Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Sudah Suntikkan 993 Ribu Vaksin, Angka Kesembuhan Pasien Covid Naik

19 September 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Sudah Suntikkan 993 Ribu Vaksin, Angka Kesembuhan Pasien Covid Naik

KEJAR HERD IMMUNITY: Vaksinasi ibu hamil di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi Rabu lalu (15/9) diharapkan bisa ikut membantu menurunkan angka Covid-19 di Banyuwangi. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Kabar baik datang dari upaya penanganan pandemi Covid-19 di Banyuwangi. Dalam lima hari terakhir, jumlah pengidap Covid-19 yang berhasil sembuh lebih besar dari angka konfirmasi baru dan kasus kematian akibat penyakit yang disebabkan virus korona tersebut.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, jumlah kasus konfirmasi baru sejak periode 13 September hingga kemarin (17/9) sebanyak 71 dan jumlah kematian akibat Covid-19 ”hanya” 7 kasus. Di sisi lain, pada periode yang sama, jumlah pengidap Covid-19 yang berhasil sembuh mencapai 84 orang.

Bukan itu saja, positivity rate di Banyuwangi juga sangat rendah. Yakni hanya sebesar 0,48 persen. Angka ini menggambarkan rendahnya jumlah kasus positif dibandingkan dengan jumlah keseluruhan tes yang dilakukan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Baca juga: Peran Pemangku Kepentingan Harus Tetap Humanis di Lapangan

Sudah Suntikkan 993 Ribu Vaksin, Angka Kesembuhan Pasien Covid Naik

(Grafis: M. Reza Fairuz/RadarBanyuwangi.id)

Pemkab bersama Satuan Tugas (Satgas) dan lintas elemen juga terus menggencarkan vaksinasi Covid-19. Sejauh ini sudah lebih dari 993 ribu dosis vaksin disuntikkan bagi warga kabupaten the Sunrise of Java ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, 993 ribu dosis vaksin tersebut merupakan jumlah total yang telah disuntikkan bagi warga Banyuwangi. Jumlah itu meliputi vaksinasi dosis pertama, dosis kedua, serta vaksin dosis ketiga bagi para tenaga kesehatan (nakes). ”Khusus untuk dosis pertama, saat ini sudah sekitar 47 persen dari total sasaran sebanyak 1,3 juta jiwa,” ujar pria yang karib disapa Rio tersebut tadi malam (17/9).

Rio menuturkan, berdasar hasil assessment Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Minggu lalu (12/9), Banyuwangi masuk Level satu bersama lima kabupaten lain di Jatim. Sedangkan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) tanggal 13 September, Banyuwangi masuk kriteria Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. ”Selama ini Inmendagri juga mengadopsi assessment Kemenkes, namun pada Inmendagri yang terbaru pada 13 September, ditambahi indikator baru, yakni capaian vaksinasi dosis pertama,” jelasnya.

Rio menambahkan, angka positivity rate di Banyuwangi sebesar 0,48 persen tersebut jauh berada di bawah Jatim. Tingkat positivity rate di Jatim mencapai 1 persen lebih.

Rio pun menuturkan, positivity rate yang rendah tersebut juga menggambarkan tingginya pengujian (testing) dan pelacakan (testing) Covid-19 di Banyuwangi. Dia menjelaskan, positivity rate merupakan jumlah kasus positif dibanding jumlah keseluruhan tes yang dilakukan. ”Kalau tes yang dilakukan sedikit, maka positivity rate Banyuwangi akan tinggi. Karena pembandingnya semakin sedikit,” jelasnya.

Sebaliknya, kata Rio, saat ini Pemkab dan Satgas Penanganan Covid-19 sedang gencar melakukan tracing dan testing. ”Angka testing kita tinggi. Sehingga positivity rate kita rendah. Tracing kita juga tinggi, yakni 1 banding 15,26 atau sesuai standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Artinya, dari satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, kontak yang dilacak mencapai 15 orang lebih,” bebernya.

Meski tren kasus konfirmasi mengalami penurunan dan tingkat kesembuhan naik signifikan, Rio kembali mengingatkan warga untuk terus menaati protokol kesehatan (prokes), yakni memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. ”Jangan kendur menerapkan prokes,” pintanya.

Sementara itu, Rio mengatakan pihaknya bersama Satgas Penanganan Covid-19 pernah menghitung target vaksinasi di Banyuwangi. Jika tren capaian vaksinasi per hari mencapai rata-rata 14 ribu, maka vaksinasi akan selesai akhir Oktober mendatang. Namun sayang, sejak sepekan terakhir capaian vaksinasi agak menurun, yakni sekitar 8 ribu sampai 9 ribu per hari.

Hal ini salah satunya disebabkan ketersediaan vaksin yang semakin menipis. Selain itu, saat ini pemkab juga fokus melakukan vaksinasi dosis kedua vaksin AstraZeneca. ”Kalau ketersediaan vaksin yang menipis ini tidak segera teratasi, maka penuntasan vaksinasi bisa molor. Namun, upaya-upaya terus kita lakukan. Kami terus meminta ke provinsi. Kabarnya, beberapa hari ke depan akan mendapat kiriman vaksin kembali,” pungkasnya. 

(bw/sgt/aif/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia