alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Peringatan Hari Gizi, RSUD Blambangan Gelar Edukasi Stunting

BANYUWANGI Masalah stunting masih jadi fokus perhatian dalam kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional 2022.

Direktur Utama RSUD Blambangan dr H Widji Lestariono MMKes mengakui, peringatan Hari Gizi sebagai bentuk bakti pihaknya sebagai penyandang profesi kesehatan. Sedangkan masalah stunting dan obesitas di Indonesia, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera terentaskan.

”Maka dalam momen ini, ahli gizi akan menjelaskannya sekaligus memberikan materi mengenai gizi seimbang. Harapan kami, semoga menjadi bekal yang berharga bagi kita semua,” tutur lelaki yang akrab disapa Rio itu.

Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 jatuh pada tanggal 25 Januari 2022. Tema yang diangkat adalah ”Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. Tema tersebut dilatarbelakangi oleh upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menghadapi tantangan akibat stunting dan obesitas.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Masalah stunting bisa diatasi dengan melakukan berbagai cara pencegahan. Salah satunya adalah dengan memenuhi ketercukupan gizi pada usia kehamilan. Pada masa menyusui, ibu pun perlu memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia enam bulan.

Hal tersebut juga yang melatarbelakangi RSUD Blambangan menggelar edukasi yang berfokus pada ibu hamil dan menyusui. Seperti yang diketahui, 1.000 hari pertama kelahiran, mulai dari janin di dalam kandungan sampai dengan anak berusia dua tahun, sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Maka dari itu, perhatian kecukupan gizi sangat penting untuk mencegah stunting.

Ahli gizi RSUD Blambangan Julita Arjawati AmdGz mengatakan, jika pada rentang waktu ini gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran. ”Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis,” jelasnya.

Dalam membantu upaya penanganan stunting dan obesitas, tenaga kesehatan khususnya dalam bidang gizi dan pekerja sosial dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang anjuran pemenuhan gizi. Mulai dari memberikan informasi bahan makanan, cara pengolahan, pola konsumsi, dengan semaksimal mungkin menggunakan bahan makanan bernilai gizi baik dan terjangkau.

Gizi seimbang artinya makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. Konsumsi sayur dan buah sangat disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh. Kandungan antioksidan dari sayur dan buah dapat membantu melawan radikal bebas, kandungan vitamin dapat menjaga fungsi tubuh, dan kandungan mineral dapat menjaga kinerja tubuh dan organ.

Di Hari Gizi Nasional 2022 ini, mari kita merefleksikan diri untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap kecukupan dan keseimbangan gizi yang baik agar terhindar dari stunting dan obesitas. Dengan gizi yang tercukupi dan juga seimbang, kesehatan tubuh dapat lebih terjaga sehingga berdampak pada peningkatan kualitas SDM yang lebih maksimal. 

BANYUWANGI Masalah stunting masih jadi fokus perhatian dalam kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional 2022.

Direktur Utama RSUD Blambangan dr H Widji Lestariono MMKes mengakui, peringatan Hari Gizi sebagai bentuk bakti pihaknya sebagai penyandang profesi kesehatan. Sedangkan masalah stunting dan obesitas di Indonesia, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera terentaskan.

”Maka dalam momen ini, ahli gizi akan menjelaskannya sekaligus memberikan materi mengenai gizi seimbang. Harapan kami, semoga menjadi bekal yang berharga bagi kita semua,” tutur lelaki yang akrab disapa Rio itu.

Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 jatuh pada tanggal 25 Januari 2022. Tema yang diangkat adalah ”Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. Tema tersebut dilatarbelakangi oleh upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menghadapi tantangan akibat stunting dan obesitas.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Masalah stunting bisa diatasi dengan melakukan berbagai cara pencegahan. Salah satunya adalah dengan memenuhi ketercukupan gizi pada usia kehamilan. Pada masa menyusui, ibu pun perlu memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia enam bulan.

Hal tersebut juga yang melatarbelakangi RSUD Blambangan menggelar edukasi yang berfokus pada ibu hamil dan menyusui. Seperti yang diketahui, 1.000 hari pertama kelahiran, mulai dari janin di dalam kandungan sampai dengan anak berusia dua tahun, sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Maka dari itu, perhatian kecukupan gizi sangat penting untuk mencegah stunting.

Ahli gizi RSUD Blambangan Julita Arjawati AmdGz mengatakan, jika pada rentang waktu ini gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran. ”Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis,” jelasnya.

Dalam membantu upaya penanganan stunting dan obesitas, tenaga kesehatan khususnya dalam bidang gizi dan pekerja sosial dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang anjuran pemenuhan gizi. Mulai dari memberikan informasi bahan makanan, cara pengolahan, pola konsumsi, dengan semaksimal mungkin menggunakan bahan makanan bernilai gizi baik dan terjangkau.

Gizi seimbang artinya makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. Konsumsi sayur dan buah sangat disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh. Kandungan antioksidan dari sayur dan buah dapat membantu melawan radikal bebas, kandungan vitamin dapat menjaga fungsi tubuh, dan kandungan mineral dapat menjaga kinerja tubuh dan organ.

Di Hari Gizi Nasional 2022 ini, mari kita merefleksikan diri untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap kecukupan dan keseimbangan gizi yang baik agar terhindar dari stunting dan obesitas. Dengan gizi yang tercukupi dan juga seimbang, kesehatan tubuh dapat lebih terjaga sehingga berdampak pada peningkatan kualitas SDM yang lebih maksimal. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/