alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Dua Kali Operasi ditemani Oleh Kartu JKN-KIS

BANYUWANGI– radarbanyuwangi.id – Satu lagi peserta JKN-KIS yang menjalani operasi katarak tanapa iur biaya apapun. Djunaidi (68) mengaku mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terdaftar yakni di Puskesmas Kertosari sampai mendapat rujukan untuk operasi katarak ke RSUD Blambangan tidak mendapati kendala. Semua dijalani sesuai alur prosedur dan indikasi medis.

 “Sakit matanya sudah lama. Baru tahun lalu rutin ke rumah sakit. Setelah diperiksa oleh dokter untuk saya dianjurkan operasi. Operasi katarak yang saya lakukan sudah dua kali, yaitu untuk mata sebelah kiri dan sebelah kanan. Alhamdulillah banyak perkembangan yang saya rasakan dank arena program JKN-KIS ini saya  tidak dipungut biaya sama sekali,” ungkapnya.

Selama menjalani operasi di RSUD Blambangan. Djunaidi mengaku mendapatkan pelayanan yang sangat baik. Dirinya bersyukur karena sudah tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk segmen pekerja bukan penerima upah atau peserta mandiri.

“Selama saya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit, pelayanan yang saya dapatkan selalu baik. Petugasnya juga telaten memberikan perawatan. Alhamdulillah, karena saya sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, tidak ada biaya yang saya keluarkan dan seluruh biaya perawatan saya telah dibayarkan oleh Program JKN-KIS. Menurut saya ada dua hal yang penting dalam memanfaatkan kartu JKN-KIS ini yaitu, iuran yang lancar dan dijalani sesuai prosedur. Karena kalau salah satu saja tidak terpenuhi, ya kita gak nyaman dalam menikmati manfaat BPJS Kesehatan ini,” lanjutnya.

Sebelumnya, Djunaidi khawatir dengan gejala yang ia rasakan. Menurutnya, penyakit tersebut berkembang secara perlahan. Awalnya djunaidi tidak menyadari kalau sakit katarak. Djunaidi mengira hanya faktor usia sehingga pandangannya mulai buram. Matanya juga sensitive kalau melihat cahaya silau, seperti ada lingkaran disekelilingnya dan kalau malam hari ia kesulitan untuk melihat.

Kini, Djunaidi mulai tersenyum, tidak ada nyeri dan gangguan lagi yang ia rasakana. Ia hanya fokus untuk proses penyembuhan dengan rutin memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Dirinya sangatlah berterima kasih dengan Program JKN-KIS lantaran biaya operasinya ditanggung. Tak lupa dirinya mengapresiasi kinerja baik yang ditunjukkan oleh RSUD Blambangan.

Di akhir pertemuan, Djunaidi mengaku sangat bersyukur karena telah tergabung ke dalam Program JKN-KIS. Dirinya berharap dengan adanya Program JKN-KIS yang memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, banyak masyarakat yang terbantu seperti dirinya untuk kesembuhan penyakit yang dirasakan. Ia juga berpesan kepada seluruh peserta JKN-KIS, agar tetap melaksanakan kewajibannnya untuk membayatkan iurannya tiap bulan. Karena dengan iuran yang dibayarkan, mereka yang diberi kesehatan dapat membantu peserta JKN-KIS yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Saya bersyukur sekali memiliki kartu JKN-KIS, sehingga saya dapat melihat lagi. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada BPJS Kesehatan. Saya berharap program JKN-KIS tetap berlangsung dan kepada peserta JKN-KIS yang sudah terdaftar untuk selalu membayar iuran tepat waktu. Saya selalu mengatakan kepada keluarga saya yang belum menjadi peserta JKN-KIS, untuk segera mengurus karena kita tidak tahu kapan kita sakit dan biaya berobat di rumah sakit sekarang ini sangat mahal,” tutupnya. (*)

BANYUWANGI– radarbanyuwangi.id – Satu lagi peserta JKN-KIS yang menjalani operasi katarak tanapa iur biaya apapun. Djunaidi (68) mengaku mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terdaftar yakni di Puskesmas Kertosari sampai mendapat rujukan untuk operasi katarak ke RSUD Blambangan tidak mendapati kendala. Semua dijalani sesuai alur prosedur dan indikasi medis.

 “Sakit matanya sudah lama. Baru tahun lalu rutin ke rumah sakit. Setelah diperiksa oleh dokter untuk saya dianjurkan operasi. Operasi katarak yang saya lakukan sudah dua kali, yaitu untuk mata sebelah kiri dan sebelah kanan. Alhamdulillah banyak perkembangan yang saya rasakan dank arena program JKN-KIS ini saya  tidak dipungut biaya sama sekali,” ungkapnya.

Selama menjalani operasi di RSUD Blambangan. Djunaidi mengaku mendapatkan pelayanan yang sangat baik. Dirinya bersyukur karena sudah tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk segmen pekerja bukan penerima upah atau peserta mandiri.

“Selama saya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit, pelayanan yang saya dapatkan selalu baik. Petugasnya juga telaten memberikan perawatan. Alhamdulillah, karena saya sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, tidak ada biaya yang saya keluarkan dan seluruh biaya perawatan saya telah dibayarkan oleh Program JKN-KIS. Menurut saya ada dua hal yang penting dalam memanfaatkan kartu JKN-KIS ini yaitu, iuran yang lancar dan dijalani sesuai prosedur. Karena kalau salah satu saja tidak terpenuhi, ya kita gak nyaman dalam menikmati manfaat BPJS Kesehatan ini,” lanjutnya.

Sebelumnya, Djunaidi khawatir dengan gejala yang ia rasakan. Menurutnya, penyakit tersebut berkembang secara perlahan. Awalnya djunaidi tidak menyadari kalau sakit katarak. Djunaidi mengira hanya faktor usia sehingga pandangannya mulai buram. Matanya juga sensitive kalau melihat cahaya silau, seperti ada lingkaran disekelilingnya dan kalau malam hari ia kesulitan untuk melihat.

Kini, Djunaidi mulai tersenyum, tidak ada nyeri dan gangguan lagi yang ia rasakana. Ia hanya fokus untuk proses penyembuhan dengan rutin memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Dirinya sangatlah berterima kasih dengan Program JKN-KIS lantaran biaya operasinya ditanggung. Tak lupa dirinya mengapresiasi kinerja baik yang ditunjukkan oleh RSUD Blambangan.

Di akhir pertemuan, Djunaidi mengaku sangat bersyukur karena telah tergabung ke dalam Program JKN-KIS. Dirinya berharap dengan adanya Program JKN-KIS yang memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, banyak masyarakat yang terbantu seperti dirinya untuk kesembuhan penyakit yang dirasakan. Ia juga berpesan kepada seluruh peserta JKN-KIS, agar tetap melaksanakan kewajibannnya untuk membayatkan iurannya tiap bulan. Karena dengan iuran yang dibayarkan, mereka yang diberi kesehatan dapat membantu peserta JKN-KIS yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Saya bersyukur sekali memiliki kartu JKN-KIS, sehingga saya dapat melihat lagi. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada BPJS Kesehatan. Saya berharap program JKN-KIS tetap berlangsung dan kepada peserta JKN-KIS yang sudah terdaftar untuk selalu membayar iuran tepat waktu. Saya selalu mengatakan kepada keluarga saya yang belum menjadi peserta JKN-KIS, untuk segera mengurus karena kita tidak tahu kapan kita sakit dan biaya berobat di rumah sakit sekarang ini sangat mahal,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/