alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

17 Kasus Probable Omicron Terdeteksi

BANYUWANGI – Munculnya varian baru Omicron di Banyuwangi tak bisa dibendung lagi. Dinas Kesehatan menyatakan, dari 20 sampel yang dikirim ke laboratorium Unair Surabaya, 17 di antaranya terdeteksi probable Omicron.

Fakta ini diperkuat dengan penyebaran kasus Covid-19 di Banyuwangi yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir. Sesuai dengan karakteristik varian Omicron yang menular cukup cepat, hingga Selasa kemarin (8/2) tercatat 103 kasus baru di Banyuwangi. Sehari sebelumnya ada 13 kasus. Sebelumnya berturut-turut di angka 24, 49, 42, dan 32 kasus Covid-19. Total kasus aktif di Banyuwangi mencapai 291. Meski jumlah kasus tercatat tinggi, kasus kematian masih nol.

Plt Kadinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, belum ada rilis resmi untuk kasus Omicron di Banyuwangi. Dia membenarkan dari 20 sampel yang dikirim ke laboratorium Unair, 17 sampel dinyatakan probable Omicron. ”Ini belum dirilis resmi, tapi dari 20 sampel yang kita kirim, 17 dinyatakan probable Omicron. Hasil tersebut berdasarkan tes PCR S-Gene Target Failure (STGF),” ungkap Amir.

Baca Juga :  Banyuwangi Masuk Zona Kuning, Semprot Disinfektan di Musala

Masih ada satu fase lagi untuk memastikan varian yang kini mulai menyebar di Banyuwangi adalah benar-benar Omicron. Sampel tersebut akan diperiksa lagi dengan metode Whole Genom Sequencing. ”Nanti yang merilis Kemenkes atau Dinas Kesehatan Jatim. Kita akui dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus dan penularan yang cukup tinggi. Kita minta masyarakat terus perketat prokes dan mengikuti vaksinasi,” pinta Amir.

Meski lonjakan kasus cukup tinggi, varian Omicron tak seganas varian Delta. Amir meminta masyarakat tidak panik, namun tetap menjalankan prokes ketat. ”Semoga kasusnya tidak meluas. Kita coba lakukan surveilans ke tempat-tempat temuan kasus, salah satunya sekolah untuk mencegah penyebaran,” tandasnya. 

Baca Juga :  Konsep Gotong Royong Program JKN-KIS Sangat Luar Biasa

BANYUWANGI – Munculnya varian baru Omicron di Banyuwangi tak bisa dibendung lagi. Dinas Kesehatan menyatakan, dari 20 sampel yang dikirim ke laboratorium Unair Surabaya, 17 di antaranya terdeteksi probable Omicron.

Fakta ini diperkuat dengan penyebaran kasus Covid-19 di Banyuwangi yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir. Sesuai dengan karakteristik varian Omicron yang menular cukup cepat, hingga Selasa kemarin (8/2) tercatat 103 kasus baru di Banyuwangi. Sehari sebelumnya ada 13 kasus. Sebelumnya berturut-turut di angka 24, 49, 42, dan 32 kasus Covid-19. Total kasus aktif di Banyuwangi mencapai 291. Meski jumlah kasus tercatat tinggi, kasus kematian masih nol.

Plt Kadinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, belum ada rilis resmi untuk kasus Omicron di Banyuwangi. Dia membenarkan dari 20 sampel yang dikirim ke laboratorium Unair, 17 sampel dinyatakan probable Omicron. ”Ini belum dirilis resmi, tapi dari 20 sampel yang kita kirim, 17 dinyatakan probable Omicron. Hasil tersebut berdasarkan tes PCR S-Gene Target Failure (STGF),” ungkap Amir.

Baca Juga :  Sehari 51 Orang Terpapar Covid

Masih ada satu fase lagi untuk memastikan varian yang kini mulai menyebar di Banyuwangi adalah benar-benar Omicron. Sampel tersebut akan diperiksa lagi dengan metode Whole Genom Sequencing. ”Nanti yang merilis Kemenkes atau Dinas Kesehatan Jatim. Kita akui dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus dan penularan yang cukup tinggi. Kita minta masyarakat terus perketat prokes dan mengikuti vaksinasi,” pinta Amir.

Meski lonjakan kasus cukup tinggi, varian Omicron tak seganas varian Delta. Amir meminta masyarakat tidak panik, namun tetap menjalankan prokes ketat. ”Semoga kasusnya tidak meluas. Kita coba lakukan surveilans ke tempat-tempat temuan kasus, salah satunya sekolah untuk mencegah penyebaran,” tandasnya. 

Baca Juga :  Sukses Hilangkan Nyeri berkat Kolaborasi Pasien dan Tenaga Kesehatan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/