alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Siti Senang Mendapatkan Pelayanan Terbaik Berkat JKN-KIS

PROGRAM JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tidak henti-hentinya memberikan pelayan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu dirasakan oleh Siti Aminah (38) warga Dusun Sumberjoyo, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi yang sudah merasakan manfaatnya. Kala itu, ia memiliki benjolan di payudaranya, sehingga ia harus melakukan operasi.

“Waktu itu, di payudara saya ada benjolan dan saya coba periksa, alhamdulillah kata dokter tidak ganas dan hanya disedot saja. Selama pengobatan, saya tidak bayar apapun,” ucapnya.

Siti terdaftar sebagai peserta dari segmen PPU (Pekerja Penerima Upah) Perangkat Desa yang mana suaminya bekerja sebagai Sekretaris di Desa Kumendung. Ia mendapatkan hak perawatan kelas 2 sesuai dengan penghasilan tetap suaminya yang bekerja menjadi Sekretaris Desa.

“Saya sudah terdaftar JKN-KIS itu dari tahun 2018, suami saya bekerja di desa sebagai sekdes dan saya menerima hak kelas nya itu kelas 2,” tuturnya.

Baca Juga :  Sehari 352 Siswa Usia 6-11 Tahun Divaksin Covid-19

Selain dirinya, anaknya yang umur 13 tahun sudah 2 kali mendapatkan pelayanan kesehatan menggunakan JKN-KIS. Kala itu, putrinya mengalami asam lambung dan harus dirawat di rumah sakit. Mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak mengeluarkan biaya apapun, Siti bersyukur bisa menjadi peserta JKN-KIS.

“Anak saya yang pertama sudah dua kali dirawat di Rumah Sakit Bakti Mulia karena asam lambung. Selama dirawat, pelayanannya bagus dan saya tidak ada biaya lagi, alhamdulillah pokoknya,” pungkasnya.

Siti tidak pernah mendapatkan perlakukan yang membeda-bedakan pelayanan selama dirawat di rumah sakit, baik dirinya maupun anaknya. Ia bahkan merasa senang karena sudah dilayani dengan baik.

“Selama pengalaman saya mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, saya tidak pernah dibeda-bedakan dalam hal pelayanan dan saya senang bisa mendapatkan pelayanan terbaik dari JKN-KIS ini,” kata Siti.

Baca Juga :  RS Al Huda Layani Imunisasi Dewasa

Siti selalu berbagi cerita mengenai pengalaman dirinya yang menggunakan JKN-KIS kepada masyarakat sekitarnya. Ia menambahkan, bahwa program JKN-KIS itu memang benar-benar menjadi penolong bagi masyarakat yang sakit dan yang tidak ada biaya.

“Saya juga selalu menceritakan kepada warga sekitar tentang pengalaman saya menggunakan JKN-KIS yang sangat membantu dalam pengobatan dan perawatan,” ujarnya.

Siti mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada JKN-KIS yang sudah membantu dia dan anaknya dalam pengobatannya. Ia juga berharap, yang sehat tetap dalam keadaan sehat dan yang sakit bisa terbantu oleh iuran yang dibayarkan oleh yang sehat.

“Terima kasih banyak buat BPJS Kesehatan yang sudah menjalankan program JKN-KIS ini. Semoga, prinsip gotong royong yang dicanangkan oleh JKN-KIS bisa semakin membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (*)

PROGRAM JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tidak henti-hentinya memberikan pelayan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu dirasakan oleh Siti Aminah (38) warga Dusun Sumberjoyo, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi yang sudah merasakan manfaatnya. Kala itu, ia memiliki benjolan di payudaranya, sehingga ia harus melakukan operasi.

“Waktu itu, di payudara saya ada benjolan dan saya coba periksa, alhamdulillah kata dokter tidak ganas dan hanya disedot saja. Selama pengobatan, saya tidak bayar apapun,” ucapnya.

Siti terdaftar sebagai peserta dari segmen PPU (Pekerja Penerima Upah) Perangkat Desa yang mana suaminya bekerja sebagai Sekretaris di Desa Kumendung. Ia mendapatkan hak perawatan kelas 2 sesuai dengan penghasilan tetap suaminya yang bekerja menjadi Sekretaris Desa.

“Saya sudah terdaftar JKN-KIS itu dari tahun 2018, suami saya bekerja di desa sebagai sekdes dan saya menerima hak kelas nya itu kelas 2,” tuturnya.

Baca Juga :  Sehari 352 Siswa Usia 6-11 Tahun Divaksin Covid-19

Selain dirinya, anaknya yang umur 13 tahun sudah 2 kali mendapatkan pelayanan kesehatan menggunakan JKN-KIS. Kala itu, putrinya mengalami asam lambung dan harus dirawat di rumah sakit. Mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak mengeluarkan biaya apapun, Siti bersyukur bisa menjadi peserta JKN-KIS.

“Anak saya yang pertama sudah dua kali dirawat di Rumah Sakit Bakti Mulia karena asam lambung. Selama dirawat, pelayanannya bagus dan saya tidak ada biaya lagi, alhamdulillah pokoknya,” pungkasnya.

Siti tidak pernah mendapatkan perlakukan yang membeda-bedakan pelayanan selama dirawat di rumah sakit, baik dirinya maupun anaknya. Ia bahkan merasa senang karena sudah dilayani dengan baik.

“Selama pengalaman saya mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, saya tidak pernah dibeda-bedakan dalam hal pelayanan dan saya senang bisa mendapatkan pelayanan terbaik dari JKN-KIS ini,” kata Siti.

Baca Juga :  Sosialisasi Kanker Serviks di Desa Kemiren

Siti selalu berbagi cerita mengenai pengalaman dirinya yang menggunakan JKN-KIS kepada masyarakat sekitarnya. Ia menambahkan, bahwa program JKN-KIS itu memang benar-benar menjadi penolong bagi masyarakat yang sakit dan yang tidak ada biaya.

“Saya juga selalu menceritakan kepada warga sekitar tentang pengalaman saya menggunakan JKN-KIS yang sangat membantu dalam pengobatan dan perawatan,” ujarnya.

Siti mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada JKN-KIS yang sudah membantu dia dan anaknya dalam pengobatannya. Ia juga berharap, yang sehat tetap dalam keadaan sehat dan yang sakit bisa terbantu oleh iuran yang dibayarkan oleh yang sehat.

“Terima kasih banyak buat BPJS Kesehatan yang sudah menjalankan program JKN-KIS ini. Semoga, prinsip gotong royong yang dicanangkan oleh JKN-KIS bisa semakin membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/