alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Pemkab Kebut Vaksin Booster

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus menggencarkan vaksinasi dosis ketiga bagi masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Sasaran utama vaksinasi penyokong penyokong (booster), ini adalah warga lanjut usia (lansia) dan kelompok masyarakat rentan.

Pemkab Banyuwangi bisa melakukan vaksinasi dosis ketiga bagi warganya lantaran telah memenuhi ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Persyaratan dimaksud adalah capaian vaksinasi dosis satu untuk masyarakat umum telah melebihi 70 persen dan capaian vaksinasi lansia minimal 60 persen.

Sementara itu, hingga Jumat (14/1), capaian vaksinasi dosis pertama bagi masyarakat umum di Banyuwangi tembus 87,19 persen. Sedangkan vaksinasi untuk lansia sudah mencapai 73,58 persen. Artinya, capaian vaksinasi di kabupaten The Sunrise of Java sudah melampaui ketentuan Kemenkes.

Bupati Ipuk Fiestiandani bersyukur Banyuwangi telah memenuhi ketentuan untuk melakukan vaksinasi booster pada masyarakat. “Semoga ini semakin melindungi warga Banyuwangi dari Covid-19,” harapnya.

Dikatakan, percepatan vaksinasi menjadi salah satu indikator dalam gerakan “Banyuwangi Rebound”. “Dengan vaksinasi, masyarakat semakin sehat dan ekonomi kembali tumbuh,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sedia JKN-KIS Sebelum Sakit Adalah Hal Tepat

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Amir Hidayat menuturkan, vaksinasi dosis ketiga di Banyuwangi dimulai sejak 12 Januari 2022 serentak di seluruh kecamatan. “Ini kami lakukan beriringan dengan vaksinasi anak. Untuk vaksinasi anak telah mencapai 65 persen. Kami terus menggenjot pelaksanaannya sehingga seluruh sasaran bisa tuntas,” ujarnya.

Vaksinasi booster menyasar 197.793 lansia dan 570.536 masyarakat rentan pada tahap awal. Syaratnya, penerima telah menerima vaksin primer lengkap alias vaksin dosis satu dan dua dengan jarak penyuntikan vaksin tahap kedua minimal enam bulan. “Jika jaraknya belum sampai enam bulan, e-ticket (tiket elektronik) tidak akan keluar. Artinya warga belum bisa disuntik booster,” sebutnya.

Amir menambahkan, calon penerima vaksin booster tersebut sudah tercatat dalam aplikasi pedulilindungi. “Warga bisa mengecek apakah yang bersangkutan sudah memiliki e-ticket untuk mendapat vaksin booster ataukah belum melalui aplikasi pedullindungi” jelasnya.

Selain dua kelompok tersebut, lanjut Amir, vaksinasi booster juga dibuka untuk masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas, dengan ketentuan yang sama. “Memang target utamanya adalah lansia dan masyarakat rentan. Namun bagi siapa saja yang telah memenuhi persyaratan juga bisa langsung datang ke tempat layanan vaksinasi terdekat,” tuturnya.

Baca Juga :  Apa Sih Jagoan Bisnis itu

Amir menambahkan, vaksinasi booster ketiga akan terus digelar secara bertahap menyesuaikan dengan dropping dan ketersediaan dosis vaksin dari pemerintah pusat. Dia menyebut, saat ini persediaan vaksin untuk keperluan booster saat ini sangat mencukupi.

Pemkab telah menyiapkan beberapa jenis vaksin, seperti pfizer, astra zeneca, dan moderna. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan jenis vaksin primer yang didapatkan warga sebelumnya. “Misalnya, yang vaksin primernya menggunakan Sinovac, bisa di-booster dengan Pfizer atau Astra Zeneca. Insya Allah stok vaksin booster kita cukup,” sebutnya.

Sebelumnya sejak Agustus 2021, Pemkab Banyuwangi telah memulai penyuntikan booster bagi 6.080 tenaga kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91,61 persen nakes kini telah disuntik booster. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus menggencarkan vaksinasi dosis ketiga bagi masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Sasaran utama vaksinasi penyokong penyokong (booster), ini adalah warga lanjut usia (lansia) dan kelompok masyarakat rentan.

Pemkab Banyuwangi bisa melakukan vaksinasi dosis ketiga bagi warganya lantaran telah memenuhi ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Persyaratan dimaksud adalah capaian vaksinasi dosis satu untuk masyarakat umum telah melebihi 70 persen dan capaian vaksinasi lansia minimal 60 persen.

Sementara itu, hingga Jumat (14/1), capaian vaksinasi dosis pertama bagi masyarakat umum di Banyuwangi tembus 87,19 persen. Sedangkan vaksinasi untuk lansia sudah mencapai 73,58 persen. Artinya, capaian vaksinasi di kabupaten The Sunrise of Java sudah melampaui ketentuan Kemenkes.

Bupati Ipuk Fiestiandani bersyukur Banyuwangi telah memenuhi ketentuan untuk melakukan vaksinasi booster pada masyarakat. “Semoga ini semakin melindungi warga Banyuwangi dari Covid-19,” harapnya.

Dikatakan, percepatan vaksinasi menjadi salah satu indikator dalam gerakan “Banyuwangi Rebound”. “Dengan vaksinasi, masyarakat semakin sehat dan ekonomi kembali tumbuh,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tak Kondusif, Koramil Kalipuro Peringatkan Peserta Vaksinasi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Amir Hidayat menuturkan, vaksinasi dosis ketiga di Banyuwangi dimulai sejak 12 Januari 2022 serentak di seluruh kecamatan. “Ini kami lakukan beriringan dengan vaksinasi anak. Untuk vaksinasi anak telah mencapai 65 persen. Kami terus menggenjot pelaksanaannya sehingga seluruh sasaran bisa tuntas,” ujarnya.

Vaksinasi booster menyasar 197.793 lansia dan 570.536 masyarakat rentan pada tahap awal. Syaratnya, penerima telah menerima vaksin primer lengkap alias vaksin dosis satu dan dua dengan jarak penyuntikan vaksin tahap kedua minimal enam bulan. “Jika jaraknya belum sampai enam bulan, e-ticket (tiket elektronik) tidak akan keluar. Artinya warga belum bisa disuntik booster,” sebutnya.

Amir menambahkan, calon penerima vaksin booster tersebut sudah tercatat dalam aplikasi pedulilindungi. “Warga bisa mengecek apakah yang bersangkutan sudah memiliki e-ticket untuk mendapat vaksin booster ataukah belum melalui aplikasi pedullindungi” jelasnya.

Selain dua kelompok tersebut, lanjut Amir, vaksinasi booster juga dibuka untuk masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas, dengan ketentuan yang sama. “Memang target utamanya adalah lansia dan masyarakat rentan. Namun bagi siapa saja yang telah memenuhi persyaratan juga bisa langsung datang ke tempat layanan vaksinasi terdekat,” tuturnya.

Baca Juga :  Sedia JKN-KIS Sebelum Sakit Adalah Hal Tepat

Amir menambahkan, vaksinasi booster ketiga akan terus digelar secara bertahap menyesuaikan dengan dropping dan ketersediaan dosis vaksin dari pemerintah pusat. Dia menyebut, saat ini persediaan vaksin untuk keperluan booster saat ini sangat mencukupi.

Pemkab telah menyiapkan beberapa jenis vaksin, seperti pfizer, astra zeneca, dan moderna. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan jenis vaksin primer yang didapatkan warga sebelumnya. “Misalnya, yang vaksin primernya menggunakan Sinovac, bisa di-booster dengan Pfizer atau Astra Zeneca. Insya Allah stok vaksin booster kita cukup,” sebutnya.

Sebelumnya sejak Agustus 2021, Pemkab Banyuwangi telah memulai penyuntikan booster bagi 6.080 tenaga kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91,61 persen nakes kini telah disuntik booster. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/