alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Marak Kejar Vaksin Dosis 1, Warga Diminta Tetap Ikut Vaksin Booster

RadarBanyuwangi.id – Fenomena unik muncul di tengah serbuan vaksinasi yang dilakukan pemerintah di Banyuwangi. Banyak masyarakat yang memilih menyerbu vaksinasi dosis pertama, namun antusiasmenya menurun saat vaksinasi tahap dua berlangsung.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dr Andriyani Hamzah. Meski saat ini angka peserta vaksinasi tahap dua sudah mulai membaik, namun sempat muncul keengganan beberapa orang masyarakat untuk vaksin kedua alias booster.

Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari minimnya informasi hingga khawatir dengan dampak vaksinasi dosis kedua. Ada juga yang hanya mengejar vaksinasi tahap satu untuk mendapatkan dokumen tanda vaksin. Sebab, saat ini ada sejumlah aturan yang mewajibkan setiap orang minimal harus sudah divaksin tahap satu atau dosis pertama agar bisa bepergian maupun berkunjung ke tempat tertentu.

Padahal, Andriyani mengatakan jika seseorang hanya mengandalkan dosis pertama maka kekebalan yang dituju terhadap virus korona tidak akan tercapai dengan maksimal. Setiap orang memerlukan minimal dua dosis vaksin agar memiliki kekebalan tubuh yang cukup untuk menghadapi virus Covid-19. Karena itu pemerintah juga sudah menyediakan stok vaksin sesuai untuk kebutuhan dosis pertama dan kedua.

”Kapan hari sempat 70 persen tingkat kehadiran vaksin tahap dua, kemudian naik menjadi 80 persen. Sekarang di beberapa tempat ada yang sudah 100 persen. Kita berkoordinasi dengan satgas kecamatan untuk bersosialisasi. Termasuk dengan sosialisasi keliling dari puskesmas agar masyarakat mau melakukan booster,” kata Andriyani.

Dia juga menambahkan, masyarakat perlu memfilter informasi terkait vaksinasi secara lebih bijak. Agar tidak timbul ketakutan dan kekhawatiran terhadap vaksinasi. Sebab, berdasarkan pengamatan Dinas Kesehatan, mereka yang sudah divaksin terbukti memiliki dampak yang lebih ringan saat terpapar virus korona.

Dalam artian, imbuh Andriyani, gejala yang dialami masyarakat yang sudah divaksin secara lengkap jauh lebih ringan daripada mereka yang belum divaksin. ”Di kasus kematian banyak yang ternyata belum divaksin. Vaksin lebih bermanfaat daripada efek yang ditimbulkan. KIPI yang kita amati selama ini juga masih dalam batas kewajaran,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Fenomena unik muncul di tengah serbuan vaksinasi yang dilakukan pemerintah di Banyuwangi. Banyak masyarakat yang memilih menyerbu vaksinasi dosis pertama, namun antusiasmenya menurun saat vaksinasi tahap dua berlangsung.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dr Andriyani Hamzah. Meski saat ini angka peserta vaksinasi tahap dua sudah mulai membaik, namun sempat muncul keengganan beberapa orang masyarakat untuk vaksin kedua alias booster.

Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari minimnya informasi hingga khawatir dengan dampak vaksinasi dosis kedua. Ada juga yang hanya mengejar vaksinasi tahap satu untuk mendapatkan dokumen tanda vaksin. Sebab, saat ini ada sejumlah aturan yang mewajibkan setiap orang minimal harus sudah divaksin tahap satu atau dosis pertama agar bisa bepergian maupun berkunjung ke tempat tertentu.

Padahal, Andriyani mengatakan jika seseorang hanya mengandalkan dosis pertama maka kekebalan yang dituju terhadap virus korona tidak akan tercapai dengan maksimal. Setiap orang memerlukan minimal dua dosis vaksin agar memiliki kekebalan tubuh yang cukup untuk menghadapi virus Covid-19. Karena itu pemerintah juga sudah menyediakan stok vaksin sesuai untuk kebutuhan dosis pertama dan kedua.

”Kapan hari sempat 70 persen tingkat kehadiran vaksin tahap dua, kemudian naik menjadi 80 persen. Sekarang di beberapa tempat ada yang sudah 100 persen. Kita berkoordinasi dengan satgas kecamatan untuk bersosialisasi. Termasuk dengan sosialisasi keliling dari puskesmas agar masyarakat mau melakukan booster,” kata Andriyani.

Dia juga menambahkan, masyarakat perlu memfilter informasi terkait vaksinasi secara lebih bijak. Agar tidak timbul ketakutan dan kekhawatiran terhadap vaksinasi. Sebab, berdasarkan pengamatan Dinas Kesehatan, mereka yang sudah divaksin terbukti memiliki dampak yang lebih ringan saat terpapar virus korona.

Dalam artian, imbuh Andriyani, gejala yang dialami masyarakat yang sudah divaksin secara lengkap jauh lebih ringan daripada mereka yang belum divaksin. ”Di kasus kematian banyak yang ternyata belum divaksin. Vaksin lebih bermanfaat daripada efek yang ditimbulkan. KIPI yang kita amati selama ini juga masih dalam batas kewajaran,” pungkasnya. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/