alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Momentum Private Healthcare Delivery

Angkat Derajat Kesehatan, Pemkab Banyuwangi Teken MoU Bersama USAID

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi me-launching program Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD) di aula pertemuan Hotel El-Royale pada Kamis (11/8). Program ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Kesehatan US Agency for International Development (USAID) bersama Pemkab Banyuwangi.

MPHD diluncurkan untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Yakni, mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi, peningkatan mutu dan akses layanan, serta penguatan kebijakan terkait kematian ibu dan bayi di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi melalui Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Mujiono menjelaskan, program ini menjadi motivasi bagi jajaran kesehatan untuk terus menjaga dan meningkatkan layanan dan inovasi di bidang kesehatan. Seperti halnya beberapa inovasi terdahulu misalnya BTS (Banyuwangi Tanggap Stunting), integrasi sistem layanan rumah sakit dan puskesmas, jemput bola rawat warga, dan sebagainya.

Mujiono menambahkan, melalui kerja sama dengan USAID MPHD diharapkan menjadi pendorong untuk bekerja lebih baik lagi, meningkatkan semangat untuk terus menguatkan kolaborasi, inovasi, serta mempertahankan predikat Banyuwangi sebagai percontohan di tingkat Jawa Timur dan Nasional.

Baca Juga :  Cek Kelainan Organ Mata dengan USG Mata

Mujiono menjelaskan, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), penurunan stunting, penanganan pandemi Covid-19, peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) merupakan tanggung jawab semua pihak. Tidak dapat hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan jajarannya saja.

Foto 2 PENINGKATAN MUTU: Sekkab Mujiono memberikan sambutan saat launching MPHD.

Untuk itu, pihaknya berharap setiap pelayanan kesehatan terutama di rumah sakit untuk selalu siap dan siaga dalam melindungi ibu dan bayi. Pemkab berkomitmen dan memberikan dukungan penuh, serta mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan, menurunkan AKI dan AKB, serta meningkatkan produktivitas SDM Banyuwangi seperti yang dilakukan oleh USAID Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat dalam paparan materi mengenai penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi mengatakan, tujuan dari program ini yakni membantu Pemkab Banyuwangi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir melalui peningkatan mutu dan akses layanan serta memperkuat kebijakan terkait kematian ibu dan bayi.

Baca Juga :  Menteri BUMN Apresiasi Kinerja RSU Bhakti Husada

Banyuwangi merupakan salah satu wilayah dampingan program MPHD dengan 5 rumah sakit swasta sebagai pilot project (RS NU, RS AL Huda, RS Bhakti Husada, RS Yasmin, dan RS Grahamedika), 1 klinik (Klinik Linawati), dan 5 praktik bidan mandiri. ”Sektor pembiayaan kesehatan, peningkatan status kesehatan, perilaku, lingkungan dan akses layanan, serta peningkatan pelayanan KB pasca-persalinan dapat bersama-sama menurunkan AKI dan AKB,” ujar Amir.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Mohammad Yoto menjelaskan terkait kebijakan dan strategi penurunan AKI dan AKB di Jawa Timur. Selanjutnya, Kabid Kesra dan Pemerintahan Bappeda Banyuwangi Lusi Herawati menyampaikan materi terkait penguatan rencana dan evaluasi pembangunan bidang kesehatan Banyuwangi.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penyampaian materi dari Senior Program Manager USAID MPHD Meytha Nurani terkait program dan rencana yang akan dilakukan USAID MPHD di Bumi Blambangan. (*/afi/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi me-launching program Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD) di aula pertemuan Hotel El-Royale pada Kamis (11/8). Program ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Kesehatan US Agency for International Development (USAID) bersama Pemkab Banyuwangi.

MPHD diluncurkan untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Yakni, mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi, peningkatan mutu dan akses layanan, serta penguatan kebijakan terkait kematian ibu dan bayi di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi melalui Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Mujiono menjelaskan, program ini menjadi motivasi bagi jajaran kesehatan untuk terus menjaga dan meningkatkan layanan dan inovasi di bidang kesehatan. Seperti halnya beberapa inovasi terdahulu misalnya BTS (Banyuwangi Tanggap Stunting), integrasi sistem layanan rumah sakit dan puskesmas, jemput bola rawat warga, dan sebagainya.

Mujiono menambahkan, melalui kerja sama dengan USAID MPHD diharapkan menjadi pendorong untuk bekerja lebih baik lagi, meningkatkan semangat untuk terus menguatkan kolaborasi, inovasi, serta mempertahankan predikat Banyuwangi sebagai percontohan di tingkat Jawa Timur dan Nasional.

Baca Juga :  Anak Ikut Vaksin, Orang Tua Tak Perlu Cemas

Mujiono menjelaskan, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), penurunan stunting, penanganan pandemi Covid-19, peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) merupakan tanggung jawab semua pihak. Tidak dapat hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan jajarannya saja.

Foto 2 PENINGKATAN MUTU: Sekkab Mujiono memberikan sambutan saat launching MPHD.

Untuk itu, pihaknya berharap setiap pelayanan kesehatan terutama di rumah sakit untuk selalu siap dan siaga dalam melindungi ibu dan bayi. Pemkab berkomitmen dan memberikan dukungan penuh, serta mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan, menurunkan AKI dan AKB, serta meningkatkan produktivitas SDM Banyuwangi seperti yang dilakukan oleh USAID Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat dalam paparan materi mengenai penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi mengatakan, tujuan dari program ini yakni membantu Pemkab Banyuwangi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir melalui peningkatan mutu dan akses layanan serta memperkuat kebijakan terkait kematian ibu dan bayi.

Baca Juga :  RSUD Genteng Layani Pemeriksaan Otak

Banyuwangi merupakan salah satu wilayah dampingan program MPHD dengan 5 rumah sakit swasta sebagai pilot project (RS NU, RS AL Huda, RS Bhakti Husada, RS Yasmin, dan RS Grahamedika), 1 klinik (Klinik Linawati), dan 5 praktik bidan mandiri. ”Sektor pembiayaan kesehatan, peningkatan status kesehatan, perilaku, lingkungan dan akses layanan, serta peningkatan pelayanan KB pasca-persalinan dapat bersama-sama menurunkan AKI dan AKB,” ujar Amir.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Mohammad Yoto menjelaskan terkait kebijakan dan strategi penurunan AKI dan AKB di Jawa Timur. Selanjutnya, Kabid Kesra dan Pemerintahan Bappeda Banyuwangi Lusi Herawati menyampaikan materi terkait penguatan rencana dan evaluasi pembangunan bidang kesehatan Banyuwangi.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penyampaian materi dari Senior Program Manager USAID MPHD Meytha Nurani terkait program dan rencana yang akan dilakukan USAID MPHD di Bumi Blambangan. (*/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/