alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Sunday, September 25, 2022

Pemkab Banyuwangi Luncurkan Bulan Imunisasi di Lereng Raung

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Ipuk Fiestiandani meluncurkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Selasa (9/8). Desa yang berlokasi di lereng Gunung Raung tersebut dipilih menjadi lokasi peluncuran sebagai wujud komitmen pemkab untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di seluruh pelosok Banyuwangi.

Sekadar diketahui, Desa Kajarharojo terletak sekitar 15 kilometer (km) dari kantor Kecamatan Kalibaru. Untuk menuju ke desa ini, warga harus melewati jalan menanjak dengan kontur jalan berbatu alias makadam sekitar 10 km dari jalan utama. Desa ini berada di kawasan hutan dan perkebunan di bawah naungan Perhutani dan PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII. Dari pusat kota Banyuwangi, waktu tempuh ke desa ini mencapai 3 jam.

Bupati Ipuk mengatakan, secara statistik, jumlah penduduk di Desa Kajarharjo memang tidak terlalu banyak. ”Tapi, sasaran program tidak boleh bicara statistik. Ini bentuk komitmen bahwa setiap warga berhak untuk menerima pelayanan kesehatan, termasuk warga di lereng Gunung Raung ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab dan Dunia Usaha Kolaborasi Gerakkan Ekonomi

Kehadiran Ipuk di lereng Gunung Raung disambut antusias warga setempat. Mereka berebut berfoto dan bersalaman dengan bupati berkacamata tersebut. ”Sehat-sehat semuanya,” kata Ipuk.

Mayoritas masyarakat di kawasan ini merupakan petani dan pekerja perkebunan. Untuk layanan kesehatan di tempat ini terdapat empat Pos Tenaga Kesehatan Hadir (Nadir) Puskesmas Kalibaru Kulon. Yakni Pos Gunung Raung, Gunung Raung Atas, Petak 70, dan Raung Irigasi. Masing-masing Pos Nadir tersebut diisi oleh dua tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri atas bidan dan perawat.

Perawat Pos Kesehatan Gunung Raung Nenik Yudiaweni mengatakan, di desa tersebut ada 750 warga yang memanfaatkan fasilitas kesehatan. ”Setiap hari kami memberikan pelayanan,” ujarnya.

Nenik telah mengabdikan dirinya selama tiga tahun di pos kesehatan tersebut. Dia memilih untuk pindah dan menetap di desa tersebut bersama suaminya. ”Saya sudah tiga tahun tinggal di sini bersama suami. Kami disediakan penginapan,” akunya.

Baca Juga :  Sepuluh Bulan Dilantik, Duet Ipuk-Sugirah Raih 22 Penghargaan Nasional

Nenik menambahkan, rata-rata pelayanan kesehatan yang disediakan adalah pelayanan kesehatan yang tidak terlalu berat. Rata-rata flu dan penyakit ringan lainnya. ”Untuk penyakit berat atau ibu hamil berisiko tinggi, kami rujuk ke Puskesmas Kalibaru Kulon. Selain itu, di tempat ini terdapat 80 balita yang mendapat imunisasi,” kata Nenik.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengaku senang antusiasme warga untuk mengantar anaknya menjalani imunisasi sangat tinggi. ”Kita pacu lagi imunisasi anak setelah sempat terkendala pandemi Covid-19. Semua anak harus mendapat imunisasi lengkap. Imunisasi ini penting untuk tumbuh kembang anak. Ayo tolong diajak tetangga atau kerabat yang anaknya belum diimunisasi,” kata dia.

Seperti diketahui, Banyuwangi baru saja mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sebagai kabupaten dengan Kinerja Imunisasi Terbaik se-Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat mengatakan, imunisasi yang diberikan merupakan imunisasi tambahan seperti campak dan rubela. ”Serta untuk mengejar imunisasi dasar lengkap bagi yang belum mendapatkannya,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Ipuk Fiestiandani meluncurkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Selasa (9/8). Desa yang berlokasi di lereng Gunung Raung tersebut dipilih menjadi lokasi peluncuran sebagai wujud komitmen pemkab untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di seluruh pelosok Banyuwangi.

Sekadar diketahui, Desa Kajarharojo terletak sekitar 15 kilometer (km) dari kantor Kecamatan Kalibaru. Untuk menuju ke desa ini, warga harus melewati jalan menanjak dengan kontur jalan berbatu alias makadam sekitar 10 km dari jalan utama. Desa ini berada di kawasan hutan dan perkebunan di bawah naungan Perhutani dan PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII. Dari pusat kota Banyuwangi, waktu tempuh ke desa ini mencapai 3 jam.

Bupati Ipuk mengatakan, secara statistik, jumlah penduduk di Desa Kajarharjo memang tidak terlalu banyak. ”Tapi, sasaran program tidak boleh bicara statistik. Ini bentuk komitmen bahwa setiap warga berhak untuk menerima pelayanan kesehatan, termasuk warga di lereng Gunung Raung ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab dan Dunia Usaha Kolaborasi Gerakkan Ekonomi

Kehadiran Ipuk di lereng Gunung Raung disambut antusias warga setempat. Mereka berebut berfoto dan bersalaman dengan bupati berkacamata tersebut. ”Sehat-sehat semuanya,” kata Ipuk.

Mayoritas masyarakat di kawasan ini merupakan petani dan pekerja perkebunan. Untuk layanan kesehatan di tempat ini terdapat empat Pos Tenaga Kesehatan Hadir (Nadir) Puskesmas Kalibaru Kulon. Yakni Pos Gunung Raung, Gunung Raung Atas, Petak 70, dan Raung Irigasi. Masing-masing Pos Nadir tersebut diisi oleh dua tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri atas bidan dan perawat.

Perawat Pos Kesehatan Gunung Raung Nenik Yudiaweni mengatakan, di desa tersebut ada 750 warga yang memanfaatkan fasilitas kesehatan. ”Setiap hari kami memberikan pelayanan,” ujarnya.

Nenik telah mengabdikan dirinya selama tiga tahun di pos kesehatan tersebut. Dia memilih untuk pindah dan menetap di desa tersebut bersama suaminya. ”Saya sudah tiga tahun tinggal di sini bersama suami. Kami disediakan penginapan,” akunya.

Baca Juga :  30 Tim Peserta Jagoan Tani Ikuti Inkubasi Bisnis

Nenik menambahkan, rata-rata pelayanan kesehatan yang disediakan adalah pelayanan kesehatan yang tidak terlalu berat. Rata-rata flu dan penyakit ringan lainnya. ”Untuk penyakit berat atau ibu hamil berisiko tinggi, kami rujuk ke Puskesmas Kalibaru Kulon. Selain itu, di tempat ini terdapat 80 balita yang mendapat imunisasi,” kata Nenik.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengaku senang antusiasme warga untuk mengantar anaknya menjalani imunisasi sangat tinggi. ”Kita pacu lagi imunisasi anak setelah sempat terkendala pandemi Covid-19. Semua anak harus mendapat imunisasi lengkap. Imunisasi ini penting untuk tumbuh kembang anak. Ayo tolong diajak tetangga atau kerabat yang anaknya belum diimunisasi,” kata dia.

Seperti diketahui, Banyuwangi baru saja mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sebagai kabupaten dengan Kinerja Imunisasi Terbaik se-Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat mengatakan, imunisasi yang diberikan merupakan imunisasi tambahan seperti campak dan rubela. ”Serta untuk mengejar imunisasi dasar lengkap bagi yang belum mendapatkannya,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/