alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Dapat Pelayanan Terbaik dari Faskes, Diki Ungkap Kepuasannya

SAAT ini, pelayanan kesehatan semakin mudah diakses sehingga peserta JKN-KIS bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan maksimal. Seperti cerita Muhamad Diki Abdulatif (26) yang puas dengan pelayanan di fasilitas tingkat satu. Diki terdaftar sebagai peserta PPU BU yang di daftarkan oleh perusahaannya. Ia Bercerita, bahwa dirinya mendapatkan pelayanan yang maksimal di fasilitas kesehatan tingkap pertama dan ia sangat puas dengan pelayanan yang di berikan.

“Dari petugas di depan sampai saya ambil obat itu dilayani dengan sangat baik dan saya puas dengan pelayannya,” ungkap Diki.

saat itu, Diki merasakan badannya drop dania mencoba mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan mengakses nomor antriannya di Mobile JKN. Ia memilih jadwal kunjungannya malam hari karena dari pagi sampai sore nya ia harus bekerja.

“Saya saat kurang enak badan mencoba berobat ke klinik, terus daftar antrinnya lewat Mobile JKN dan ambilnya malam, soalnya kalau siang saya masuk kerja. Ternyata sangat mudah dan langsung dilayani dengan baik,” ujarnya.

Menurut Diki, Mobile JKN adalah aplikasi kekinian yang sangat mempermudah peserta JKN-KIS untuk mengakses pelayanan, termasuk untuk dirinya sendiri. Selain fitur antrean online, ia juga sangat menyukai fitur KIS digital, karena ia tidak perlu repot-repot membawa kartu fisik, ia cukup menunjukan KIS digital tersebut kepada petugas di faskes yang terdaftar.

“Mudah banget aksesnya, fikir saya itu sangat sulit dan ribet, ternyata tidak seperti yang saya fikirkan. Apalagi KIS digital ini sangat membatu saya kalau mau berobat,” pungkasnya.

Diki didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS lewat perusahaannya. Ia menilai, bahwa iurannya itu tidak sebanding dengan kemudahan dan manfaat yang ia terima. Ia pun berpendapat bahwa iurannya itu untuk membantu peserta yang lainnya dan saat ia gunakan, ia sudah dibantu oleh yang lainnya.

“Waktu masuk kerja sudah langsung di daftarkan sama perusahaan dan baru dipakai kemaren aja. Kalau untuk Iurannya biarin aja buat bantu yang lain, soalnya saya juga nanti pasti pakai lagi, kan sakit itu bisa tiba-tiba,” kata Diki.

Diki mengajak kepada semua peserta JKN-KIS yang belum pernah sama sekali mengakses aplikasi Mobile JKN agar segara mengunduh dan memanfaatkan fitur-fiturnya. Hal itu karena ia sudah merasakan sendiri kemudahannya.

“Mengunduh aplikasi Mobile JKN tidak akan membuat kita rugi, bahkan kita akan diuntungkan dengan fitur-fitur yang tersedia. Untuk yang belum unduh, ayo segera unduh dan rasakan manfaat dari fitur tersebut,” ajaknya.

SAAT ini, pelayanan kesehatan semakin mudah diakses sehingga peserta JKN-KIS bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan maksimal. Seperti cerita Muhamad Diki Abdulatif (26) yang puas dengan pelayanan di fasilitas tingkat satu. Diki terdaftar sebagai peserta PPU BU yang di daftarkan oleh perusahaannya. Ia Bercerita, bahwa dirinya mendapatkan pelayanan yang maksimal di fasilitas kesehatan tingkap pertama dan ia sangat puas dengan pelayanan yang di berikan.

“Dari petugas di depan sampai saya ambil obat itu dilayani dengan sangat baik dan saya puas dengan pelayannya,” ungkap Diki.

saat itu, Diki merasakan badannya drop dania mencoba mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan mengakses nomor antriannya di Mobile JKN. Ia memilih jadwal kunjungannya malam hari karena dari pagi sampai sore nya ia harus bekerja.

“Saya saat kurang enak badan mencoba berobat ke klinik, terus daftar antrinnya lewat Mobile JKN dan ambilnya malam, soalnya kalau siang saya masuk kerja. Ternyata sangat mudah dan langsung dilayani dengan baik,” ujarnya.

Menurut Diki, Mobile JKN adalah aplikasi kekinian yang sangat mempermudah peserta JKN-KIS untuk mengakses pelayanan, termasuk untuk dirinya sendiri. Selain fitur antrean online, ia juga sangat menyukai fitur KIS digital, karena ia tidak perlu repot-repot membawa kartu fisik, ia cukup menunjukan KIS digital tersebut kepada petugas di faskes yang terdaftar.

“Mudah banget aksesnya, fikir saya itu sangat sulit dan ribet, ternyata tidak seperti yang saya fikirkan. Apalagi KIS digital ini sangat membatu saya kalau mau berobat,” pungkasnya.

Diki didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS lewat perusahaannya. Ia menilai, bahwa iurannya itu tidak sebanding dengan kemudahan dan manfaat yang ia terima. Ia pun berpendapat bahwa iurannya itu untuk membantu peserta yang lainnya dan saat ia gunakan, ia sudah dibantu oleh yang lainnya.

“Waktu masuk kerja sudah langsung di daftarkan sama perusahaan dan baru dipakai kemaren aja. Kalau untuk Iurannya biarin aja buat bantu yang lain, soalnya saya juga nanti pasti pakai lagi, kan sakit itu bisa tiba-tiba,” kata Diki.

Diki mengajak kepada semua peserta JKN-KIS yang belum pernah sama sekali mengakses aplikasi Mobile JKN agar segara mengunduh dan memanfaatkan fitur-fiturnya. Hal itu karena ia sudah merasakan sendiri kemudahannya.

“Mengunduh aplikasi Mobile JKN tidak akan membuat kita rugi, bahkan kita akan diuntungkan dengan fitur-fitur yang tersedia. Untuk yang belum unduh, ayo segera unduh dan rasakan manfaat dari fitur tersebut,” ajaknya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/