alexametrics
26.2 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Sakit saat Menelan, Mungkin Amandel

BANYUWANGI – Kesulitan atau sakit saat menelan. Atau nyeri pada rahang dan leher. Bisa jadi itu gejala dari radang amandel atau tonsilitis. Kondisi pada pasien seperti itu biasanya disebabkan pembengkakan dan peradangan amandel. Pembengkakan dan peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi.

Tonsilitis biasanya disebabkan oleh bakteri seperti streptococcus. Bakteri ini menjadi penyebab utama radang amandel. Amandel sendiri merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Organ ini sedianya berfungsi sebagai pencegah infeksi.

Serangan amandel yang sakit biasanya ditandai dengan sakit kepala, demam, nyeri tenggorokan saat menelan, sakit telinga, hingga batuk. Gejala ini biasanya akan pulih dalam tiga hingga empat hari. Namun, dalam beberapa kondisi penderitanya harus segera mendapat pertolongan medis.

Baca Juga :  Siapkan 100.000 Vaksin Pfizer untuk Lansia

Saat penderita amandel mengalami demam di atas 39,5 derajat, maka segera bawa ke dokter. Selain itu jika penderita mengalami kelemahan otot, leher kaku, kesulitan menelan, tidak dapat membuka mulut, hingga kesulitan bernapas ada baiknya segera mendapat perawatan. ”Kalau sudah begitu butuh penanganan segera,” ujar dr Finda Ferdiana, dokter umum RSUD Blambangan.

Untuk mengatasi amandel yang membandel tersebut, pemberian antibiotik akan diberikan apabila yang menjadi penyebab peradangan adalah infeksi bakteri. Gejala penderita akan membaik dalam beberapa hari penggunaan antibiotik. Penting juga untuk menghabiskan dosis yang diberikan untuk mencegah kambuhnya kondisi tersebut.

Tindakan  lainnya yakni operasi. Operasi ini dilakukan untuk mengangkat amandel yang berulang dan tidak merespons terhadap perawatan serta menyebabkan komplikasi. Sebagai pencegahan di antaranya dengan menerapkan gaya hidup sehat. ”Biasakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet. Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau pilek,” sarannya. (nic/bay/c1)

Baca Juga :  Manfaatkan JKN-KIS untuk Gabung Klub Prolanis

BANYUWANGI – Kesulitan atau sakit saat menelan. Atau nyeri pada rahang dan leher. Bisa jadi itu gejala dari radang amandel atau tonsilitis. Kondisi pada pasien seperti itu biasanya disebabkan pembengkakan dan peradangan amandel. Pembengkakan dan peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi.

Tonsilitis biasanya disebabkan oleh bakteri seperti streptococcus. Bakteri ini menjadi penyebab utama radang amandel. Amandel sendiri merupakan dua kelenjar kecil yang terdapat di dalam tenggorokan. Organ ini sedianya berfungsi sebagai pencegah infeksi.

Serangan amandel yang sakit biasanya ditandai dengan sakit kepala, demam, nyeri tenggorokan saat menelan, sakit telinga, hingga batuk. Gejala ini biasanya akan pulih dalam tiga hingga empat hari. Namun, dalam beberapa kondisi penderitanya harus segera mendapat pertolongan medis.

Baca Juga :  Siapkan 100.000 Vaksin Pfizer untuk Lansia

Saat penderita amandel mengalami demam di atas 39,5 derajat, maka segera bawa ke dokter. Selain itu jika penderita mengalami kelemahan otot, leher kaku, kesulitan menelan, tidak dapat membuka mulut, hingga kesulitan bernapas ada baiknya segera mendapat perawatan. ”Kalau sudah begitu butuh penanganan segera,” ujar dr Finda Ferdiana, dokter umum RSUD Blambangan.

Untuk mengatasi amandel yang membandel tersebut, pemberian antibiotik akan diberikan apabila yang menjadi penyebab peradangan adalah infeksi bakteri. Gejala penderita akan membaik dalam beberapa hari penggunaan antibiotik. Penting juga untuk menghabiskan dosis yang diberikan untuk mencegah kambuhnya kondisi tersebut.

Tindakan  lainnya yakni operasi. Operasi ini dilakukan untuk mengangkat amandel yang berulang dan tidak merespons terhadap perawatan serta menyebabkan komplikasi. Sebagai pencegahan di antaranya dengan menerapkan gaya hidup sehat. ”Biasakan mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet. Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat batuk atau pilek,” sarannya. (nic/bay/c1)

Baca Juga :  Aktivis Penyakit Jiwa Australia Belajar Kasus Pasung di Kota Santri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/