alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Ajak Warga Senam Bersama, Beri Pelatihan Deteksi Jantung

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Dalam rangka memperingati hari jantung sedunia dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit jantung, RSUD Genteng menggelar pelatihan bantuan hidup dasar dan deteksi dini serangan jantung pada Sabtu (16/10).

Kegiatan yang dilaksanakan di RSUD Genteng itu, juga digelar senam bersama yang diikuti para dokter, para medis rumah sakit, dan warga. Kegiatan ini, serempak digelar di sejumlah RSUD seperti di Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Pacitan, Blitar, dan Tulungagung. “Ini untuk memperingati hari jantung sedunia,” Plt. Direktur RSUD Genteng, dr. Rudi Hartawan.

Peringatan hari jantung sedunia dengan mengambil tema Use Heart to Connect ini, terang dia, digelar dengan melibatkan masyarakat. Warga yang ikut acara, diajak senam bersama dan diberi bekal cara memberi bantuan hidup dasar dan deteksi dini serangan jantung. “Dengan ikut acara ini, warga yang memiliki risiko jantung bisa mendeteksi dan melakukan pencegahan, di antaranya dengan olahraga,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, senam bersama ini juga untuk mengingatkan agar masyarakat atau pasien penyakit jantung selalu aktif  berolahraga dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa dan berobat dengan teratur. “Olahraga itu sangat penting bagi semua,” ujarnya.

Ketua kegiatan peringatan hari jantung sedunia, dr. Hidayanto Perdana, Sp,JP, menyampaikan tujuan pelatihan bantuan hidup dasar dan deteksi dini serangan jantung, ini mengupayakan masyarakat bisa memahami dan memiliki kemampuan dalam memberikan bantuan hidup dasar kepada orang yang mengalami serangan jantung. “Tema Use Heart to Connect ini upaya agar semua mengembangkan konektivitas, dan tetap menjalin hubungan sosial menggunakan cara-cara yang lebih kreatif,” terangnya.

Menurut dr. Hidayanto, dengan pemanfaatan aplikasi dan social media secara optimal, diharapkan semua orang dengan faktor resiko dan mempunyai penyakit jantung, di era pandemi ini tetap mendapat kesempatan menjalani pemeriksaan dan pelayanan pengobatan. “Pemeriksaan dan pengobatan bisa mengakses melalui aplikasi di media sosial,” terangnya.

Dengan pengalaman dan pengembangan ilmu pengetahahuan yang didapat selama pandemi, jelas dia, semoga bisa memberi cara pandang baru, dan solusi yang terbaik untuk tetap mempertahankan kesehatan, meringankan penderitaan, dan meningkatkan usia pasien-pasien jantung dengan hidup yang lebih berkualitas. 

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Dalam rangka memperingati hari jantung sedunia dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit jantung, RSUD Genteng menggelar pelatihan bantuan hidup dasar dan deteksi dini serangan jantung pada Sabtu (16/10).

Kegiatan yang dilaksanakan di RSUD Genteng itu, juga digelar senam bersama yang diikuti para dokter, para medis rumah sakit, dan warga. Kegiatan ini, serempak digelar di sejumlah RSUD seperti di Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Pacitan, Blitar, dan Tulungagung. “Ini untuk memperingati hari jantung sedunia,” Plt. Direktur RSUD Genteng, dr. Rudi Hartawan.

Peringatan hari jantung sedunia dengan mengambil tema Use Heart to Connect ini, terang dia, digelar dengan melibatkan masyarakat. Warga yang ikut acara, diajak senam bersama dan diberi bekal cara memberi bantuan hidup dasar dan deteksi dini serangan jantung. “Dengan ikut acara ini, warga yang memiliki risiko jantung bisa mendeteksi dan melakukan pencegahan, di antaranya dengan olahraga,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, senam bersama ini juga untuk mengingatkan agar masyarakat atau pasien penyakit jantung selalu aktif  berolahraga dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa dan berobat dengan teratur. “Olahraga itu sangat penting bagi semua,” ujarnya.

Ketua kegiatan peringatan hari jantung sedunia, dr. Hidayanto Perdana, Sp,JP, menyampaikan tujuan pelatihan bantuan hidup dasar dan deteksi dini serangan jantung, ini mengupayakan masyarakat bisa memahami dan memiliki kemampuan dalam memberikan bantuan hidup dasar kepada orang yang mengalami serangan jantung. “Tema Use Heart to Connect ini upaya agar semua mengembangkan konektivitas, dan tetap menjalin hubungan sosial menggunakan cara-cara yang lebih kreatif,” terangnya.

Menurut dr. Hidayanto, dengan pemanfaatan aplikasi dan social media secara optimal, diharapkan semua orang dengan faktor resiko dan mempunyai penyakit jantung, di era pandemi ini tetap mendapat kesempatan menjalani pemeriksaan dan pelayanan pengobatan. “Pemeriksaan dan pengobatan bisa mengakses melalui aplikasi di media sosial,” terangnya.

Dengan pengalaman dan pengembangan ilmu pengetahahuan yang didapat selama pandemi, jelas dia, semoga bisa memberi cara pandang baru, dan solusi yang terbaik untuk tetap mempertahankan kesehatan, meringankan penderitaan, dan meningkatkan usia pasien-pasien jantung dengan hidup yang lebih berkualitas. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/