alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Antisipasi Varian Omicron, Pemeriksaan Pekerja Migran Diperketat

BANYUWANGI – Penyebaran varian baru Covid-19, yakni varian Omicron yang terjadi di puluhan negara di dunia, menjadi perhatian serius Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banyuwangi. Pemeriksaan warga yang masuk atau keluar Banyuwangi bakal diperketat. Terutama keluar masuk para pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru kembali ke tanah air.

Bukan itu saja, peningkatan kewaspadaan juga dilakukan dalam rangka menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain terus menggeber vaksinasi Covid-19, Satgas juga memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) serta penerapan 3T, yakni tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat pengidap Covid-19 (tracing), dan perawatan pada penderita Covid-19 alias treatment.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, hingga Jumat sore (10/12) cakupan vaksinasi Covid-19 di Banyuwangi sudah nyaris mencapai 80 persen dari total target sasaran. Meski demikian, jajaran Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus bekerja keras menuntaskan vaksinasi terhadap masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

Selain vaksinasi, Ipuk juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penularan dan penyebaran penyakit yang disebabkan virus korona tersebut. Termasuk saat menyongsong dan selama peringatan Nataru. Dia mengaku pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ”Arahan Kemendagri sudah jelas. Tidak boleh ada acara tahun baruan. Tidak boleh ada pesta kembang api. Tidak boleh ada acara pesta-pesta. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Mari kita bersama-sama melaksanakan anjuran ini. Ini demi kebaikan dan kesehatan kita bersama. Juga untuk menjaga situasi kondusif Banyuwangi,” ujarnya.

Menurut Ipuk, kerja Satgas Penanganan Covid Banyuwangi juga harus diperkuat lagi. Tidak hanya untuk melakukan vaksinasi, tetapi juga memastikan pelaksanaan prokes, serta pelaksanaan 3T. ”Intinya, kami mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga Banyuwangi. Jangan sampai kebablasan. Malam tahun baru kita bikin acara besar-besaran, namun setelah itu terjadi lonjakan kasus Covid-19. Tentu kita bersama tidak ingin hal itu terjadi,” kata dia.

Ipuk tidak memungkiri bahwa Banyuwangi berpotensi menjadi jujugan wisatawan saat perayaan Nataru. Meski demikian, dia menyatakan sesuai ketentuan, pemkab tidak melakukan penutupan destinasi wisata. ”Hanya saja, jumlah pengunjung dibatasi,” kata dia.

Belum berhenti sampai di situ, Satgas juga memberikan perhatian serius terhadap arus keluar dan masuk warga ke Banyuwangi. Terutama PMI yang baru kembali ke tanah air. ”Ini berkaitan dengan varian baru Covid-19, yakni varian Omicron. Kita harus selektif dan melakukan pemeriksaan yang benar-benar ketat agar kita tidak kebobolan. Karena 35 negara sudah terindikasi terkena Omicron, termasuk negara tetangga kita, yakni Malaysia dan Singapura,” tuturnya.

Menurut Ipuk, sejauh ini sudah ada PMI asal Banyuwangi yang kembali ke tanah air. Namun, sebelum pulang ke Bumi Blambangan, PMI tersebut harus dikarantina oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Saat tiba di Banyuwangi, mereka juga akan dikarantina. ”Alhamdulillah, sejauh ini semua PMI yang pulang dalam keadaan sehat,” bebernya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, hingga Jumat sore jumlah warga Banyuwangi yang telah mendapat suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 1.062.306 orang alias sebesar 79,26 persen dari target sasaran. Sedangkan capaian vaksinasi dosis dua sudah mencapai 52,93 persen atau sebanyak 709.396 warga.

Khusus lansia, imbuh Amir, jumlah warga lansia yang sudah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 142.019 orang. Angka ini setara dengan 71,8 persen dari target sasaran. ”Sedangkan jumlah lansia yang sudah mendapat vaksinasi dosis kedua sebanyak 85.350 orang atau 43,15 persen dari target sasaran,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Penyebaran varian baru Covid-19, yakni varian Omicron yang terjadi di puluhan negara di dunia, menjadi perhatian serius Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banyuwangi. Pemeriksaan warga yang masuk atau keluar Banyuwangi bakal diperketat. Terutama keluar masuk para pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru kembali ke tanah air.

Bukan itu saja, peningkatan kewaspadaan juga dilakukan dalam rangka menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain terus menggeber vaksinasi Covid-19, Satgas juga memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) serta penerapan 3T, yakni tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat pengidap Covid-19 (tracing), dan perawatan pada penderita Covid-19 alias treatment.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, hingga Jumat sore (10/12) cakupan vaksinasi Covid-19 di Banyuwangi sudah nyaris mencapai 80 persen dari total target sasaran. Meski demikian, jajaran Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus bekerja keras menuntaskan vaksinasi terhadap masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

Selain vaksinasi, Ipuk juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penularan dan penyebaran penyakit yang disebabkan virus korona tersebut. Termasuk saat menyongsong dan selama peringatan Nataru. Dia mengaku pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ”Arahan Kemendagri sudah jelas. Tidak boleh ada acara tahun baruan. Tidak boleh ada pesta kembang api. Tidak boleh ada acara pesta-pesta. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Mari kita bersama-sama melaksanakan anjuran ini. Ini demi kebaikan dan kesehatan kita bersama. Juga untuk menjaga situasi kondusif Banyuwangi,” ujarnya.

Menurut Ipuk, kerja Satgas Penanganan Covid Banyuwangi juga harus diperkuat lagi. Tidak hanya untuk melakukan vaksinasi, tetapi juga memastikan pelaksanaan prokes, serta pelaksanaan 3T. ”Intinya, kami mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga Banyuwangi. Jangan sampai kebablasan. Malam tahun baru kita bikin acara besar-besaran, namun setelah itu terjadi lonjakan kasus Covid-19. Tentu kita bersama tidak ingin hal itu terjadi,” kata dia.

Ipuk tidak memungkiri bahwa Banyuwangi berpotensi menjadi jujugan wisatawan saat perayaan Nataru. Meski demikian, dia menyatakan sesuai ketentuan, pemkab tidak melakukan penutupan destinasi wisata. ”Hanya saja, jumlah pengunjung dibatasi,” kata dia.

Belum berhenti sampai di situ, Satgas juga memberikan perhatian serius terhadap arus keluar dan masuk warga ke Banyuwangi. Terutama PMI yang baru kembali ke tanah air. ”Ini berkaitan dengan varian baru Covid-19, yakni varian Omicron. Kita harus selektif dan melakukan pemeriksaan yang benar-benar ketat agar kita tidak kebobolan. Karena 35 negara sudah terindikasi terkena Omicron, termasuk negara tetangga kita, yakni Malaysia dan Singapura,” tuturnya.

Menurut Ipuk, sejauh ini sudah ada PMI asal Banyuwangi yang kembali ke tanah air. Namun, sebelum pulang ke Bumi Blambangan, PMI tersebut harus dikarantina oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Saat tiba di Banyuwangi, mereka juga akan dikarantina. ”Alhamdulillah, sejauh ini semua PMI yang pulang dalam keadaan sehat,” bebernya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, hingga Jumat sore jumlah warga Banyuwangi yang telah mendapat suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 1.062.306 orang alias sebesar 79,26 persen dari target sasaran. Sedangkan capaian vaksinasi dosis dua sudah mencapai 52,93 persen atau sebanyak 709.396 warga.

Khusus lansia, imbuh Amir, jumlah warga lansia yang sudah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 142.019 orang. Angka ini setara dengan 71,8 persen dari target sasaran. ”Sedangkan jumlah lansia yang sudah mendapat vaksinasi dosis kedua sebanyak 85.350 orang atau 43,15 persen dari target sasaran,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/