alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Binroh RSIF Banyuwangi Dibekali Cara Mengurus Jenazah

BANYUWANGI – Mengurus dan merawat (pemulasaraan) jenazah sangatlah penting. Untuk kondisi jenazah wajar pada umumnya, proses pemulasaraan bisa dilakukan secara langsung.

Namun bagaimana jika kondisi jenazah tidak wajar? Tentu saja, dalam proses pemulasaraan dibutuhkan perlakuan khusus. Karena itu, sebuah rumah sakit memerlukan tenaga pemulasaraan yang terlatih.

Oleh karena itu, Rumah Sakit Islam Fatimah (RSIF) Banyuwangi menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah beberapa waktu lalu. Kegiatan pelatihan pemulasaraan jenazah ini bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Bagian Umum RSIF Banyuwangi Ainur Rofiq ST MM menyampaikan, pemulasaraan jenazah merupakan salah satu unsur pelayanan di sebuah rumah sakit. Sehingga diperlukan tenaga pemulasaraan jenazah yang profesional, karena terdapat syarat-syarat dan kondisi tertentu yang ada di rumah sakit. ”Dengan harapan, dapat memuaskan keluarga jenazah yang ditinggalkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pasien Isolasi Mandiri Tak Perlu Cemas

Bagian Bina Rohani (Binroh) RSIF Banyuwangi Hj Subandiyati menjelaskan, ada beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan kali ini. Mulai dari cara mentalkin orang yang sedang nazak, cara memandikan jenazah, cara mengkafani, sampai dengan menyalatkannya.

Materi terakhir yaitu praktik langsung memandikan jenazah yang dibimbing oleh Tim Rukun Kematian Masjid KH Ahmad Dahlan. Praktik diawali dengan mengukur kain kafan, memandikan, memulai dari anggota badan sebelah kanan dan seterusnya, sampai mengkafani.

Subandiyati menambahkan, untuk kondisi-kondisi jenazah yang tidak wajar seperti korban kecelakaan lalu lintas, penyakit-penyakit infeksius, dan jenazah yang dikirim ke luar kota, diperlukan perlakuan khusus.

Untuk jenazah nonmuslim, imbuh Subandiyati, rumah sakit sudah bekerja sama dengan Kemenag Banyuwangi dalam proses pemulasaraan jenazahnya. ”Kami juga melayani pemulasaraan jenazah bila ada permintaan dari luar rumah sakit, dengan menghubungi Binroh RSIF Banyuwangi,” ujarnya.

Baca Juga :  RSI Fatimah Lepas Dokter Internship

BANYUWANGI – Mengurus dan merawat (pemulasaraan) jenazah sangatlah penting. Untuk kondisi jenazah wajar pada umumnya, proses pemulasaraan bisa dilakukan secara langsung.

Namun bagaimana jika kondisi jenazah tidak wajar? Tentu saja, dalam proses pemulasaraan dibutuhkan perlakuan khusus. Karena itu, sebuah rumah sakit memerlukan tenaga pemulasaraan yang terlatih.

Oleh karena itu, Rumah Sakit Islam Fatimah (RSIF) Banyuwangi menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah beberapa waktu lalu. Kegiatan pelatihan pemulasaraan jenazah ini bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Bagian Umum RSIF Banyuwangi Ainur Rofiq ST MM menyampaikan, pemulasaraan jenazah merupakan salah satu unsur pelayanan di sebuah rumah sakit. Sehingga diperlukan tenaga pemulasaraan jenazah yang profesional, karena terdapat syarat-syarat dan kondisi tertentu yang ada di rumah sakit. ”Dengan harapan, dapat memuaskan keluarga jenazah yang ditinggalkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pasien Isolasi Mandiri Tak Perlu Cemas

Bagian Bina Rohani (Binroh) RSIF Banyuwangi Hj Subandiyati menjelaskan, ada beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan kali ini. Mulai dari cara mentalkin orang yang sedang nazak, cara memandikan jenazah, cara mengkafani, sampai dengan menyalatkannya.

Materi terakhir yaitu praktik langsung memandikan jenazah yang dibimbing oleh Tim Rukun Kematian Masjid KH Ahmad Dahlan. Praktik diawali dengan mengukur kain kafan, memandikan, memulai dari anggota badan sebelah kanan dan seterusnya, sampai mengkafani.

Subandiyati menambahkan, untuk kondisi-kondisi jenazah yang tidak wajar seperti korban kecelakaan lalu lintas, penyakit-penyakit infeksius, dan jenazah yang dikirim ke luar kota, diperlukan perlakuan khusus.

Untuk jenazah nonmuslim, imbuh Subandiyati, rumah sakit sudah bekerja sama dengan Kemenag Banyuwangi dalam proses pemulasaraan jenazahnya. ”Kami juga melayani pemulasaraan jenazah bila ada permintaan dari luar rumah sakit, dengan menghubungi Binroh RSIF Banyuwangi,” ujarnya.

Baca Juga :  Angka Stunting di Desa Sarongan Cukup Tinggi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/