alexametrics
26.7 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Peringati Hari Ulang Tahun, IBI Banyuwangi Gelar Beragam Kegiatan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banyuwangi merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT)-nya yang ke-71. Acara yang digelar di Kecamatan Gambiran ini dihadiri oleh beragam tamu undangan. Mulai dari kepala dinas (Dinas Sosial dan PPKB dan Dinas Kesehatan), perguruan tinggi kesehatan (Stikes Banyuwangi dan Rustida), direktur rumah sakit (RS Graha Medika dan Ar-Rohmah), organisasi profesi (IDI, PPNI, PERSAGI, IPeKB), kepala puskesmas (Yosomulyo, Tegalsari dan Jajag), kader posyandu, dan kader TPK atau tim pendamping keluarga.

Hadir pula camat beserta jajaran Forkopimka lainnya dan kepala KUA Gambiran, ketua TP PKK Kecamatan dan Desa. Bahkan, orang nomor satu di Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiendani, ikut hadir menyaksikan perayaan HUT ke-71 IBI.

Fokus kegiatan kali ini bertopik pada peran bidan dalam pencegahan stunting serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu bentuk kegiatannya yakni pemberian edukasi kesehatan kepada sepuluh calon pengantin (catin). Selain itu, pemeriksaan 50 ibu hamil berkualitas yang berkolaborasi antara bidan dan dokter kandungan dr Kamalia Hasanah SpOG.

Baca Juga :  Sehari 352 Siswa Usia 6-11 Tahun Divaksin Covid-19

Ada pula konseling kesehatan bagi ibu balita stunting dan pemberian paket kesehatan bagi balita stunting serta Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM). ”Selain itu, pada kegiatan tim pendamping keluarga juga ada peran bidan di dalamnya, baik sebagai fasilitator maupun sebagai tim pendamping keluarga itu sendiri dengan penggunaan aplikasi Esimil nomor satu se-Jawa Timur, “ kata Ketua IBI Cabang Banyuwangi Bd Hj Yulianingsih SST MMKes.

Perempuan yang sekaligus istri dari Ketua Stikes Banyuwangi tersebut menjelaskan, pemilihan Kecamatan Gambiran sebagai lokasi kegiatan perayaan HUT agar tujuan dari kegiatan tersebut lebih maksimal dan tepat pada sasaran.

Yulianingsih menginformasikan, IBI Banyuwangi juga telah melakukan Rebound Center. Melalui kolaborasi dengan Dinas Sosial PPKB terlibat dalam kegiatan sejuta akseptor, pelayanan KB. Dengan Dinas Kesehatan, selama pandemi terlibat sebagai vaksinator dan koordinator imunisasi yang hampir 99 persennya adalah bidan. Sedangkan dengan TP PKK Kecamatan ataupun desa ada bidan yang berperan di Pokja 4.

”Anggota kami ada sekitar 1.528 orang yang mengabdi di pelayanan dan pendidikan, sesuai UU No 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan, untuk berpraktik mandiri bidan wajib berpendidikan profesi. Untuk itu, kami mohon dukungan dari Ibu Bupati agar teman-teman bidan dapat meningkatkan jenjang pendidikan hingga profesi,” katanya.

Baca Juga :  Satgas Imbau Pengelola Klinik Sekitar Pelabuhan Urus Izin Praktik

Yulianingsih tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai lintas organisasi kesehatan dan sektor lainnya, terutama Bupati Banyuwangi sehingga peran bidan dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan berkualitas. ”Terima kasih Ibu Bupati, yang baru saja pulang ibadah dari Tanah Suci meluangkan waktunya untuk langsung hadir di kegiatan kami,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada IBI atas peran serta dan pelayanannya sebagai garda terdepan, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Selain itu, bidan juga berperan aktif dalam mendukung program pemerintah khususnya di saat pandemi.

”Jika berbicara tentang indeks pembangunan, ada indeks pembangunan manusia di mana ada istilah usia harapan hidup. Dan, bidan pasti ada peran aktifnya dalam strategis meningkatkan usia harapan hidup di Banyuwangi,” pungkas Ipuk. (*/afi/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banyuwangi merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT)-nya yang ke-71. Acara yang digelar di Kecamatan Gambiran ini dihadiri oleh beragam tamu undangan. Mulai dari kepala dinas (Dinas Sosial dan PPKB dan Dinas Kesehatan), perguruan tinggi kesehatan (Stikes Banyuwangi dan Rustida), direktur rumah sakit (RS Graha Medika dan Ar-Rohmah), organisasi profesi (IDI, PPNI, PERSAGI, IPeKB), kepala puskesmas (Yosomulyo, Tegalsari dan Jajag), kader posyandu, dan kader TPK atau tim pendamping keluarga.

Hadir pula camat beserta jajaran Forkopimka lainnya dan kepala KUA Gambiran, ketua TP PKK Kecamatan dan Desa. Bahkan, orang nomor satu di Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiendani, ikut hadir menyaksikan perayaan HUT ke-71 IBI.

Fokus kegiatan kali ini bertopik pada peran bidan dalam pencegahan stunting serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu bentuk kegiatannya yakni pemberian edukasi kesehatan kepada sepuluh calon pengantin (catin). Selain itu, pemeriksaan 50 ibu hamil berkualitas yang berkolaborasi antara bidan dan dokter kandungan dr Kamalia Hasanah SpOG.

Baca Juga :  Sehari 352 Siswa Usia 6-11 Tahun Divaksin Covid-19

Ada pula konseling kesehatan bagi ibu balita stunting dan pemberian paket kesehatan bagi balita stunting serta Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM). ”Selain itu, pada kegiatan tim pendamping keluarga juga ada peran bidan di dalamnya, baik sebagai fasilitator maupun sebagai tim pendamping keluarga itu sendiri dengan penggunaan aplikasi Esimil nomor satu se-Jawa Timur, “ kata Ketua IBI Cabang Banyuwangi Bd Hj Yulianingsih SST MMKes.

Perempuan yang sekaligus istri dari Ketua Stikes Banyuwangi tersebut menjelaskan, pemilihan Kecamatan Gambiran sebagai lokasi kegiatan perayaan HUT agar tujuan dari kegiatan tersebut lebih maksimal dan tepat pada sasaran.

Yulianingsih menginformasikan, IBI Banyuwangi juga telah melakukan Rebound Center. Melalui kolaborasi dengan Dinas Sosial PPKB terlibat dalam kegiatan sejuta akseptor, pelayanan KB. Dengan Dinas Kesehatan, selama pandemi terlibat sebagai vaksinator dan koordinator imunisasi yang hampir 99 persennya adalah bidan. Sedangkan dengan TP PKK Kecamatan ataupun desa ada bidan yang berperan di Pokja 4.

”Anggota kami ada sekitar 1.528 orang yang mengabdi di pelayanan dan pendidikan, sesuai UU No 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan, untuk berpraktik mandiri bidan wajib berpendidikan profesi. Untuk itu, kami mohon dukungan dari Ibu Bupati agar teman-teman bidan dapat meningkatkan jenjang pendidikan hingga profesi,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Semakin Menurun, Lima Hari Hanya Ada 11 Kasus Baru

Yulianingsih tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai lintas organisasi kesehatan dan sektor lainnya, terutama Bupati Banyuwangi sehingga peran bidan dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan berkualitas. ”Terima kasih Ibu Bupati, yang baru saja pulang ibadah dari Tanah Suci meluangkan waktunya untuk langsung hadir di kegiatan kami,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada IBI atas peran serta dan pelayanannya sebagai garda terdepan, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Selain itu, bidan juga berperan aktif dalam mendukung program pemerintah khususnya di saat pandemi.

”Jika berbicara tentang indeks pembangunan, ada indeks pembangunan manusia di mana ada istilah usia harapan hidup. Dan, bidan pasti ada peran aktifnya dalam strategis meningkatkan usia harapan hidup di Banyuwangi,” pungkas Ipuk. (*/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Surat untuk Calon Presiden

Tugu Macan Dicat Ulang

Harga Daging Ayam Terus Turun

/