alexametrics
23.7 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Ruang Isolasi Lengkap dengan Bed dan Nakes Sudah Disiapkan

GENTENG – Mulai merebaknya penyebaran Covid-19 varian Omicron, disikapi secara cepat oleh pengelola rumah sakit di wilayah Banyuwangi selatan, terutama yang ditunjuk menjadi rujukan pasien yang terkena virus korona, bagaimana persiapannya.

Di wilayah Banyuwangi selatan, ada empat rumah sakit yang ditetapkan Pemkab Banyuwangi sebagai rujukan penanganan pasien Covid-19. Keempat rumah sakit itu, RSUD Genteng, RS Al Huda Gambiran, RS Bhakti Husada Krikilan, Kecamatan Glenmore, dan RS Graha Medika Gambiran. Selama ini, di rumah sakit ini pasien yang terkena virus korona dirawat.

Sejak meningkatnya penyebaran Covid-19 varian Omicron pada awal Januari 2022, empat rumah sakit itu kembali mempersiapkan diri. Itu untuk mengantisipasi ada lonjakan pasien yang terkonfirmasi virus korona. “RSUD Genteng sejak jauh-jauh hari sudah siap bila ada lonjakan pasien Covid-19. Meski kami tidak pernah berharap,” cetus Humas RSUD Genteng, dr. Sugiyo Sastro.

Kesiapan di RSUD Genteng itu, meliputi ruang isolasi, bed untuk pasien, dan para tenaga kesehatan (nakes) yang akan menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19. “Mulai dari ruangan hingga SDM (sumber daya manusia) sudah kami siapkan,” cetusnya.

Kelengkapan sarana dan prasarana itu, disediakan dua ruangan untuk isolasi dengan setiap ruangan ada 13 bed dan empat bed. Itu belum termasuk ruangan untuk pasien penyakit umum, yang sewaktu-waktu bisa dialihfungsikan sebagai ruangan pasien Covid-19. “Jika ditotal ada enam ruangan dengan 48 bed,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelayanan Semakin Mudah Berkat Aplikasi Mobile JKN

Dua ruangan khusus isolasi Covid-19 itu, terang dia, dilengkapi filter udara yang bisa digunakan untuk mengubah udara yang sudah terkontaminasi, menjadi udara yang tidak membahayakan bagi orang lain. “Udara di ruang isolasi disedot dan difilter dulu sebelum dibuang ke luar ruangan, begitu juga sebaliknya. Ada filter-filternya,” jelasnya. 

Untuk nakes, dr. Sugiyo menyebut ada 16 personil yang diminta standby untuk menangani pasien Covid-19. Jumlah itu, bisa bertambah seiring bila jumlah kasus ada peningkatan. “Apabila ada lonjakan pasien, nakes dari divisi lain bisa ditarik ke divisi isolasi Covid-19,” ungkapnya.

Dokter asal Kecamatan Tegaldlimo ini mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari virus ini. “Kuncinya ketertiban kita menggunakan masker dan mematuhi prokes,” katanya.

Persiapan serupa juga dilakukan RS Al Huda Gambiran. Di rumah sakit ini, juga sudah menyiapkan diri untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19. “Kami sudah menyiapkan semuanya,” terang Hospital Liaison Officer (HLO) RS Al Huda Gambiran, dr. Sugeng HP.

Bila ada lonjakan kasus Covid-19, terang dia, RS AL Huda Gambiran sudah menyiapkan enam ruangan isolasi. Dari jumlah ruangan itu, disediakan 50 bed. “Ruangan umum itu, kini ada yang masih dipakai untuk penyakit umum,” jelasnya.

Baca Juga :  Diantar Go-Jek, Pasien Tak Perlu Menunggu Obat Terlalu Lama

Menurut dr. Sugeng, RS Al Huda Gambiran tidak hanya mengkhususkan ada lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron saja. RS Al Huda ini, jelas dia, sejak awal sudah disetting untuk selalu siap menangani pasien Covid-19. “Kami Insya Allah siap, dan tidak akan menolak pasien,” tandasnya.

Keseriusan dalam menangani kasus Covid-19 itu, dibuktikan dengan disediakannya mesin generator untuk memproduksi sendiri O2 atau oksigen. Itu sebagai antisipasi apabila terjadi kelangkaan oksigen. “Dulu sempat terjadi kelangkaan oksigen,” ungkapnya.

Tidak beda dengan RSUD Genteng, dr. Sugeng menyebut RS Al Huda Gambiran juga menggunakan sistem tambal sulam personil untuk nakes. Apabila ada lonjakan pasien, beberapa nakes dari divisi lain juga akan ditarik untuk ikut menangani pasien Covid-19. “SDM sudah kami siapkan seperti dulu,” cetusnya.

dr Sugeng berharap rumah sakit lain yang ada di Banyuwangi, bisa ikut menjadi rumah sakit rujukan Covid-19. Sehingga tidak akan menimbulkan penumpukan pasien di beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan. “Semua rumah sakit saya kira bisa, harusnya tidak ada alasan untuk menolak pasien Covid,” katanya.(sas/abi)

GENTENG – Mulai merebaknya penyebaran Covid-19 varian Omicron, disikapi secara cepat oleh pengelola rumah sakit di wilayah Banyuwangi selatan, terutama yang ditunjuk menjadi rujukan pasien yang terkena virus korona, bagaimana persiapannya.

Di wilayah Banyuwangi selatan, ada empat rumah sakit yang ditetapkan Pemkab Banyuwangi sebagai rujukan penanganan pasien Covid-19. Keempat rumah sakit itu, RSUD Genteng, RS Al Huda Gambiran, RS Bhakti Husada Krikilan, Kecamatan Glenmore, dan RS Graha Medika Gambiran. Selama ini, di rumah sakit ini pasien yang terkena virus korona dirawat.

Sejak meningkatnya penyebaran Covid-19 varian Omicron pada awal Januari 2022, empat rumah sakit itu kembali mempersiapkan diri. Itu untuk mengantisipasi ada lonjakan pasien yang terkonfirmasi virus korona. “RSUD Genteng sejak jauh-jauh hari sudah siap bila ada lonjakan pasien Covid-19. Meski kami tidak pernah berharap,” cetus Humas RSUD Genteng, dr. Sugiyo Sastro.

Kesiapan di RSUD Genteng itu, meliputi ruang isolasi, bed untuk pasien, dan para tenaga kesehatan (nakes) yang akan menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19. “Mulai dari ruangan hingga SDM (sumber daya manusia) sudah kami siapkan,” cetusnya.

Kelengkapan sarana dan prasarana itu, disediakan dua ruangan untuk isolasi dengan setiap ruangan ada 13 bed dan empat bed. Itu belum termasuk ruangan untuk pasien penyakit umum, yang sewaktu-waktu bisa dialihfungsikan sebagai ruangan pasien Covid-19. “Jika ditotal ada enam ruangan dengan 48 bed,” tuturnya.

Baca Juga :  Ditanyai Tali Pocong sampai Merawat Jenazah Ayah Teman

Dua ruangan khusus isolasi Covid-19 itu, terang dia, dilengkapi filter udara yang bisa digunakan untuk mengubah udara yang sudah terkontaminasi, menjadi udara yang tidak membahayakan bagi orang lain. “Udara di ruang isolasi disedot dan difilter dulu sebelum dibuang ke luar ruangan, begitu juga sebaliknya. Ada filter-filternya,” jelasnya. 

Untuk nakes, dr. Sugiyo menyebut ada 16 personil yang diminta standby untuk menangani pasien Covid-19. Jumlah itu, bisa bertambah seiring bila jumlah kasus ada peningkatan. “Apabila ada lonjakan pasien, nakes dari divisi lain bisa ditarik ke divisi isolasi Covid-19,” ungkapnya.

Dokter asal Kecamatan Tegaldlimo ini mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari virus ini. “Kuncinya ketertiban kita menggunakan masker dan mematuhi prokes,” katanya.

Persiapan serupa juga dilakukan RS Al Huda Gambiran. Di rumah sakit ini, juga sudah menyiapkan diri untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19. “Kami sudah menyiapkan semuanya,” terang Hospital Liaison Officer (HLO) RS Al Huda Gambiran, dr. Sugeng HP.

Bila ada lonjakan kasus Covid-19, terang dia, RS AL Huda Gambiran sudah menyiapkan enam ruangan isolasi. Dari jumlah ruangan itu, disediakan 50 bed. “Ruangan umum itu, kini ada yang masih dipakai untuk penyakit umum,” jelasnya.

Baca Juga :  Anak Terinfeksi Covid-19, Bolehkah Isolasi Mandiri?

Menurut dr. Sugeng, RS Al Huda Gambiran tidak hanya mengkhususkan ada lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron saja. RS Al Huda ini, jelas dia, sejak awal sudah disetting untuk selalu siap menangani pasien Covid-19. “Kami Insya Allah siap, dan tidak akan menolak pasien,” tandasnya.

Keseriusan dalam menangani kasus Covid-19 itu, dibuktikan dengan disediakannya mesin generator untuk memproduksi sendiri O2 atau oksigen. Itu sebagai antisipasi apabila terjadi kelangkaan oksigen. “Dulu sempat terjadi kelangkaan oksigen,” ungkapnya.

Tidak beda dengan RSUD Genteng, dr. Sugeng menyebut RS Al Huda Gambiran juga menggunakan sistem tambal sulam personil untuk nakes. Apabila ada lonjakan pasien, beberapa nakes dari divisi lain juga akan ditarik untuk ikut menangani pasien Covid-19. “SDM sudah kami siapkan seperti dulu,” cetusnya.

dr Sugeng berharap rumah sakit lain yang ada di Banyuwangi, bisa ikut menjadi rumah sakit rujukan Covid-19. Sehingga tidak akan menimbulkan penumpukan pasien di beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan. “Semua rumah sakit saya kira bisa, harusnya tidak ada alasan untuk menolak pasien Covid,” katanya.(sas/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/