alexametrics
26.8 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Diminta Koordinasi dengan Puskesmas

BANYUWANGI – Insiden kera­cunan yang menimpa sembilan siswa dan empat orang guru dalam kegiatan kemah di Desa Karanganyar, Kecamatan Glagah, Sabtu (10/2) lalu rupanya men­da­pat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.

Mengantisipasi kondisi tersebut terulang lagi, otoritas yang me­naungi masalah kesehatan di Banyuwangi itu meminta se­ko­lah untuk meningkatkan ko­mu­nikasi dengan semua pihak.

Tidak terkecuali dengan pus­kesmas yang berada paling dekat dengan lokasi kemah atau kegi­atan yang dipilih. Ada baiknya sekolah memberikan pembe­ri­tahuan terkait adanya kegiatan itu kepada petugas kesehatan di puskesmas. ”Ya minimal beri pem­beritahuan ke puskesmas ter­dekat,” saran Kepala Bidang Pen­ce­gahan Dinkes Banyuwangi Waluyo.

Waluyo menambahkan, komu­nikasi ini penting, sebab bila ter­jadi insiden yang tidak di­inginkan seperti keracunan tempo hari, penanganan dini terhadap korban bisa dilakukan sejak awal. Ini bisa menekan risiko fatal yang berpotensi dialami oleh korban.

Baca Juga :  Putus Siklus DBD melalui Gertak PSN

Di sisi lain, Waluyo juga mene­kankan semua pihak untuk tetap mengedepankan pola hidup sehat dan bersih. Selain menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, personelnya juga harus membiasakan pola hidup sehat. Di antaranya dengan rajin cuci tangan dan sebagainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sembilan siswa sekolah mene­ngah atas (SMA) dan empat orang guru harus mendapatkan perto­longan medis di rumah sakit. Ke­banyakan dari mereka me­ngeluh pusing dan mual setelah menyantap nasi bungkus yang menjadi menu sarapan dalam kegiatan kemah yang digelar di sekitar air terjun di Desa Kam­pung­anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. (*)

BANYUWANGI – Insiden kera­cunan yang menimpa sembilan siswa dan empat orang guru dalam kegiatan kemah di Desa Karanganyar, Kecamatan Glagah, Sabtu (10/2) lalu rupanya men­da­pat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.

Mengantisipasi kondisi tersebut terulang lagi, otoritas yang me­naungi masalah kesehatan di Banyuwangi itu meminta se­ko­lah untuk meningkatkan ko­mu­nikasi dengan semua pihak.

Tidak terkecuali dengan pus­kesmas yang berada paling dekat dengan lokasi kemah atau kegi­atan yang dipilih. Ada baiknya sekolah memberikan pembe­ri­tahuan terkait adanya kegiatan itu kepada petugas kesehatan di puskesmas. ”Ya minimal beri pem­beritahuan ke puskesmas ter­dekat,” saran Kepala Bidang Pen­ce­gahan Dinkes Banyuwangi Waluyo.

Waluyo menambahkan, komu­nikasi ini penting, sebab bila ter­jadi insiden yang tidak di­inginkan seperti keracunan tempo hari, penanganan dini terhadap korban bisa dilakukan sejak awal. Ini bisa menekan risiko fatal yang berpotensi dialami oleh korban.

Baca Juga :  Warga Alasmalang Mulai Batuk dan Gatal

Di sisi lain, Waluyo juga mene­kankan semua pihak untuk tetap mengedepankan pola hidup sehat dan bersih. Selain menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, personelnya juga harus membiasakan pola hidup sehat. Di antaranya dengan rajin cuci tangan dan sebagainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sembilan siswa sekolah mene­ngah atas (SMA) dan empat orang guru harus mendapatkan perto­longan medis di rumah sakit. Ke­banyakan dari mereka me­ngeluh pusing dan mual setelah menyantap nasi bungkus yang menjadi menu sarapan dalam kegiatan kemah yang digelar di sekitar air terjun di Desa Kam­pung­anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/