREJO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dampak pandemi sangat dirasakan lebih dari 180 negara di Dunia. Termasuk di Indonesia, sebanyak 4.185.144 orang terinfeksi dan merenggut nyawa 140.138 orang terhitung sejak 17 September 2021.

Keterpurukan ekonomi nasional akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro merambah disemua lini masyarakat. Kehilangan pekerjaan, merosotnya pendapatan ekonomi keluarga mempengaruhi tingginya angka perceraian sekaligus kekurangan gizi. 

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) merasa terpanggil. Melalui Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dilangsungkan Training Of Trainer (TOT) yang dipusatkan di Puskesmas Wongsorejo, Banyuwangi. TOT ini diikuti oleh 20 kader kesehatan keluarga dari lima desa yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Wongsorejo.

Dalam TOT yang dibuka langsung oleh camat Wongsorejo Dra. Sulistiowati, MM pada hari pertama, Jumat (17/9) dengan materi pengenalan seputar Covid-19 beserta pencegahannya. Di hari kedua Sabtu, (18/9) dilaksanakan pelatihan menjahit masker. Camat Wongsorejo sangat bangga dan berterima kasih kepada FK Unair dengan memilih Wongsorejo sebagai pusat kegiatan TOT.

Pada acara pembukaan TOT yang mengambil tema Pemberdayaan Kesehatan dan Ketahanan Keluarga Terkait Covid-19, diserahkan dua unit mesin jahit dari FK Unair kepada kelompok kader kesehatan. Serta masing-masing peserta mendapatkan buku tentang materi pelatihan yang disusun oleh Dr. Linda Dewanti, MKes., MHSc., Ph.D., Dr. Lilik, dr., MKes, dan Dr. Sulistiawati, dr., MKes.

Sementara diwaktu yang sama, Ketua Pengmas TOT, Dr. Linda Dewanti, Mkes, MHSc., Ph.D menuturkan selain pengetahuan seputar covid juga dilakukan pelatihan menjahit masker berbahan kain perca batik. “Memanfaatkan kain bekas batik dengan harapan masker bisa lebih fashionable tanpa mengurangi faedah kesehatan,” ujar Linda. Pelatihan menjahit masker ini termasuk membuat konektornya, lanjut Linda.

 Shodiq Kepala Puskesmas Wongsorejo berharap program pembelajaran bagi Dokter Muda (DM) FK Unair agar ditempatkan di Banyuwangi, khususnya Wongsorejo. Hal ini langsung diamini oleh Wakil Dekan 3 FK Unair Dr. Sulistiawati, dr., MKes. Dipilihnya Banyuwangi karena salah satu perwujudan kepedulian nyata terhadap masyarakat dimana salah satu kampus Unair berada yakni Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi.

WONGSOREJO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dampak pandemi sangat dirasakan lebih dari 180 negara di Dunia. Termasuk di Indonesia, sebanyak 4.185.144 orang terinfeksi dan merenggut nyawa 140.138 orang terhitung sejak 17 September 2021.

Keterpurukan ekonomi nasional akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro merambah disemua lini masyarakat. Kehilangan pekerjaan, merosotnya pendapatan ekonomi keluarga mempengaruhi tingginya angka perceraian sekaligus kekurangan gizi. 

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) merasa terpanggil. Melalui Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dilangsungkan Training Of Trainer (TOT) yang dipusatkan di Puskesmas Wongsorejo, Banyuwangi. TOT ini diikuti oleh 20 kader kesehatan keluarga dari lima desa yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Wongsorejo.

Dalam TOT yang dibuka langsung oleh camat Wongsorejo Dra. Sulistiowati, MM pada hari pertama, Jumat (17/9) dengan materi pengenalan seputar Covid-19 beserta pencegahannya. Di hari kedua Sabtu, (18/9) dilaksanakan pelatihan menjahit masker. Camat Wongsorejo sangat bangga dan berterima kasih kepada FK Unair dengan memilih Wongsorejo sebagai pusat kegiatan TOT.

Pada acara pembukaan TOT yang mengambil tema Pemberdayaan Kesehatan dan Ketahanan Keluarga Terkait Covid-19, diserahkan dua unit mesin jahit dari FK Unair kepada kelompok kader kesehatan. Serta masing-masing peserta mendapatkan buku tentang materi pelatihan yang disusun oleh Dr. Linda Dewanti, MKes., MHSc., Ph.D., Dr. Lilik, dr., MKes, dan Dr. Sulistiawati, dr., MKes.

Sementara diwaktu yang sama, Ketua Pengmas TOT, Dr. Linda Dewanti, Mkes, MHSc., Ph.D menuturkan selain pengetahuan seputar covid juga dilakukan pelatihan menjahit masker berbahan kain perca batik. “Memanfaatkan kain bekas batik dengan harapan masker bisa lebih fashionable tanpa mengurangi faedah kesehatan,” ujar Linda. Pelatihan menjahit masker ini termasuk membuat konektornya, lanjut Linda.

 Shodiq Kepala Puskesmas Wongsorejo berharap program pembelajaran bagi Dokter Muda (DM) FK Unair agar ditempatkan di Banyuwangi, khususnya Wongsorejo. Hal ini langsung diamini oleh Wakil Dekan 3 FK Unair Dr. Sulistiawati, dr., MKes. Dipilihnya Banyuwangi karena salah satu perwujudan kepedulian nyata terhadap masyarakat dimana salah satu kampus Unair berada yakni Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/