alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Dinkes Targetkan hingga Akhir Agustus 58.845 Balita Diimunisasi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kementerian Kesehatan merilis, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama tahun 2019 hingga 2021. Untuk mengejar cakupan imunisasi yang rendah tersebut, Bupati Ipuk Fiestiandani me-launching Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada Selasa (9/8) di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

Bupati Ipuk berharap, BIAN mampu meningkatkan capaian program imunisasi secara nasional. Kekebalan masyarakat terbentuk sehingga pada akhirnya bisa mencapai eliminasi campak rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir, serta mengendalikan penyakit difteri dan pertusis.

”Pemkab Banyuwangi mendukung komitmen eliminasi campak rubela di Indonesia tahun 2023, serta menjaga komitmen status bebas polio menuju Eradikasi Polio Global 2026. Keberhasilan Imunisasi merupakan indikasi mewujudkan SDM Banyuwangi lebih baik,” ujar Ipuk.

Baca Juga :  Per 21 November, Vaksinasi Dosis 1 Mencapai 74,90 Persen

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan, launching BIAN di Balai Pengobatan Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru ditandai dengan pemberian sertifikat imunisasi secara simbolis kepada dua balita dan pemberian vaksinasi booster kedua untuk enam tenaga kesehatan (nakes).

Amir menyebut, sebanyak 7.170 tenaga kesehatan di Banyuwangi akan mendapatkan suntikan vaksin booster kedua atau vaksin Covid-19 dosis keempat. Pemberian vaksin ini akan dilakukan secara bertahap kepada seluruh nakes dan dilaksanakan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.

Amir menambahkan, nakes merupakan kelompok yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 meskipun sudah mendapatkan booster pertama. Sebab, subvarian baru Covid-19 memiliki kemampuan bisa menghindari kekebalan tubuh. Kelompok risiko tinggi lainnya, yaitu lansia dan penderita komorbid, juga akan menyusul mendapatkan booster kedua alias dosis keempat.

Baca Juga :  Percepat Capaian Vaksin, BIN Gelar Vaksinasi di Wongsorejo

Kabid P2P Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Andryani Hamzah MMRS mengatakan, dalam pelaksanaan BIAN ini, dari total sasaran sebanyak 93.747 anak balita usia 9–59 bulan, sampai tanggal 9 Agustus 2022 ada 34.902 balita yang sudah diimunisasi atau tercapai 37,23%.

”Dinas Kesehatan Banyuwangi berencana akan menyelesaikan imunisasi terhadap 58.845 balita sampai dengan 31 Agustus 2022. Kami mengajak masyarakat untuk membawa balita ke posyandu/puskesmas. Selain mendapatkan imunisasi, juga waktunya pemberiaan vitamin A untuk usia 6–59 bulan,” kata dr Andryani. (sgt/afi/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kementerian Kesehatan merilis, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama tahun 2019 hingga 2021. Untuk mengejar cakupan imunisasi yang rendah tersebut, Bupati Ipuk Fiestiandani me-launching Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada Selasa (9/8) di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

Bupati Ipuk berharap, BIAN mampu meningkatkan capaian program imunisasi secara nasional. Kekebalan masyarakat terbentuk sehingga pada akhirnya bisa mencapai eliminasi campak rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir, serta mengendalikan penyakit difteri dan pertusis.

”Pemkab Banyuwangi mendukung komitmen eliminasi campak rubela di Indonesia tahun 2023, serta menjaga komitmen status bebas polio menuju Eradikasi Polio Global 2026. Keberhasilan Imunisasi merupakan indikasi mewujudkan SDM Banyuwangi lebih baik,” ujar Ipuk.

Baca Juga :  Sosialisasi Kanker Serviks di Desa Kemiren

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan, launching BIAN di Balai Pengobatan Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru ditandai dengan pemberian sertifikat imunisasi secara simbolis kepada dua balita dan pemberian vaksinasi booster kedua untuk enam tenaga kesehatan (nakes).

Amir menyebut, sebanyak 7.170 tenaga kesehatan di Banyuwangi akan mendapatkan suntikan vaksin booster kedua atau vaksin Covid-19 dosis keempat. Pemberian vaksin ini akan dilakukan secara bertahap kepada seluruh nakes dan dilaksanakan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.

Amir menambahkan, nakes merupakan kelompok yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 meskipun sudah mendapatkan booster pertama. Sebab, subvarian baru Covid-19 memiliki kemampuan bisa menghindari kekebalan tubuh. Kelompok risiko tinggi lainnya, yaitu lansia dan penderita komorbid, juga akan menyusul mendapatkan booster kedua alias dosis keempat.

Baca Juga :  Tahukah Anda? Warna Urine Ternyata Tentukan Kondisi Kesehatan

Kabid P2P Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Andryani Hamzah MMRS mengatakan, dalam pelaksanaan BIAN ini, dari total sasaran sebanyak 93.747 anak balita usia 9–59 bulan, sampai tanggal 9 Agustus 2022 ada 34.902 balita yang sudah diimunisasi atau tercapai 37,23%.

”Dinas Kesehatan Banyuwangi berencana akan menyelesaikan imunisasi terhadap 58.845 balita sampai dengan 31 Agustus 2022. Kami mengajak masyarakat untuk membawa balita ke posyandu/puskesmas. Selain mendapatkan imunisasi, juga waktunya pemberiaan vitamin A untuk usia 6–59 bulan,” kata dr Andryani. (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/