alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Banyak Tidak Percaya Covid-19

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Puskesmas Tembokrejo, Kecamatan Muncar optimistis bisa menyelesaikan vaksinisasi di tiga desa yang ada di di wilayahnya, yakni Desa Tembokrejo, Desa Sumbersewu, dan Desa Kumendung. Meski saat ini, baru menuntaskan 26 persen dari sasaran di tiga desa itu.

Kepala Puskesmas Tembokrejo, drg Sri Istyantini mengatakan di wilayah kerjanya itu ada 42.000 jiwa yang menjadi sasaran vaksinasi dengan umur di atas 18 tahun. “Kami melakukan vaksinasi secara menyeluruh, saat ini masih 26 persen,” katanya.

Dari tiga desa yang ada di wilayahnya itu, terang dia, Desa Tembokrejo yang paling sulit ditangani. Sebab, di desa yang warganya banyak bekerja sebagai nelayan itu banyak pendatang. “Di desa ini rawan penularan Covid-19 dan penyebaran bisa cepat,” terangnya.

Ada beberapa faktor yang mendukung itu, terang dia, seperti penduduk di desa itu sangat padat, dan banyak warga yang tidak percaya dengan Covid-19. “Tidak percaya ada Covid-19, dan mereka tidak mau divaksin,” ungkapnya.

Di Desa Tembokrejo ini, jelas dia, jumlah penduduknya ada 30.000 jiwa, dan banyak yang tinggal di pesisir pantai. Untuk bisa melaksanakan vaksinasi, pihaknya terus melakukan sosialisasi. “Untuk sosialisasi kami menggandeng Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa,” katanya.

Agar warga mau mengikuti vaksinasi, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan berbagai cara, seperti sosialisasi keliling kampung, bagi masker, dan terjun langsung dengan meyakinkan warga untuk vaksin Covid-19. “Kami yakin dan optimistis seluruh warga di Desa Tembokrejo, khususnya di ada di pesisir pantai segera vaksin, setidaknya 80 persen,” pungkasnya.

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Puskesmas Tembokrejo, Kecamatan Muncar optimistis bisa menyelesaikan vaksinisasi di tiga desa yang ada di di wilayahnya, yakni Desa Tembokrejo, Desa Sumbersewu, dan Desa Kumendung. Meski saat ini, baru menuntaskan 26 persen dari sasaran di tiga desa itu.

Kepala Puskesmas Tembokrejo, drg Sri Istyantini mengatakan di wilayah kerjanya itu ada 42.000 jiwa yang menjadi sasaran vaksinasi dengan umur di atas 18 tahun. “Kami melakukan vaksinasi secara menyeluruh, saat ini masih 26 persen,” katanya.

Dari tiga desa yang ada di wilayahnya itu, terang dia, Desa Tembokrejo yang paling sulit ditangani. Sebab, di desa yang warganya banyak bekerja sebagai nelayan itu banyak pendatang. “Di desa ini rawan penularan Covid-19 dan penyebaran bisa cepat,” terangnya.

Ada beberapa faktor yang mendukung itu, terang dia, seperti penduduk di desa itu sangat padat, dan banyak warga yang tidak percaya dengan Covid-19. “Tidak percaya ada Covid-19, dan mereka tidak mau divaksin,” ungkapnya.

Di Desa Tembokrejo ini, jelas dia, jumlah penduduknya ada 30.000 jiwa, dan banyak yang tinggal di pesisir pantai. Untuk bisa melaksanakan vaksinasi, pihaknya terus melakukan sosialisasi. “Untuk sosialisasi kami menggandeng Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa,” katanya.

Agar warga mau mengikuti vaksinasi, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan berbagai cara, seperti sosialisasi keliling kampung, bagi masker, dan terjun langsung dengan meyakinkan warga untuk vaksin Covid-19. “Kami yakin dan optimistis seluruh warga di Desa Tembokrejo, khususnya di ada di pesisir pantai segera vaksin, setidaknya 80 persen,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/