alexametrics
32.1 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Siapkan Rp 20 M untuk Penanganan Covid-19

SIAP untuk melambung. Bangkit dari pandemi. Namun, bukan berarti mengesampingkan kewaspadaan terhadap ancaman Covid-19.

Itulah yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Melalui program ”Banyuwangi Rebound”, pemkab menggelorakan gerakan secara menyeluruh –menjangkau semua sektor dan pemangku kepentingan— untuk membawa Banyuwangi menjadi lebih hebat dibanding sebelum pandemi.

Nah, salah satu pilar penting program ”Banyuwangi Rebound” adalah penanganan pandemi Covid-19. Untuk menopang upaya penanganan pandemi tersebut, pemkab menyiapkan dukungan anggaran hingga mencapai puluhan miliar rupiah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, pandemi Covid-19 belum benar-benar berlalu. Untuk itu, pemkab menyiapkan anggaran untuk penanganan Covid-19 di kabupaten the Sunrise of Java. ”Pemkab menyiapkan anggaran senilai Rp 20 miliar untuk penanganan Covid-19. Anggaran penanganan itu masuk rekening belanja tidak terduga (BTT),” ujarnya dikonfirmasi usai peluncuran program Banyuwangi Rebound di Pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (10/1).

Baca Juga :  Warga Terpapar Melonjak, Bed Ruang ICU RS Rujukan Covid Penuh

Mujiono menyebut, nominal BTT yang mencapai Rp 20 miliar itu naik seratus persen dibanding rencana awal. ”Kita naikkan dari Rp 10 miliar menjadi Rp 20 miliar. Ini sudah disepakati oleh tim eksekutif dan DPRD Banyuwangi,” kata dia.

Bukan hanya kesiapan anggaran, Mujiono menyatakan pemkab juga melakukan upaya-upaya antisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19. Beragam instrumen disiapkan, di antaranya sarana isolasi terpusat di Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Licin serta tempat karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Banyuwangi. Karantina PMI yang baru kembali ke Banyuwangi itu dipusatkan di Dormitory Atlet yang berlokasi di kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Tawangalun. ”Tentu kita tidak berharap terjadi gelombang ketiga Covid-19. Namun, langkah-langkah antisipasi kami lakukan,” kata dia.

Baca Juga :  RSI Fatimah Kirim Tenaga Medis ke Lokasi Banjir Kalbar

Bukan itu saja, Mujiono menyatakan pemkab terus melakukan percepatan vaksinasi secara menyeluruh di Banyuwangi. Baik vaksinasi untuk warga lanjut usia (lansia), masyarakat umum, maupun vaksinasi terhadap anak usia 6 sampai 11 tahun. 

SIAP untuk melambung. Bangkit dari pandemi. Namun, bukan berarti mengesampingkan kewaspadaan terhadap ancaman Covid-19.

Itulah yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Melalui program ”Banyuwangi Rebound”, pemkab menggelorakan gerakan secara menyeluruh –menjangkau semua sektor dan pemangku kepentingan— untuk membawa Banyuwangi menjadi lebih hebat dibanding sebelum pandemi.

Nah, salah satu pilar penting program ”Banyuwangi Rebound” adalah penanganan pandemi Covid-19. Untuk menopang upaya penanganan pandemi tersebut, pemkab menyiapkan dukungan anggaran hingga mencapai puluhan miliar rupiah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono mengatakan, pandemi Covid-19 belum benar-benar berlalu. Untuk itu, pemkab menyiapkan anggaran untuk penanganan Covid-19 di kabupaten the Sunrise of Java. ”Pemkab menyiapkan anggaran senilai Rp 20 miliar untuk penanganan Covid-19. Anggaran penanganan itu masuk rekening belanja tidak terduga (BTT),” ujarnya dikonfirmasi usai peluncuran program Banyuwangi Rebound di Pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (10/1).

Baca Juga :  Kenali Gejala Diabetes Sejak Dini

Mujiono menyebut, nominal BTT yang mencapai Rp 20 miliar itu naik seratus persen dibanding rencana awal. ”Kita naikkan dari Rp 10 miliar menjadi Rp 20 miliar. Ini sudah disepakati oleh tim eksekutif dan DPRD Banyuwangi,” kata dia.

Bukan hanya kesiapan anggaran, Mujiono menyatakan pemkab juga melakukan upaya-upaya antisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19. Beragam instrumen disiapkan, di antaranya sarana isolasi terpusat di Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Licin serta tempat karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Banyuwangi. Karantina PMI yang baru kembali ke Banyuwangi itu dipusatkan di Dormitory Atlet yang berlokasi di kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Tawangalun. ”Tentu kita tidak berharap terjadi gelombang ketiga Covid-19. Namun, langkah-langkah antisipasi kami lakukan,” kata dia.

Baca Juga :  Warga Terpapar Melonjak, Bed Ruang ICU RS Rujukan Covid Penuh

Bukan itu saja, Mujiono menyatakan pemkab terus melakukan percepatan vaksinasi secara menyeluruh di Banyuwangi. Baik vaksinasi untuk warga lanjut usia (lansia), masyarakat umum, maupun vaksinasi terhadap anak usia 6 sampai 11 tahun. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/