alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Diet Tidak Selalu Anti Nasi

JawaPos.com – Diet menjadi salah satu solusi yang diambil seseorang yang ingin mengembalikan tubuh dalam kondisi ideal. Tidak jarang beberapa orang yang menerapkan diet menganggap nasi sebagai biang keladi untuk menempuh diet. Imbasnya, makanan jenis ini banyak ditinggalkan pelaku diet untuk mendapatkan hasil yang diinginkannya.

Nasi sendiri merupakan salah satu makanan yang mengandung karbohidrat. Di dalamnya terkandung karbohidrat yang menjadi sumber energi bagi aktivitas seseorang. Setelah dikonsumsi tubuh akan mengeluarkan hormon insulin untuk membantu proses pembakaran zat tersebut. ”Tanpa hormon ini tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik,” ujar ahli gizi Puskesmas Licin Fika Enggar.

Hal inilah yang kemudian menjadi masalah bila diet yang dilakukan seseorang meninggalkan karbohidrat seperti dalam nasi. Berhentinya asupan karbohidrat akan mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Hormon insulin tetap akan dikeluarkan tubuh meski pelaku dia menyetop makan nasi.

Efeknya, tubuh akan mudah merasa lapar. Ini juga yang menyebabkan memiliki hasrat untuk senantiasa ngemil. Di sisi lain, diet tanpa nasi bisa gagal karena mengonsumsi porsi karbohidrat yang tidak tepat. ”Banyak orang ganti nasi dengan kentang goreng, itu tidak tepat untuk diet,” ujarnya

Kandungan kalori dalam kentang goreng sedianya lebih besar dari nasi. Selain kentang dan nasi, ada juga roti tawar yang juga tinggi kalori. Meski demikian, diet tanpa nasi tetap bisa dilakukan asal dengan cara benar. Syaratnya dengan mengurangi karbohidrat dengan menaikkan konsumsi protein seperti daging, ikan, dan telur.

Selain itu asupan serat seperti dari sayuran juga bisa menjadi solusi. Sayuran akan membuat volume lambung penuh sehingga rasa kenyang terasa lebih lama. Untuk karbohidrat ada baiknya memilih karbohidrat kompleks untuk menghindari lonjakan gula darah berlebih. Problem solving lainnya dengan berolahraga.

”Tidak perlu jauhi nasi. Terpenting jaga porsi dan jenis makanannya,” sarannya.

JawaPos.com – Diet menjadi salah satu solusi yang diambil seseorang yang ingin mengembalikan tubuh dalam kondisi ideal. Tidak jarang beberapa orang yang menerapkan diet menganggap nasi sebagai biang keladi untuk menempuh diet. Imbasnya, makanan jenis ini banyak ditinggalkan pelaku diet untuk mendapatkan hasil yang diinginkannya.

Nasi sendiri merupakan salah satu makanan yang mengandung karbohidrat. Di dalamnya terkandung karbohidrat yang menjadi sumber energi bagi aktivitas seseorang. Setelah dikonsumsi tubuh akan mengeluarkan hormon insulin untuk membantu proses pembakaran zat tersebut. ”Tanpa hormon ini tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik,” ujar ahli gizi Puskesmas Licin Fika Enggar.

Hal inilah yang kemudian menjadi masalah bila diet yang dilakukan seseorang meninggalkan karbohidrat seperti dalam nasi. Berhentinya asupan karbohidrat akan mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Hormon insulin tetap akan dikeluarkan tubuh meski pelaku dia menyetop makan nasi.

Efeknya, tubuh akan mudah merasa lapar. Ini juga yang menyebabkan memiliki hasrat untuk senantiasa ngemil. Di sisi lain, diet tanpa nasi bisa gagal karena mengonsumsi porsi karbohidrat yang tidak tepat. ”Banyak orang ganti nasi dengan kentang goreng, itu tidak tepat untuk diet,” ujarnya

Kandungan kalori dalam kentang goreng sedianya lebih besar dari nasi. Selain kentang dan nasi, ada juga roti tawar yang juga tinggi kalori. Meski demikian, diet tanpa nasi tetap bisa dilakukan asal dengan cara benar. Syaratnya dengan mengurangi karbohidrat dengan menaikkan konsumsi protein seperti daging, ikan, dan telur.

Selain itu asupan serat seperti dari sayuran juga bisa menjadi solusi. Sayuran akan membuat volume lambung penuh sehingga rasa kenyang terasa lebih lama. Untuk karbohidrat ada baiknya memilih karbohidrat kompleks untuk menghindari lonjakan gula darah berlebih. Problem solving lainnya dengan berolahraga.

”Tidak perlu jauhi nasi. Terpenting jaga porsi dan jenis makanannya,” sarannya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/